Terkini Covid-19 di INDONESIA

59,394

Positif

2,987

Meninggal

26,667

Sembuh

(Data: covid19.go.id/)
Tampilkan postingan dengan label #KEMENKEU. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #KEMENKEU. Tampilkan semua postingan

Jumat, 19 Juni 2020

Perogram PEN Dideisain Dan Disesuaikan Untuk Perkembangan Dampak Covid - 19

liputansbm.com


Liputan SBM, Jakarta - Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berdialog mengenai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui IG live berjudul "Menjaga Pemulihan Ekonomi: Kini dan Nanti" pada Kamis, (18/06) di Jakarta. Jumat, 19/06/2020.

Latar belakang pemerintah mendesain program PEN adalah karena dampak Covid-19 yang meluas baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Pemerintah ingin mengantisipasi agar efeknya tidak makin dalam. "Lahirnya program Pemulihan Ekonomi (PEN) adalah shock absorber di masa pandemi," kata Masyita.

Di awal pandemi, pemerintah memberikan stimulus pada sektor pariwisata dan manufaktur. "Asal muasalnya COVID-19, di Tiongkok. Ini mulai serius akhir Januari. Turis Tiongkok mulai jauh berkurang. Tiongkok akan kena secara signifikan. Februari menyebar luas. Di Eropa, Italia yang paling parah. Kalau negara lain kena, maka perdagangan kena. Kalau perdagangan kena, maka sektor manufaktur akan kena. Maka, stimulus pertama kali diarahkan ke manufaktur," kata Wamenkeu.

Kemudian, di awal Maret, saat COVID-19 sudah sampai ke Indonesia, sektor kesehatan mulai diperhatikan dengan menambah anggaran kesehatan. "Awal Maret, interaksi orang harus berhenti, diturunkan, PSBB akan punya dampak ke ekonomi, maka pendapatan orang akan turun. Pendekatan (approach) pemerintah nomor satu adalah kesehatan. Kita menyiapkan seluruh hal yang dibutuhkan teman-teman sektor kesehatan. Kita upgrade RS, mencari APD, ventilator, test kit. Semua itu kita cari, harus ada uangnya. Kalau anggaran lama tidak cukup, kita harus tambah anggarannya," jelas Wamenk#eu.

Selanjutnya, anggaran untuk bantuan sosial (bansos) juga ditingkatkan untuk meredam dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakibat menghentikan aktivitas ekonomi hingga waktu yang belum diketahui kepastiannya.

"Kedua, kalau anggaran kesehatan sudah naik, tapi kegiatan ekonomi masyarakat turun, pendapatan masyarakat turun. Berapa lama tidak ada yang tahu, apakah PHK, pengurangan jam kerja. Maka negara hadir, muncul perlindungan sosial yang memang sudah jalan selama ini dan yang di-create yang baru. Yang sudah jalan seperti PKH, kartu sembako. Yang baru, subsidi listrik untuk 450 watt dan 900 watt," tuturnya.

Pemerintah juga memperhatikan dunia usaha agar bertahan di masa pandemi misalnya dengan mengurangi beban pajak, memberikan insentif pajak, dan juga dukungan terhadap UMKM melalui kebijakan subsidi bunga dan penjaminan dari pemerintah jika UMKM membutuhkan tambahan tambahan modal kerja (working capital).

"(Kesehatan dan bansos) itu kan untuk individu, namun dunia usaha juga kena, income turun karena tidak bisa bekerja padahal dia punya kredit ke bank, bisa bisa dia tidak bayar cicilan. Banknya juga bisa kolaps kalau cicilan tidak dibayar. Maka, ketiga, pemerintah memberikan insentif ke dunia usaha," pungkasnya. (RED) liputansbm

Sumber : Publikasi Kementrian Keuangan Republic Indonesia

Share:

Kamis, 18 Juni 2020

Hadapi Kondisi New Normal Dan Perpajakan Baru Kemenkeu Siapkan Kebijakan Fiscal 2021


liputansbm.com


Liputan SBM Jakarta - Dalam membuat kebijakan ekonomi di tahun 2021, pemerintah membuat beberapa terobosan kebijakan guna mengakselerasi pemulihan sosial-ekonomi. Momentum yang dilakukan adalah mempersiapkan kondisi normal baru, akselerasi pemulihan sosial dan kesehatan, akselerasi pemulihan ekonomi dan berbagai inovasi kebijakan untuk tetap mempertahankan insentif fiskal namun juga mencari basis pajak (tax base) yang baru. Jumat, 19/06/2020.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Rapat Kerja Menteri Keuangan, Menteri PPN/Bappenas dan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia dengan Badan Anggaran (Banggar) Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam rangka pembicaraan pendahuluan RAPBN TA 2021 dan RKP Tahun 2021 di Ruang Rapat Banggar DPR pada Kamis (18/06).

“Digital economy kita akan meningkat dan oleh karena itu kita akan melakukan pemajakan untuk PPN yang merupakan salah satu basis perpajakan baru kita. Program core tax system akan tetap dilakukan di dalam rangka untuk makin meningkatkan kemampuan dari pajak di dalam melakukan collectionnya,” ungkap Menkeu.

Kemenkeu dan Bappenas akan melakukan optimalisasi dari penggunaan teknologi informasi untuk tahun 2020 yang sekarang dilakukan karena adanya pandemi Covid-19 terus ditingkatkan pada tahun 2021 untuk mendukung peningkatan kualitas dalam rangka untuk pelayanan kesehatan, pendidikan, pemerintahan dan juga dari sisi pelayanan publik. "Oleh karena itu, tahun 2021, investasi di bidang IT dan dukungan untuk informasi teknologi, infrastrukturnya akan menjadi fokus bagi pemerintah,” ujar Menkeu.

Sementara itu, percepatan pemulihan sosial ekonomi dan momentum reformasi untuk transformasi ekonomi menuju Indonesia maju yang akan dilaksanakan di tahun 2021 adalah menyangkut reformasi kesehatan, perlindungan sosial, pendidikan, dukungan industri, reformasi transfer keuangan dan dana desa, reformasi perpajakan dan reformasi penganggaran. 

“Di bidang sistem kesehatan nasional fokusnya adalah untuk kesehatan nasional. Tahun depan anggaranya tidak bisa dicompare (dibandingkan) dengan tahun ini karena begitu banyak anggaran yang sifatnya sekali dan tidak terulang karena untuk penanganan covid. Namun kami akan tetap mendukung untuk percepatan percepatan pemulihan covid, sinergi pusat daerah, pembangunan reformasi jaring kesehatan nasional untuk tetap mendukung universal health coverage dan memperbaiki health security dan membangun generasi unggul,” pungkas Menkeu. (RED) liputansbm

Sumber : Publikasi Kementrian Keuangan Republic Indonesia



Share:
Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Translate

Featured Post

Sambut Hari Bhayangkara Ke-74 Kapolri Pimpin Tabur Bunga di TMP Kalibata

Liputan SBM, JAKARTA - Dalam rangka menyambut HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin upacara tabur bunga di Taman...

Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Recent Posts