Terkini Covid-19 di INDONESIA

59,394

Positif

2,987

Meninggal

26,667

Sembuh

(Data: covid19.go.id/)
Tampilkan postingan dengan label #PEMERINTAH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #PEMERINTAH. Tampilkan semua postingan

Senin, 22 Juni 2020

Polda Kalteng Gelar Repit Tes Sistem Drive Thru

Liputansbm

Liputn SBM, Palangkaraya - Sejak pandemi COVID-19 mewabah di Indonesia umumnya dan Kalteng khususnya, Polda Kalimantan Tengah terus mengambil bagian dalam upaya pemutusan rantai penyebaran. Salah satunya dengan menggelar Rapid Test bagi masyarakat di Bumi Tambun Bungai. Senin, 22-06-2020.

Tidak seperti biasanya tes cepat dilakukan secara massal di sejumlah keramaian, kali ini rapid test massal dilakukan dengan sistem drive thru di Bundaran Besar Palangka Raya. 

“Biasanya kan kita menggelar rapid test massal dengan sistem stasioner, tetapi kali ini  berbeda yakni dengan sistem drive thru,” ujar Kapolda Kalimantan Tengah, Irjen Pol dedi Prasetyo.

Rapid test dengan sistem drive thru ini menurut Dedi agar menghindari kerumunan massa yang akan mengikuti test. “Kalau pakai sistem seperti yang biasa digunakan pasti akan ada kerumunan masyarakat. Itu yang kita hindari,” terangnya.  

Target rapid test yang dilakukan dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19 dan juga secara khusus dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-74 tersebut berjumlah 300 orang. 


“Dipilihnya Bundaran Besar menjadi tempat rapid test massal ini karena Bundaran Besar adalah jantung Kota Palangka Raya dan banyak pengguna jalan yang melaluinya. Setiap pengguna jalan, baik yang menggunakan kendaraan roda dua ataupun roda empat yang melewati Bundaran Besar, langsung  di rapid test test tanpa turun dari kendaraan,” jelas Dedi. 

Dalam kegiatan tersebut turut hadir Gubernur Kalteng, Sugianto Sabran. Ia sangat mengapresiasi upaya dari Polda Kalteng yang terus membantu pemerintah dalam upaya memutus rantai penyebaran COVID-19.  

 “Saya selaku gubernur sangat bangga dengan Polda Kalteng dan mengapresiasi pelaksanaan rapid test yang digelar ini. Polda Kalteng sangat aktif membantu pemerintah dan masyarakat dalam mencegah penyebaran Covid-19,” tegasnya. Liputansbm

Penulis : Fabianus karang

Share:

Jumat, 19 Juni 2020

Perogram PEN Dideisain Dan Disesuaikan Untuk Perkembangan Dampak Covid - 19

liputansbm.com


Liputan SBM, Jakarta - Staf Khusus Menteri Keuangan Masyita Crystallin dan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara berdialog mengenai Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui IG live berjudul "Menjaga Pemulihan Ekonomi: Kini dan Nanti" pada Kamis, (18/06) di Jakarta. Jumat, 19/06/2020.

Latar belakang pemerintah mendesain program PEN adalah karena dampak Covid-19 yang meluas baik di bidang kesehatan maupun ekonomi. Pemerintah ingin mengantisipasi agar efeknya tidak makin dalam. "Lahirnya program Pemulihan Ekonomi (PEN) adalah shock absorber di masa pandemi," kata Masyita.

Di awal pandemi, pemerintah memberikan stimulus pada sektor pariwisata dan manufaktur. "Asal muasalnya COVID-19, di Tiongkok. Ini mulai serius akhir Januari. Turis Tiongkok mulai jauh berkurang. Tiongkok akan kena secara signifikan. Februari menyebar luas. Di Eropa, Italia yang paling parah. Kalau negara lain kena, maka perdagangan kena. Kalau perdagangan kena, maka sektor manufaktur akan kena. Maka, stimulus pertama kali diarahkan ke manufaktur," kata Wamenkeu.

Kemudian, di awal Maret, saat COVID-19 sudah sampai ke Indonesia, sektor kesehatan mulai diperhatikan dengan menambah anggaran kesehatan. "Awal Maret, interaksi orang harus berhenti, diturunkan, PSBB akan punya dampak ke ekonomi, maka pendapatan orang akan turun. Pendekatan (approach) pemerintah nomor satu adalah kesehatan. Kita menyiapkan seluruh hal yang dibutuhkan teman-teman sektor kesehatan. Kita upgrade RS, mencari APD, ventilator, test kit. Semua itu kita cari, harus ada uangnya. Kalau anggaran lama tidak cukup, kita harus tambah anggarannya," jelas Wamenk#eu.

Selanjutnya, anggaran untuk bantuan sosial (bansos) juga ditingkatkan untuk meredam dampak Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang berakibat menghentikan aktivitas ekonomi hingga waktu yang belum diketahui kepastiannya.

"Kedua, kalau anggaran kesehatan sudah naik, tapi kegiatan ekonomi masyarakat turun, pendapatan masyarakat turun. Berapa lama tidak ada yang tahu, apakah PHK, pengurangan jam kerja. Maka negara hadir, muncul perlindungan sosial yang memang sudah jalan selama ini dan yang di-create yang baru. Yang sudah jalan seperti PKH, kartu sembako. Yang baru, subsidi listrik untuk 450 watt dan 900 watt," tuturnya.

Pemerintah juga memperhatikan dunia usaha agar bertahan di masa pandemi misalnya dengan mengurangi beban pajak, memberikan insentif pajak, dan juga dukungan terhadap UMKM melalui kebijakan subsidi bunga dan penjaminan dari pemerintah jika UMKM membutuhkan tambahan tambahan modal kerja (working capital).

"(Kesehatan dan bansos) itu kan untuk individu, namun dunia usaha juga kena, income turun karena tidak bisa bekerja padahal dia punya kredit ke bank, bisa bisa dia tidak bayar cicilan. Banknya juga bisa kolaps kalau cicilan tidak dibayar. Maka, ketiga, pemerintah memberikan insentif ke dunia usaha," pungkasnya. (RED) liputansbm

Sumber : Publikasi Kementrian Keuangan Republic Indonesia

Share:

Kamis, 18 Juni 2020

Kemen PPA Gelar Webinar Bertajuk Aku Netizen Unggul – Internet Aman Untuk Anak


Liputan SBM, Jakarta - Mempelajari dampak positif maupun negatif internet bagi anak tidak dapat dilakukan hanya sekali. Menurut Program Manager ECPAT Indonesia Andy Ardian dalam Webinar (web-seminar) Aku Netizen Unggul - Internet Aman Untuk Anak (Teman Anak) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) (18/06), banyak informasi mengenai internet yang terus update atau berkembang, sehingga edukasi perlu dilakukan berulang kali. Kamis, 18/06/2020
“Pada awal mula dibuat, internet memang tidak dirancang untuk pengguna anak. Maka perkembangan informasi dan pengetahuan tentang dampak internet harus diedukasikan oleh orang tua maupun sesama anak agar anak bisa menjaga diri dan terhindar dari risiko-risiko negatif dari internet serta bisa mengoptimalkan penggunaan internet dengan baik. Hal ini tidak bisa kita lakukan hanya sekali dua kali,” ujar Andy Ardian.
Selain manfaat internet seperti untuk belajar dan sosialisasi, informasi terkait jejak digital juga perlu dikenali anak. Segala aktivitas di internet akan meninggalkan jejak atau sejarah online yang dapat dilihat orang lain atau terdata di dalam database. Hal ini berdampak buruk jika dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital, seperti penipuan, hacking atau pembajakan, kekerasan dan eksploitasi.
“Eksploitasi seksual anak online ini yang sangat perlu untuk diwaspadai. Bentuk-bentuknya bisa berupa materi yang menampilkan kekerasan atau eksploitasi anak, grooming atau pedekate untuk tujuan seksual online, sexting, pemerasan seksual hingga live streaming atau siaran langsung untuk kekerasan seksual pada anak. Faktanya, eksploitasi seksual anak online terindikasi semakin merebak di masa pandemi Covid-19,” kata Andy.
Laporan tentang eksploitasi seksual anak online yang diterima NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children) pada April 2020, mencatat 4,2 juta konten eksploitasi seksual anak yang didistribusikan atau diakses. Jumlah ini meningkat 2 juta dalam sebulan dibanding data bulan Maret 2020. 
Menanggapi maraknya kejahatan online yang menyasar anak, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar mengungkap pentingnya upaya-upaya pencegahan bersama yang dilakukan oleh orang tua dan anak untuk menghindari dampak buruk internet. 
“Ada empat (4) hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya perlindungan anak dari kejahatan online yaitu membantu anak mengenali perbuatan atau praktik penggunaan internet yang melanggar hukum. Membantu khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban, pelaku atau saksi dari kejahatan online dengan memastikan ada pihak yang bisa memberikan pendampingan psikososial misalnya PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) atau P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Memastikan kebutuhan anak terdampak persoalan internet bisa dipenuhi, bukan hanya bantuan, tapi juga pendampingan, layanan psikososial dan lain-lain. Lalu, jangan biarkan anak-anak berhadapan dengan hukum tidak didampingi,” jelas Nahar.
Nahar berharap keempat hal tersebut dapat dilakukan, khususnya dari unsur anak itu sendiri serta mengutamakan manfaat positif dari internet untuk kehidupan sehari-hari. 
“Kita perlu mengenali sisi baik dan dan sisi negatif internet. Jika kita hidup dan memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya nilai positifnya bagi kita juga akan semakin banyak dan memudahkan kita dalam aktivitas sehari-hari. Kami harap melalui webinar ini, kita semua bisa jadi teman anak, dan bisa dilaksanakan dalam pendampingan bagi anak yang bermasalah dengan internet,” tutur Nahar.
Di sisi lain, Pendiri Yayasan SEJIWA Diena Haryana menuturkan salah satu kasus yang paling banyak terjadi pada anak di ranah internet adalah cyberbullying atau perundungan melalui internet. Hal ini menurut Diena membutuhkan kepedulian orang-orang di sekitar anak untuk mencegahnya. 
“Cyberbullying atau perundungan online itu tidak berhenti sendiri, harus dicegah dan diatasi bersama, lingkungan sekitar anak tidak boleh tinggal diam. Cyberbullying itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan untuk main-main karena dampaknya sangat besar sekali. Hanya karena hal sederhana yang dijadikan bahan bullying, seseorang itu bisa merasakan sangat tertekan. Teman-teman dan sahabat itu berharga, maka lindungi mereka jangan sampai terkena cyberbullying,” ujar Diena salah satu narasumber webinar.
Webinar Aku Netizen Unggul - Teman Anak sesi I ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Kemen PPPA. Webinar diikuti peserta mayoritas dari kalangan anak dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Provinsi Aceh dan Provinsi Banten. Webinar Aku Netizen Unggul - Teman Anak sesi II akan kembali digelar pada 7 Juli 2020. (Red) liputansbm

Sumber : PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK                                                                      
Share:

Selasa, 16 Juni 2020

Menkes Terawan Prioritasan Keselamatan Dan kesehatan Paramurid Bisa Berjalan Dengan Baik



liputansbm.cm


Liputan SBM, JAKARTA - Sebentar lagi proses pembelajaran tatap muka akan dimulai. Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang aman dan sehat, Kementerian Kesehatan siap memberikan pendampingan dan memonitor pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Selasa, 16/06/2020

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam Pengumuman Kebijakan Sektor Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19 yang diselenggarakan secara daring, Senin sore (15/6).

''Mudah-mudahan prioritas untuk keselamatan dan kesehatan para murid bisa berjalan dengan baik, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan itu adalah harapan kita semua,'' kata Menkes.

Lebih lanjut, Menkes menyebutkan apabila ditemukan kasus positif di lingkungan sekolah maka pembelajaran akan dihentikan sementara yang dilanjutkan dengan contact tracing untuk mencegah penularan yang kian meluas.

''Jika ada kasus positif di sekolah maka otomatis Puskesmas dan Dinkes Kab/Kota akan berkoordinasi dengan sekolah tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut, dan aktivitas sekolah akan dihentikan sementara dan akan dilakukan tracing pada anak yang sakit tersebut,'' terang Menkes.

Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan di sekolah hingga kembali normal sehingga proses pembelajaran bisa dimulai kembali, tentu dengan mengedepankan prinsip kesehatan dan keselamatan.

Terkait rencana dimulainya pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Bulan Juli 2020 mendatang, Menkes mengaku siap mendukung dan membantu fasilitasi protokol kesehatan. Ia berharap protokol kesehatan tersebut bukan sekedar kewajiban, namun harus menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi oleh seluruh satuan pendidikan.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan diantaranya memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak/hindari kerumunan, menjaga daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, olahraga, kelola stres, konsumsi makanan bergizi dan jaga kebersihan lingkungan sekolah.

''Kami mendukung protokol kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan disekitar sekolah yang kami surati/imbau untuk bisa melakukan pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang buka melakukan promotif dan preventif sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berlangsung dengan aman, lancar, sehat dan selamat,'' pungkasnya. (RED) Liputansbm

Sumber : Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI



Share:
Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Translate

Featured Post

Sambut Hari Bhayangkara Ke-74 Kapolri Pimpin Tabur Bunga di TMP Kalibata

Liputan SBM, JAKARTA - Dalam rangka menyambut HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin upacara tabur bunga di Taman...

Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Recent Posts