Terkini Covid-19 di INDONESIA

59,394

Positif

2,987

Meninggal

26,667

Sembuh

(Data: covid19.go.id/)

Kamis, 18 Juni 2020

Mentri Basuki Targetkan Optimalaisasi Lahan Di Kalimatan Tengah Hingga 2024

liputansbm.com

Liputan SBM, Jakarta - Sebagai upaya mendukung ketahanan pangan nasional, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendapat tugas dari Presiden Joko Widodo untuk melaksanakan program pengembangan food estate sebagai daerah yang diharapkan menjadi lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Lokasi lumbung pangan baru ini direncanakan berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah yang juga akan menjadi salah satu Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan terdapat lahan potensial seluas 165.000 hektare yang merupakan kawasan aluvial, bukan gambut, pada lahan Eks-Pengembangan Lahan Gambut (PLG) di Kalteng.
“Lahan ini akan mulai kita kerjakan mulai tahun 2020 ini sampai 2022. Targetnya pada 2022 lahan seluas 165.000 hektare sudah bisa dioptimalkan produksinya. Ini adalah program prioritas kedua setelah pengembangan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado-Likupang,” kata Menteri Basuki dalam acara Halal Bihalal bersama Asosiasi Profesi Keairan yang dilakukan melalui video conference pada Selasa (9/6/2020).
Dikatakan Menteri Basuki pengembangan program food estate ini akan dilakukan bersama Kementerian BUMN melalui skema investasi. Kementerian PUPR mengembangkan sarana dan prasarana dasar seperti perbaikan saluran-saluran irigasi di sekitar kawasan tersebut baik jaringan irigasi sekunder maupun primer. Sementara Kementerian BUMN bersama Kementerian Pertanian akan melakukan pengembangan teknologi olah tanamnya sehingga bisa menghasilkan produksi yang lebih baik. Diharapkan dari 1 hektare lahan tersebut akan meningkatkan produktivitas padi sebesar 2 ton.
Dari 165.000 hektare lahan tersebut seluas 85.500 hektare merupakan lahan fungsional yang sudah digunakan untuk berproduksi setiap tahunnya. Sementara 79.500 hektare sisanya sudah berupa semak belukar sehingga perlu dilakukan pembersihan (land clearing) saja, tanpa perlu dilakukan cetak sawah kembali.
Dari 85.500 hektare lahan fungsional, sekitar 28.300 hektare yang kondisi irigasinya baik. Sementara 57.200 hektare lahan lainnya diperlukan rehabilitasi jaringan irigasi dalam rangka program food estate dengan total kebutuhan anggaran Rp 1,05 triliun. “Setiap tahun kita tangani rehab irigasi di kawasan Eks-PLG ini,” tambah Menteri Basuki. Rehabilitasi ini dikerjakan secara bertahap mulai dari 2020 – 2022 dengan rincian 2020 seluas 1.210 hektare, pada 2021 seluas 33.335 hektare, dan tahun 2022 seluas 22.655 senilai Rp 497,2 miliar.
Kegiatan rehabilitasi irigasi pada Tahun Anggaran 2020 meliputi 4 kegiatan fisik yakni rehabilitasi seluas 1.210 hektare dengan anggaran Rp 26 miliar dan 2 kegiatan perencanaan seluas 164.595 hektare dengan anggaran Rp 47 miliar. Kegiatan fisik meliputi peninggian tanggul, pembuatan pintu air dan pengerukan saluran di D.I Rawa Tahai seluas 215 hektare senilai Rp 9,8 miliar yang kontaknya telah dimulai pada 28 Mei 2020. D.I Tambak Sei Teras seluas 195 hektare senilai Rp 4,1 miliar dengan progres 29,1%. D.I Tambak Bahaur seluas 240 hektare senilai Rp 3,9 miliar dengan progres 27,2% dan D.I Rawa Belanti seluas 560 hektare senilai Rp 8,2 miliar.
Selain melakukan rehabilitasi irigasi, saat ini Kementerian PUPR juga tengah melakukan rehabilitasi kantor Eks PLG Kalteng yang akan digunakan sebagai kantor food estate dengan progres sebesar 56% dan rehabilitasi dermaga dengan progres sebesar 20%.
Pada kesempatan tersebut, Menteri Basuki meminta dukungan dan masukan dari para anggota Asosiasi Profesi Keairan untuk tetap dapat membangun pengairan ke depan lebih baik. Turut mendampingi Menteri Basuki, Dirjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Dirjen Perumahan Khalawi AH, Staf Ahli Menteri Bidang Ekonomi dan Investasi Mohammad Zainal Fatah, Staf Ahli Menteri Bidang Sosial Budaya dan Peran Masyarakat Sudirman, Staf Ahli Menteri Bidang Keterpaduan Pembangunan Achmad Gani Ghazali Akman, dan para Pejabat Tinggi Pratama di Lingkungan Ditjen SDA. (RED)
Sumber : Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR



Share:

Siap Diresmikan Jembatan Tumbang Samba Siap Dukung Peningkatan Ekinomi Kalteng


liputansbm.com

Liputan SBM, Palangka Raya - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) telah menyelesaikan pembangunan Jembatan Tumbang Samba yang menghubungkan Desa Telok dan Desa Samba Danum, di Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng). Jembatan sepanjang 843,2 meter tersebut menjadi infrastruktur vital bagi kelancaran konektivitas di Lintas Tengah Kalimantan, khususnya dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat Kalteng. Kamis 18/06/2020
Sebelumnya, Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran bersama Kepala Dinas PUPR Shalahuddin telah meninjau lokasi pembangunan jembatan tersebut serta memantau akses infrastruktur agar dapat terkoneksi. “Pembangunan Jembatan Tumbang Samba itu oleh Pemerintah Pusat, dilaksanakan Kementrian PUPR sejak tahun 2017 dan sudah rampung tahun ini. Siap diresmikan oleh Bapak Presiden RI dan Bapak Menteri PUPR nantinya. Upaya yang kami juga lakukan di daerah, Pembangunan infrastruktur oleh Pemprov Kalteng juga bersinergi dengan Pemerintah Pusat, seperti Jembatan Layang Kolam (Kotawaringin Barat), perbaikan Jembatan di wilayah Barito, hingga pembangunan dan perbaikan jalan di berbagai daerah, sehingga dapat terintegritas dengan baik, untuk menunjang dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” jelas Gubernur Sugianto.
Sementara itu, Kadis PUPR Shalahuddin mengatakan pihaknya terus berkoordinasi dengan pihak Balai Jalan Nasional serta Kementrian PUPR untuk rencana peresmian Jembatan Tumbang Samba. Disebutkan dalam rilis oleh pihak Kementrian PUPR bahwa Jembatan Tumbang Samba sudah rampung 100 persen dan siap diresmikan untuk mendukung konektivitas Program Lumbung Pangan Baru di Kalimantan Tengah.
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengungkapkan bahwa kehadiran Jembatan Tumbang Samba dan tersambungnya Jalan Lintas Tengah Kalimantan diharapkan agar kegiatan ekonomi di daerah sekitar dapat terus tumbuh dan kesejahteraan masyarakat dapat meningkat. “Semakin terhubungnya Lintas Tengah Kalimantan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi kawasan karena di sekitarnya terdapat perkebunan seperti sawit, karet dan pertambangan. Jadi akan mempercepat transportasi logistik,” ujar Menteri Basuki.
Selain itu, Jembatan Tumbang Samba akan mendukung peningkatan konektivitas menuju lokasi rencana pengembangan food estate atau daerah yang ditetapkan sebagai lumbung pangan baru di luar Pulau Jawa. Lokasi lumbung pangan baru yang juga merupakan bagian dari Program Strategis Nasional (PSN) 2020 – 2024 tersebut berada di Kabupaten Pulang Pisau, Provinsi Kalimantan Tengah. Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XI Banjarmasin Ditjen Bina Marga Budi Harimawan Semihardjo pun mengutarakan, “Pembangunan Jembatan Tumbang Samba bertujuan untuk membuka kawasan terisolir di Utara Katingan dan melengkapi struktur jaringan jalan nasional dari Kalimantan Tengah menuju Kalimantan Barat dan sebaliknya. Dengan itu nantinya akan membawa efek positif bagi peningkatan perekonomian masyarakat di wilayah Utara Katingan”.
Rampungnya jembatan yang melintasi Sungai Katingan ini telah dinanti dan direspon positif oleh masyarakat Kalteng karena akan mempermudah pergerakan masyarakat dari bagian hulu (Utara) Kabupaten Katingan ke Pasar Tumbang Samba hingga ke batas Provinsi Kalimantan Barat.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran mengaku bangga dan menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo serta Pemerintah Pusat atas terselesainya Jembatan Tumbang Samba dan bisa dilalui warga. Gubernur Sugianto mengutarakan bahwa kehadiran jembatan ini selain dapat membuka keterisolasian daerah, juga menjadi elemen penggerak ekonomi kerakyatan khususnya di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah dan Pulau Kalimantan, termasuk juga membantu konektifitas dalam meningkatkan ketahanan pangan nasional di Kalimantan Tengah. (Red)


Share:

Kapolda Kalteng Cek Pengaman di RSUD Doris Sylvanus dan Pasar Besar


liptansbm.com

Liputan SBM, Palangka Raya - Kapolda Irjen Pol. Dr. Dedi Prasetyo, M.Hum, M.Si., M. didampingi Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, S.I.K., S.H., M.Hum dan dr. Ricka Brillianty, Sp.Kf mengecek langsung kesiapsiagaan pengamanan personel Polri di rumah sakit yang menjadi rujukan pasien Covid-19 di Palangka Raya tersebut. 18/6/2020
Dalam arahannya Kapolda menyampaikan, personel Polri yang berjaga di rumah sakit harus dirapid test agar tetap semangat dan disiplin dalam melaksanakan tugas.
“Bila dirasa kurang agar ditambahkan personel yang melaksanakan pengamanan dan selalu jaga kesehatan,” pesan Kapolda.
Setelah mengunjungi RSUD Doris Sylvanus, Kapolda beserta rombongan menuju ke Pos Pengamanan Pasar Besar, Jl. Halmahera Kota Palangka Raya.


Di Pos Pasar Besar, rombongan Kapolda disambut oleh Kapolsek Pahandut Kompol Edia Sutaata, S.H., M.H., dan Danramil Pahandut 1016/01, Mayor Heru.
Dalam kunjungannya ke Pos Pasar Besar, Kapolda memberikan arahan kepada Kapolresta Palangka Raya dan Kapolsek Pahandut, agar berkoordinasi dengan instansi terkait berkenaan dengan operasional pedagang di Pasar Besar.
“Pedagang yang berjualan di pasar harus menggunakan sistem ganjil genap sehingga bisa menerapkan protokol kesehatan dengan tetap menjaga jarak. Contoh aktifitas di Pasar Tanah Abang Jakarta,” tutur Dedi.
Kapolda memerintahkan, agar terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk taat pada protokol kesehatan baik kepada pengunjung maupun pedagang. (RED) Liputansbm


Share:

Polsek Martapura Laksanakan pengamanan Pembagian BLT untuk 107 orang



liputansbm.com

Liputan SBM, MARTAPURA – Polsek Martapura Timur Melakukan pengamanan penyaluran BLT DD di Desa Pekauman Kec.Martapura Kab Banjar. (17/6/2020).
Demi menciptakan rasa aman Bripka M. Kamarudin, hadir ditengah kegiatan BLT DD tersebut, adapun BLT DD disalurkan kepada 107 orang warga yang terdampak covid 19.
Kapolsek Martapura Timur Ipda Samsul Bahri, S.H., M.H., MAP mengatakan “Kali ini tidak sekedar mengamankan dan menertibkan masyarakat, namun juga menata warga supaya tidak bergerombol terlalu dekat, petugas sendiri juga jaga diri dari penularan covid-19,” terangnya.(RED) liputansbm
Sumber : Humas Polres Banjar.

Share:

Kemen PPA Gelar Webinar Bertajuk Aku Netizen Unggul – Internet Aman Untuk Anak


Liputan SBM, Jakarta - Mempelajari dampak positif maupun negatif internet bagi anak tidak dapat dilakukan hanya sekali. Menurut Program Manager ECPAT Indonesia Andy Ardian dalam Webinar (web-seminar) Aku Netizen Unggul - Internet Aman Untuk Anak (Teman Anak) yang digelar Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) (18/06), banyak informasi mengenai internet yang terus update atau berkembang, sehingga edukasi perlu dilakukan berulang kali. Kamis, 18/06/2020
“Pada awal mula dibuat, internet memang tidak dirancang untuk pengguna anak. Maka perkembangan informasi dan pengetahuan tentang dampak internet harus diedukasikan oleh orang tua maupun sesama anak agar anak bisa menjaga diri dan terhindar dari risiko-risiko negatif dari internet serta bisa mengoptimalkan penggunaan internet dengan baik. Hal ini tidak bisa kita lakukan hanya sekali dua kali,” ujar Andy Ardian.
Selain manfaat internet seperti untuk belajar dan sosialisasi, informasi terkait jejak digital juga perlu dikenali anak. Segala aktivitas di internet akan meninggalkan jejak atau sejarah online yang dapat dilihat orang lain atau terdata di dalam database. Hal ini berdampak buruk jika dimanfaatkan orang yang tidak bertanggung jawab untuk melakukan kejahatan digital, seperti penipuan, hacking atau pembajakan, kekerasan dan eksploitasi.
“Eksploitasi seksual anak online ini yang sangat perlu untuk diwaspadai. Bentuk-bentuknya bisa berupa materi yang menampilkan kekerasan atau eksploitasi anak, grooming atau pedekate untuk tujuan seksual online, sexting, pemerasan seksual hingga live streaming atau siaran langsung untuk kekerasan seksual pada anak. Faktanya, eksploitasi seksual anak online terindikasi semakin merebak di masa pandemi Covid-19,” kata Andy.
Laporan tentang eksploitasi seksual anak online yang diterima NCMEC (National Center for Missing and Exploited Children) pada April 2020, mencatat 4,2 juta konten eksploitasi seksual anak yang didistribusikan atau diakses. Jumlah ini meningkat 2 juta dalam sebulan dibanding data bulan Maret 2020. 
Menanggapi maraknya kejahatan online yang menyasar anak, Deputi Bidang Perlindungan Anak Kemen PPPA Nahar mengungkap pentingnya upaya-upaya pencegahan bersama yang dilakukan oleh orang tua dan anak untuk menghindari dampak buruk internet. 
“Ada empat (4) hal yang perlu diperhatikan sebagai upaya perlindungan anak dari kejahatan online yaitu membantu anak mengenali perbuatan atau praktik penggunaan internet yang melanggar hukum. Membantu khususnya bagi anak-anak yang menjadi korban, pelaku atau saksi dari kejahatan online dengan memastikan ada pihak yang bisa memberikan pendampingan psikososial misalnya PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), UPTD PPA (Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak) atau P2TP2A (Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak). Memastikan kebutuhan anak terdampak persoalan internet bisa dipenuhi, bukan hanya bantuan, tapi juga pendampingan, layanan psikososial dan lain-lain. Lalu, jangan biarkan anak-anak berhadapan dengan hukum tidak didampingi,” jelas Nahar.
Nahar berharap keempat hal tersebut dapat dilakukan, khususnya dari unsur anak itu sendiri serta mengutamakan manfaat positif dari internet untuk kehidupan sehari-hari. 
“Kita perlu mengenali sisi baik dan dan sisi negatif internet. Jika kita hidup dan memanfaatkan internet dengan sebaik-baiknya nilai positifnya bagi kita juga akan semakin banyak dan memudahkan kita dalam aktivitas sehari-hari. Kami harap melalui webinar ini, kita semua bisa jadi teman anak, dan bisa dilaksanakan dalam pendampingan bagi anak yang bermasalah dengan internet,” tutur Nahar.
Di sisi lain, Pendiri Yayasan SEJIWA Diena Haryana menuturkan salah satu kasus yang paling banyak terjadi pada anak di ranah internet adalah cyberbullying atau perundungan melalui internet. Hal ini menurut Diena membutuhkan kepedulian orang-orang di sekitar anak untuk mencegahnya. 
“Cyberbullying atau perundungan online itu tidak berhenti sendiri, harus dicegah dan diatasi bersama, lingkungan sekitar anak tidak boleh tinggal diam. Cyberbullying itu bukan sesuatu yang bisa dilakukan untuk main-main karena dampaknya sangat besar sekali. Hanya karena hal sederhana yang dijadikan bahan bullying, seseorang itu bisa merasakan sangat tertekan. Teman-teman dan sahabat itu berharga, maka lindungi mereka jangan sampai terkena cyberbullying,” ujar Diena salah satu narasumber webinar.
Webinar Aku Netizen Unggul - Teman Anak sesi I ini merupakan rangkaian kegiatan Peringatan Hari Anak Nasional yang diselenggarakan oleh Kemen PPPA. Webinar diikuti peserta mayoritas dari kalangan anak dari beberapa wilayah di Indonesia seperti Provinsi Aceh dan Provinsi Banten. Webinar Aku Netizen Unggul - Teman Anak sesi II akan kembali digelar pada 7 Juli 2020. (Red) liputansbm

Sumber : PUBLIKASI DAN MEDIA KEMENTERIAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK                                                                      
Share:

PERKUMPULAN REIKI INDONESIA MENYATAKAN KESEDIAAN DAN KESANGGUPAN DALAM MENYEMBUHKAN PENYAKIT COVID -19


Liputan SBM, Jakarta - Dengan semakin memburuknya kondisi sosial ekonomi Indonesia sehubungan dengan ketakutan yang berlebihan, yang ditimbulkan oleh overexposure tentang penyakit COVID - 19, yang disebabkan oleh virus SARS CO-V2, maka tampak dengan jelas bahwa kedokteran sebagai tulang punggung kesehatan masyarakat Indonesia tidak dapat bekerja sendiri dalam mengatasi masalah ini serta mengendalikan situasi, 30/03/2020.
Sebagai suatu perkumpulan berbadan hukum yang terdaftar secara resmi di Kementrian Kesehatan sebagai penerbit rekomendasi untuk terapis kesehatan tradisional (HatTra) berbasis keterampilan olah energi / olah pikir, kami merasa terpanggil untuk ikut bertanggung jawab dan mengerahkan seluruh sumber daya kami untuk bersinergi dan membantu pemerintah dalam menanggulangi masalah ini.Dikarenakan sejak tahun 2018, anggota kami yang bergerak di bidang penelitian telah menemukan metoda-metoda yang efektif dan efisien dalam menangani berbagai jenis penyakit menular, maka sejak itu pula beberapa anggota kami telah melaporkan tingkat kesuksesan diatasi 80 persen dalam menyembuhkan berbagai penyakit yang diakibatkan oleh mikroba, antara lain virus, bakteri, jamur dan paramaecium. Penyakit yang telah berhasil disembuhkan selama ini mencakup juga influenza (yang disebabkan oleh virus dari keluarga HxNx) dan common cold (yang disebabkan oleh virus dari keluarga Corona).

Demikian pula sejak mulai ramainya berita tentang menyebarnya virus Corona varian baru keluar dari RRC, bidang LitBang kami telah memulai upaya untuk memastikan apakah metoda-metoda yang kami miliki bisa efektif untuk menangani virus tersebut, dan sebagai hasilnya, disimpulkan bahwa SARS CO-V2 dapat dilumpuhkan dengan metoda yang sama yang selama ini digunakan untuk melumpuhkan varian yang menyebabkan penyakit Common Cold, yakni dengan menggunakan listrik statis yang dihasilkan oleh tubuh. Sejak beredarnya virus tersebut di Indonesia, kami telah menangani total lebih dari 200 kasus gejala demam dan batuk kering dengan tingkat kesembuhan dalam 48 jam melebihi 80 persen.

Langkah penanganan yang dilakukan sangat sederhana dan hasilnya sangat efektif. Penderita gejala demam dan batuk kering di instalkan program untuk terapi antivirus, lalu melakukan terapi pada diri sendiri dengan mengarahkan jari-jari tangannya ke kepalanya sendiri selama 2 menit, kemudian ke dadanya selama 2 menit, abdomen atas selama 2 menit dan abdomen bawah selama 2 menit. Untuk kondisi gejala yang termasuk kategori very mild, terapi ini hanya perlu dilakukan sekali dan gejala biasanya sudah hilang dalam waktu 12 jam. Untuk kategori mild, terapi ini perlu dilakukan dua atau tiga kali dan gejala biasanya hilang dalam waktu 24 sd 48 jam. Sejauh ini kami belum mendapatkan klien dengan kondisi gejala intermediate dan severe, jadi kami belum memiliki data tentang itu. Setelah gejalanya sendiri hilang, klien dapat melakukan terapi juga pada seluruh anggota keluarganya yang tinggal serumah untuk memastikan bahwa virus yang di tubuh mereka juga ternetralisir.


Walaupun data uji coba kami bukan pada kasus yang sudah terkonfirmasi positif (sejauh ini baru 1 kasus yang sudah terkonfirmasi positif dan dinyatakan sembuh 2 hari setelah diterapi / 4 hari setelah pertama di konfirmasi positif), namun karena banyak dari klien yang kami terap adalah orang-orang yang berada di zona merah serta ada kontak langsung dengan ODP / PDP, kami yakin setidaknya sebagian dari mereka adalah benar tertular SARS CO-V2. Akan tetapi jika ada pihak-pihak yang merasa bahwa hal ini harus dibuktikan secara uji klinis, kami siap untuk menjalani pembuktian kapanpun dibutuhkan, asalkan difasilitasi untuk akses ke penderita yang sudah di konfirmasi positif COVID-19. Bahkan sebenarnya kami telah mengusahakan sendiri untuk hal ini, akan tetapi terbentur pada kerumitan birokrasi yang ada.

Perlu diketahui bahwa instalasi anti virus dapat dilakukan secara tatap muka dari jarak aman (2 meter atau lebih) ataupun dilakukan secara jarak jauh (tanpa tatap muka). Karena kebutuhan yang mendesak dan secara nasional, peneliti kami telah merelakan bahwa metoda ini yang biasanya dijadikan sebagai sumber penghasilan, diberikan satu kali secara gratis untuk pemakaian selama 3 hari kepada SIAPAPUN yang memintanya untuk dimanfaatkan baik pada diri sendiri maupun pada orang lain. Kelonggaran ini diberikan sampai masalah COVID-19 ini berhasil ditangani dengan baik dan tidak lagi mengakibatkan disrupsi sosial ekonomi di Indonesia. #liputansbm

Sumber : Irwan Effendi Ketua Pelaksana Harian
+628129592695 / email ingxiong@gmail.com


Share:

Selasa, 16 Juni 2020

Menkes Terawan Prioritasan Keselamatan Dan kesehatan Paramurid Bisa Berjalan Dengan Baik



liputansbm.cm


Liputan SBM, JAKARTA - Sebentar lagi proses pembelajaran tatap muka akan dimulai. Untuk mendukung pelaksanaan pembelajaran yang aman dan sehat, Kementerian Kesehatan siap memberikan pendampingan dan memonitor pelaksanaan protokol kesehatan di lingkungan sekolah. Selasa, 16/06/2020

Pernyataan ini disampaikan secara langsung oleh Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dalam Pengumuman Kebijakan Sektor Pendidikan di Masa Pandemi COVID-19 yang diselenggarakan secara daring, Senin sore (15/6).

''Mudah-mudahan prioritas untuk keselamatan dan kesehatan para murid bisa berjalan dengan baik, kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan lancar dan itu adalah harapan kita semua,'' kata Menkes.

Lebih lanjut, Menkes menyebutkan apabila ditemukan kasus positif di lingkungan sekolah maka pembelajaran akan dihentikan sementara yang dilanjutkan dengan contact tracing untuk mencegah penularan yang kian meluas.

''Jika ada kasus positif di sekolah maka otomatis Puskesmas dan Dinkes Kab/Kota akan berkoordinasi dengan sekolah tersebut untuk menjaga agar tidak terjadi penyebaran lebih lanjut, dan aktivitas sekolah akan dihentikan sementara dan akan dilakukan tracing pada anak yang sakit tersebut,'' terang Menkes.

Pihaknya juga akan terus memantau perkembangan di sekolah hingga kembali normal sehingga proses pembelajaran bisa dimulai kembali, tentu dengan mengedepankan prinsip kesehatan dan keselamatan.

Terkait rencana dimulainya pelaksanaan pembelajaran tatap muka pada Bulan Juli 2020 mendatang, Menkes mengaku siap mendukung dan membantu fasilitasi protokol kesehatan. Ia berharap protokol kesehatan tersebut bukan sekedar kewajiban, namun harus menjadi nilai-nilai yang terinternalisasi oleh seluruh satuan pendidikan.

Protokol kesehatan yang harus diterapkan diantaranya memakai masker, cuci tangan pakai sabun dengan air mengalir, jaga jarak/hindari kerumunan, menjaga daya tahan tubuh, istirahat yang cukup, olahraga, kelola stres, konsumsi makanan bergizi dan jaga kebersihan lingkungan sekolah.

''Kami mendukung protokol kesehatan melalui fasilitas pelayanan kesehatan disekitar sekolah yang kami surati/imbau untuk bisa melakukan pendampingan terhadap sekolah-sekolah yang buka melakukan promotif dan preventif sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berlangsung dengan aman, lancar, sehat dan selamat,'' pungkasnya. (RED) Liputansbm

Sumber : Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI



Share:

Senin, 15 Juni 2020

Kapolresta Palangka Raya Komitmen menangani Karhutla



Liputan SBM, Palangkaraya - Polresta Palangkaraya kembali Menunjukan komitmennya Mencegah Pembakaran Hutan dan Lahan(Karhutla)di wilayah Palangkaraya dan sekitarnya, hal ini disampaikan langsung Kapolresta saat memimpin Apel pagi. Senin, 15-06-2020.

Kombes pol Dwi Tunggal Jaladri mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) adalah sebagai musuh kita bersama karena selain merusak flora dan fauna juga berakibat fatal bagi kesehatan manusia.

"Untuk menangani hal ini kita telah menyiapkan pos pos penjagaan di beberapa wilayah yang berpotensi terjadinya pembakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Jaladri juga mengingatkan jajarannya agar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan mengutamakan tindakan yang Humanis, tidak arogan, dan mengayomi.

Kapolresta juga mengajak masyarakat Kota Palangka Raya dan sekitarnya untuk sama-sama peduli terhadap lingkungan juga tidak melakukan perbuatan melawan hukum", pungkasnya. Liputansbm

Penulis : Fabianus karang


Share:

Sabtu, 13 Juni 2020

Satpolairut Himabau Tentang Keselamatan Di Perairan


liputansbm.com

Liputan SBM, TANAH BUMBU - Anggota Satpolairud Polres Tanah Bumbu terus melakukan sosialisasi keselamatan di perairan kepada ABK Kapal TB. Pancaran 512, di perairan Bunati. Sosialisasi ini sangat penting karena sering kali terjadi musibah orang tenggelam bahkan kecelakaan kerja pada saat melakukan kegiatan di atas kapal. Sabtu (13/06/2020)
Sosialisasi ataupun imbauan kali ini dilakukan dengan cara memasangkan Life Jacket kepada para ABK Kapal TB. Pancaran 512 yang berlayar di perairan Bunati.
Dalam sosialisasi yang berbentuk imbauan itu agar menggunakan life jacket dan apabila yang tidak mau memakai dan berada di atas kapal TB. Pancaran 512 agar di tegur, semua demi keselamatan selama melakukan kegiatan di atas kapal.
Kami tidak segan menegur Nahkoda maupun ABK Kapal yang tidak menggunakan life jacket karena ini demi keselamatan bersama.
Selain melakukan sosialisasi dan himbauan tentang keselamatan di perairan, Satpolair juga mengingatkan agar tidak buang sampah di laut, saling menjaga dari gangguan kamtibmas dan jadikan Perairan Bunati aman dari gangguan kamtibmas.(RED) Liputansbm
Sumber : Tribrata News Tanah Bumbu


Share:

Sabtu, 12 Januari 2019

Apa Yang Janggal di Spanduk PKB | Liputan SBM

[caption id="attachment_4108" align="alignnone" width="1280"] Spanduk dijalan Adonis Samad[/caption]

suaraborneomembangun.com , Palangka Raya - Alat peraga kampanye (APK) berupa spanduk, baliho dan bentuk lainnya terlihat di setiap ruas jalan sudut Kota "Cantik" Palangkaraya. Beragam model para calon anggota legislatif mencoba menarik perhatian para pemilihnya.

Namun pemandangan berbeda pada salah satu spanduk atas nama Habib H. Said Ismail (Ketua DPW PKB Kalteng) di tiga titik berbeda diantaranya jalan Adonis Samad, Jalan Diponegoro, dan ruas jalan Yos Sudarso.


Hal berbeda itu adalah adanya coretan pilox warna hitam entah siapa pelaku dan untuk tujuan apa mencoret nama dan muka orang nomor dua di Provinsi Kalimantan Tengah ini (Wakil Gubernur-red).

[caption id="attachment_4105" align="alignnone" width="951"] Spanduk dijalan Diponegoro[/caption]

"Saya tidak mengerti apa yang menjadi tujuan dari pihak oknum usil yang mencoret muka dan nama saya di spanduk sebanyak tiga titik di ruas berbeda itu," ungkap Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (Partai PKB) Kalteng Habib H. Said Ismail, penuh senyum kepada awak Media Online SBM ketika ditemui Rumah Aspirasi Jokowi-Ma'ruf Amin di jalan Anggrek, sabtu 12/01/2019.

Lebih lanjut Habib Said menegaskan, pada dasarnya oknum usil seperti ini adalah orang yang tidak berani ketemu langsung.

[caption id="attachment_4106" align="alignnone" width="1246"] Spanduk dijalan Yos Sudarso[/caption]

Selanjutnya langkah terkait dengan spanduk yang berada di tiga titik akan kami lepas dan menggantikan dengan yang baru lagi.

"Tiga spanduk akan kami lepas segera mungkin dan menggantikan dengan yang baru, masih ada banyak stok spanduk yang ada foto dan nama saya," pungkas Habib H. Said Ismail kepada wartawan Liputan SBM Online.

Pantauan di lapangan oleh Liputan SBM sampai berita di tayangkan spanduk yang di rusak belum juga digantikan dengan yang baru. (eko/red)
Share:
Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Translate

Featured Post

Sambut Hari Bhayangkara Ke-74 Kapolri Pimpin Tabur Bunga di TMP Kalibata

Liputan SBM, JAKARTA - Dalam rangka menyambut HUT ke-74 Bhayangkara, Kapolri Jenderal Idham Azis memimpin upacara tabur bunga di Taman...

Iklan Berbayar Hubungi email : marketing.liputansbm@gmail.com
alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar alt/text gambar

Recent Posts