Dinkes Palangka Raya Petakan Wilayah Rawan DBD, Masyarakat Diminta Waspada

Rizal
0
Foto: Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya H. Riduan, SKM., M.M.Kes.


Palangka Raya, LiputanSBM – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Palangka Raya memastikan bahwa kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di wilayahnya masih dalam kondisi terkendali. Meski demikian, kewaspadaan tetap ditingkatkan menyusul ditemukannya sejumlah kasus DBD, termasuk yang menyerang anak-anak, terutama di tengah kondisi cuaca pancaroba. Selasa, 03/02/2026.


Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, H. Riduan, SKM., M.M.Kes., menjelaskan bahwa secara angka, peningkatan kasus DBD belum tergolong signifikan. Pada Januari 2025 tercatat tujuh kasus DBD, sementara pada periode yang sama tahun ini dilaporkan sebanyak 16 kasus.


Baca Juga:

“Secara epidemiologis belum signifikan, namun kewaspadaan tetap harus dijaga, terutama pada masa peralihan musim yang berpotensi meningkatkan perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti,” ujarnya kepada wartawan liputansbm.com pada Senin, (02/02).


Berdasarkan hasil pemantauan dan pemetaan wilayah, Dinkes mencatat sejumlah kawasan yang perlu mendapat perhatian khusus. Di antaranya Kecamatan Jekan Raya, khususnya Kelurahan Palangka, Menteng, dan Bukit Tunggal. Selain itu, Kecamatan Sebangau juga menjadi wilayah pantauan, terutama di Kelurahan Kameloh Baru.


Saat ini, Dinkes Palangka Raya masih berada pada tahap kewaspadaan dini. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap kebersihan lingkungan serta segera memanfaatkan fasilitas layanan kesehatan apabila mengalami gejala demam yang mengarah pada DBD.


Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan, Dinkes terus memperkuat koordinasi dengan UPT Puskesmas di seluruh wilayah. Selain mengintensifkan gerakan 3M Plus, puskesmas juga aktif melakukan edukasi kepada masyarakat melalui media sosial, serta memperkuat pelacakan dan investigasi setiap temuan kasus DBD.


Fogging fokus dan penguatan surveilans sudah dilaksanakan oleh seluruh puskesmas sesuai dengan wilayah kerjanya masing-masing,” jelas Riduan.


Ia menambahkan, hingga saat ini seluruh rumah sakit di Kota Palangka Raya serta puskesmas masih dalam kondisi siap melayani dan menangani pasien DBD. Tidak ada laporan mengenai kelebihan kapasitas pasien akibat DBD.


Terkait sosialisasi, Dinkes menekankan pentingnya pelibatan seluruh unsur masyarakat. Menurutnya, pengendalian DBD tidak dapat bergantung pada satu waktu atau kegiatan tertentu saja, melainkan harus dilakukan secara berkelanjutan melalui kesadaran kolektif.


“Tidak ada waktu khusus. Intinya masyarakat harus selalu waspada, menjaga lingkungan, dan menerapkan pola hidup sehat. DBD hanya bisa dikendalikan jika masyarakat peduli terhadap kebersihan lingkungannya masing-masing,” pungkasnya.

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});