Targetkan 14.000 Km Jalur Kereta Api, Menko AHY Masukkan Trans-Kalimantan dalam Prioritas

Rizal
0
Gambar: Ilustrasi Menggunakan Ai

Jakarta, LiputanSBM  — Pemerintah berkomitmen mempercepat pengembangan jaringan perkeretaapian di luar Pulau Jawa melalui megaproyek Trans Sumatra, Kalimantan, dan Sulawesi (SKS). Langkah strategis ini diambil guna memperkuat konektivitas nasional, memangkas biaya logistik yang tinggi, serta mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi di luar Jawa. Senin, 25/05/2026.


Dalam ketengan resminya Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menegaskan bahwa proyek ini merupakan salah satu program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.


Baca Juga:

“Kami baru saja menggelar rapat koordinasi lintas kementerian. Pengembangan jaringan kereta api nasional ini adalah pilar utama infrastruktur dan pembangunan kewilayahan yang diinstruksikan langsung oleh Presiden Prabowo,” ujar Menko AHY usai memimpin rapat koordinasi di Stasiun Tanah Abang, Jakarta, beberapa waktu lalu.


Menko AHY menjelaskan, arah pengembangan ke depan tidak hanya fokus pada mobilitas penumpang, melainkan juga dioptimalkan untuk angkutan barang. Transformasi ini diharapkan dapat mendongkrak produktivitas ekonomi daerah secara signifikan.


Selain efisiensi ekonomi, sektor perkeretaapian menjadi kunci penting dalam transisi energi hijau pemerintah.


“Kontribusi emisi dari kereta api sangat kecil, kurang dari 1 persen, jika dibandingkan dengan transportasi darat berbasis jalan yang menyumbang sekitar 89 persen. Jadi, ekspansi jalur kereta ini sejalan dengan target penurunan emisi karbon nasional,” imbuhnya.


Pemerintah mengakui bahwa tantangan terbesar sektor perkeretaapian saat ini adalah ketimpangan investasi (underinvestment) jika dibandingkan dengan pembangunan jalan raya. Saat ini, infrastruktur rel masih sangat didominasi di Pulau Jawa.


“Sumatra sudah memiliki jaringan tetapi belum sepenuhnya terhubung (terintegrasi). Sulawesi jalurnya masih sangat terbatas, sementara Kalimantan bahkan belum memiliki jaringan kereta sama sekali. Ketimpangan ini yang sedang kita urai,” kata Menko AHY.


Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, pemerintah memproyeksikan kebutuhan pengembangan dan reaktivasi jaringan rel kereta api di Indonesia mencapai sekitar 14.000 kilometer dalam jangka menengah hingga panjang. Pengerjaannya akan dilakukan bertahap berdasarkan skala prioritas (quick wins).


Mengingat skala proyek yang masif, Menko AHY menegaskan pemerintah tidak akan bertumpu pada APBN semata. Pemerintah tengah merumuskan skema pembiayaan kreatif (creative financing).


“Pendanaan akan mengombinasikan APBN, APBD, Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU), serta membuka peluang investasi hijau dari pihak swasta maupun luar negeri,” jelasnya.


Sebagai langkah awal, pemerintah tengah mengkaji secara mendalam pengembangan jalur di Sumatra bagian utara, khususnya ruas Banda Aceh hingga Besitang.


Guna memastikan proyek ini berjalan terintegrasi dan bebas dari ego sektoral, pemerintah berencana membentuk komite khusus lintas kementerian. Komite ini bertugas menyempurnakan Rencana Induk Perkeretaapian Nasional (RIPN).


Rapat koordinasi strategis ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, antara lain: Menteri PPN/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, Kepala BRIN, Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, B.S., M.Sc., Wakil Kepala BP BUMN, Aminuddin Ma’ruf, Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin, serta Turut mendampingi Menko AHY dalam pertemuan tersebut: Staf Khusus Menteri (Agust Jovan Latuconsina, Sigit Raditya, Herzaky Mahendra Putra, Merry Riana) serta Tenaga Ahli Menteri (Ahmad Khoirul Umam dan Rio Neswan).


Pewarta: Rizal

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});