Palangka Raya, LiputanSBM — Di tengah derasnya arus informasi digital, kemampuan masyarakat untuk berpikir kritis dan bertindak bijak di ruang siber menjadi kebutuhan mendesak. Literasi digital tidak lagi sekadar soal kecakapan mengoperasikan gawai, tetapi juga menyangkut etika, budaya, dan keamanan dalam berinteraksi di dunia digital. Rabu (11/02/2026).
Literasi digital mencakup kemampuan memahami, menggunakan, mengevaluasi, hingga menciptakan informasi secara kritis, aman, dan etis melalui teknologi digital.
Baca Juga:
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) menempatkan literasi digital dalam empat pilar utama, yakni digital skills (kecakapan teknis), digital culture (budaya digital berlandaskan nilai kebangsaan), digital ethics (etika berinternet), serta digital safety (keamanan dan perlindungan data pribadi).
Kesadaran akan pentingnya literasi digital tersebut mendorong Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfo) untuk terus menggencarkan edukasi literasi digital, khususnya di kalangan generasi muda. Pelajar dipilih sebagai sasaran utama karena merupakan kelompok yang paling aktif berinteraksi dengan internet dan perangkat digital.
Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Publik (PIP) Diskominfo Kota Palangka Raya, Hendra Surya, menegaskan bahwa kegiatan literasi digital di sekolah-sekolah telah menjadi agenda rutin pemerintah daerah.
“Kegiatan ini adalah agenda rutin kami. Tujuannya jelas, kita ingin menyasar para pelajar agar mereka tidak hanya cakap teknologi, tetapi juga bijak dalam bermedia sosial dan mampu menangkal hoaks,” ujar Hendra, Selasa (10/2/2026), dikutip dari Media Center Kota Palangka Raya.
Menurut Hendra, pemahaman etika digital harus ditanamkan sejak dini agar pelajar tidak terjebak dalam perilaku negatif di ruang siber. Maraknya penyebaran hoaks, perundungan siber (cyber bullying), hingga paparan konten yang tidak sesuai usia dinilai berpotensi menimbulkan dampak serius, baik secara psikologis maupun sosial.
“Literasi digital bukan untuk membatasi, tetapi membekali. Anak-anak perlu tahu mana informasi yang benar, bagaimana bersikap sopan di media sosial, dan cara melindungi data pribadinya,” jelasnya.
Melalui edukasi berkelanjutan ini, Diskominfo Kota Palangka Raya berharap generasi muda mampu memanfaatkan teknologi digital secara produktif, aman, dan bertanggung jawab, sekaligus menjadi benteng pertama dalam menangkal disinformasi di tengah masyarakat.
Upaya tersebut diharapkan dapat melahirkan masyarakat digital yang cerdas, beretika, dan berdaya saing di era transformasi teknologi yang kian cepat.
Pewarta: Andy Ariyanto

