Berdasarkan maklumat resmi dari Sekretaris Majelis Adat Kesultanan Kutaringin, penundaan ini dilakukan demi mematuhi tatanan adat istiadat yang berlaku kuat di kesultanan ketika lingkaran utama kerajaan sedang dalam masa berkabung.
Baca Juga:
Prosesi Penobatan Pangeran Arsyadinsyah sebagai Sultan Kutaringin ke-XVI resmi ditunda selama 40 hari, terhitung sejak hari wafatnya almarhumah.
Penundaan selama 40 hari ini merupakan bentuk penghormatan tertinggi, mengingat almarhumah Ratu Nuraini merupakan saudara kandung langsung dari calon sultan yang akan dinobatkan. Berikut garis silsilah erat almarhumah dalam keluarga kesultanan:
- Ayahanda: SP.YM. Pangeran Ratu Alamsyah (Sultan Kutaringin ke-XIV)
- Kakak Kandung: Alm. SP.YM. Pangeran Ratu Alidin Sukma Alamsyah (Sultan Kutaringin ke-XV)
- Kakak Kandung: Pangeran Arsyadinsyah (Menteri Dalam Kesultanan / Calon Sultan Kutaringin ke-XVI)
Almarhumah Ratu Nuraini sebelumnya mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit (RS) Tabanan, Bali, pada Rabu (10/6) sekitar pukul 11.30 WITA. Beliau berpulang dengan meninggalkan dua orang anak dan dua orang cucu.
Jenazah almarhumah telah diberangkatkan dan dimakamkan di kompleks pemakaman keluarga kerabat Kesultanan Keraton Surakarta di kawasan Ngenden, Kota Surakarta, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (11/6) lalu.
Memasuki hari kelima masa berkabung ini, segenap masyarakat adat Kesultanan Kutaringin terus memanjatkan doa terbaik agar almarhumah mendapat tempat mulia di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan.
Pewarta: Rizal

