Kalimantan Tengah, LiputanSBM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah menggelar Pasar Murah Spesial Ramadan bagi mahasiswa di halaman Istana Isen Mulang, Rumah Jabatan Gubernur Kalimantan Tengah, Rabu (11/3/2026). Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, sebagai bagian dari upaya berbagi dan membantu meringankan kebutuhan mahasiswa selama bulan suci Ramadan.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Gubernur Kalimantan Tengah Edy Pratowo, Kapolda Kalteng, Pangdam XXII/Tambun Bungai, Kepala Bulog Kalteng, unsur Forkopimda, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur, kepala perangkat daerah, serta ratusan mahasiswa.
Baca Juga:
Dalam sambutannya, Agustiar menyampaikan bahwa kegiatan pasar murah tersebut merupakan bentuk kepedulian pemerintah daerah terhadap dunia pendidikan, khususnya para mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di Kalimantan Tengah.
Ia juga memberi perhatian khusus kepada mahasiswa yang
berasal dari daerah pedalaman kabupaten di Kalteng yang harus menjalani
kehidupan mandiri jauh dari keluarga. Pemerintah berharap melalui kegiatan ini
para mahasiswa dapat menjalani proses perkuliahan dengan lebih tenang tanpa
terlalu terbebani oleh kebutuhan pokok sehari-hari.
Selain itu, Agustiar menegaskan bahwa sektor pendidikan
tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, meskipun Anggaran Pendapatan dan
Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah tahun 2026 mengalami penurunan akibat
kebijakan efisiensi anggaran.
APBD Kalteng tahun 2026 tercatat sebesar Rp5,4 triliun,
menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp10,2 triliun. Kendati
demikian, pemerintah provinsi tetap berkomitmen menjaga dukungan bagi dunia
pendidikan.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan
Provinsi Kalimantan Tengah M. Reza Prabowo menjelaskan bahwa pelaksanaan
pasar murah ini merupakan tindak lanjut dari arahan gubernur untuk menyalurkan
bantuan sembako kepada mahasiswa.
Pada tahap awal, sebanyak 3.000 mahasiswa menerima paket
sembako secara gratis. Penyaluran bantuan tersebut juga untuk pertama kalinya
menggunakan sistem digital sehingga data penerima dapat langsung diverifikasi
melalui basis data mahasiswa.
Prioritas penerima bantuan diberikan kepada mahasiswa
penerima program beasiswa satu rumah satu sarjana, mahasiswa yang berasal dari
daerah pedalaman, mahasiswa yang tinggal di mes kabupaten di Kota Palangka
Raya, serta mahasiswa yang benar-benar membutuhkan.
Reza menambahkan, jumlah penerima bantuan kemungkinan akan
terus bertambah karena pemerintah provinsi berencana membuka kembali akses
pendaftaran melalui aplikasi bagi mahasiswa yang belum sempat terdata.
Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa menerima paket sembako
yang berisi beras 5 kilogram, gula pasir 1 kilogram, minyak goreng 2 liter,
serta satu kaleng susu kental manis.
Selain bantuan bahan pokok, gubernur juga memberikan bantuan
uang tunai sebesar Rp100.000 kepada para mahasiswa sebagai dukungan tambahan
untuk membantu memenuhi kebutuhan mereka selama menjalani perkuliahan,
khususnya di bulan Ramadan.
Pewarta: Antonius Sepriyono

