![]() |
| Ketua Harian Pengprov E-Sport Kalteng, Rio Kriswana. |
Ketua Harian Pengprov E-Sport Kalteng, Rio Kriswana, menegaskan bahwa cabang olahraga E-Sport memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan olahraga konvensional.
Baca Juga:
Atlet tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga ketahanan mental yang kuat dalam menghadapi tekanan pertandingan, latihan intensif, hingga paparan layar dalam waktu lama.
“E-Sport ini berbeda dengan cabang olahraga lainnya. Atlet harus siap secara mental dan psikologis, karena mereka berhadapan langsung dengan layar monitor dan perangkat digital dalam durasi panjang yang menguras tenaga, pikiran, dan emosi. Karena itu, pendampingan psikolog sangat penting,” ujar Rio, Rabu (4/3/2026).
Ia meminta Pengkab/Pengkot E-Sport serta KONI kabupaten/kota untuk aktif melakukan monitoring dan pendampingan terhadap atlet.
Dukungan pelatih yang konsisten, suasana latihan yang nyaman, hingga keterlibatan psikolog olahraga dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga performa atlet.
Menurut Rio, pengalaman saat ajang PON sebelumnya menjadi pelajaran berharga bagi E-Sport Kalteng dalam membangun sistem pembinaan yang lebih terstruktur. Dengan persiapan matang, ia optimistis Kalteng mampu kembali meraih prestasi, bahkan meningkatkan capaian medali.
“Kami optimis E-Sport Kalteng bisa kembali meraih medali perak, bahkan emas. Porprov ini juga menjadi momentum penting menuju Pra PON dan PON. Jadi, kesiapan mental dan fisik harus benar-benar diprioritaskan,” tegasnya.
Selain fokus pada kesiapan psikologis, Pengprov juga mendorong atlet untuk menjaga kebugaran fisik melalui olahraga pendukung seperti jogging dan gym. Namun, porsi latihan fisik tersebut tetap harus dikonsultasikan dengan pelatih agar seimbang dengan jadwal latihan teknis dan pertandingan internal.
Pengprov E-Sport Kalteng, lanjut Rio, terus melakukan sosialisasi dan diskusi dengan pengurus daerah guna memastikan pelayanan terhadap atlet berjalan optimal.
Pendekatan ini juga bertujuan untuk memetakan potensi atlet sejak dini serta memitigasi risiko kelelahan mental sebelum bertanding di Porprov XIII.
“Kami ingin atlet merasa nyaman dan percaya diri. Dengan sistem pendampingan yang baik, semangat latihan tetap terjaga, dan target prestasi bisa dicapai, bukan hanya di level provinsi, tetapi juga nasional bahkan internasional,” katanya.
Dengan persiapan yang semakin intens dan dukungan menyeluruh dari berbagai pihak, E-Sport Kalteng menatap Porprov XIII dengan optimisme tinggi, sekaligus membangun fondasi kuat menuju panggung kompetisi yang lebih besar.
Pewarta : Antonius Sepriyono

