Daerah Di Jateng, Jepara Dan Pemalang Masih PPKM Level 3 - Liputan Sbm

03 December 2021

Daerah Di Jateng, Jepara Dan Pemalang Masih PPKM Level 3





Semarang - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kepada Semua Kepala Daerah di wilayah Jawa Tengah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap penularan Covid-19. Menyusul masih adanya Daerah di Jateng yang berstatus PPKM Level 3. 03/12/2021


Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah mengumumkan status dari levelling PPKM sejumlah daerah di Indonesia. Untuk Jateng ada 8 daerah yang ditetapkan masuk level 1, 25 kabupaten/kota masuk level 2, dan dua daerah yakni Pemalang dan Jepara masuk level 3.


“Semua sekarang harus standby dan harus hati-hati. Jadi kita lagi mencermati terus kemungkinan adanya varian baru. Alhamdulillah sampai saat ini di Indonesia belum ada. Maka kita hati-hati betul,”ucap Ganjar.


Terkait levelling itu, Ganjar meminta semua kepala daerah melakukan pengetatan-pengetatan dalam penerapan protokol kesehatan. Tidak boleh ada yang lengah, apalagi menjelang libur Natal dan Tahun Baru.


“Semua harus siaga, maka prokes harus diperketat. Di manapun tempatnya, jangan dilonggarkan. Kalaulah ada masyarakat yang bisa berkegiatan di tempat umum, tolong prokesnya ditaati. Minimal masker jangan sampai lepas,” tegasnya.


Lebih lanjut Ganjar meminta Untuk daerah yang levelnya masih tinggi, agar pengetatan dilakukan dengan serius. Baik di pasar, restoran, tempat wisata dan lainnya harus diatur agar prokes benar-benar diterapkan.


“Dan untuk daerah yang levelnya tinggi, saya minta ditangani serius. Karena itu kan ada syaratnya untuk menurunkan levelling, salah satunya percepatan vaksinasi untuk lansia. Vaksin sekarang sudah banyak, maka ayo digenjot,” pintanya.


Khusus daerah yang masih berstatus level 3, maka pengetatan prokes tidak boleh abai. Kalau ada yang tidak menaati prokes, maka petugas tidak boleh segan untuk menegur bahkan meminta putar balik.


“Termasuk tempat wisata juga diatur. Maka saya kemarin minta teman-teman Dinas Pariwisata untuk menyiapkan diri. Apalagi ini jelang libur akhir tahun, itu biasanya ramai. Maka saya minta diatur jumlahnya, prosentasenya, flownya sesuai dengan ketentuan,”jelasnya.


Ganjar juga meminta semua daerah di Jateng  untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan mobilitas masyarakat jelang Natal dan tahun baru. Semua harus mempersiapkan diri dan melakukan antisipasi-antisipasi.


“Kalau penyekatan sampai hari ini kami belum ambil kebijakan itu. Maka kita hanya meminta pengertiannya dari seluruh kelompok masyarakat agar merayakan Natal dan Tahun Baru di tempatnya masing-masing agar kita bisa mencegah bersama-sama,”ujarnya lagi.


"Maka sekali lagi, kalau rame-rame dan terjadi perpindahan besar, ada potensi penularan. Maka saya minta pada seluruh masyarakat untuk tetap di wilayahnya masing-masing selama Natal dan Tahun Baru,” pungkasnya. #liputansbm


Pewarta : Puji S

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda