Daihatsu Ceria, City Car Lawas yang Masih Diminati: Sejarah, Kelebihan, Kekurangan, dan Tips Perawatannya

Rizal
0


Kalteng, LiputanSBM.com
Di tengah gempuran mobil LCGC dan city car modern, nama Daihatsu Ceria masih kerap muncul di pasar mobil bekas. Meski telah lama berhenti diproduksi, mobil mungil ini tetap diminati karena dikenal irit, bandel, dan murah perawatan. Lantas, seperti apa sebenarnya sejarah Daihatsu Ceria, serta apa saja kelebihan dan kekurangannya?

Sejarah Singkat Daihatsu Ceria di Indonesia

Daihatsu Ceria pertama kali mengaspal di Indonesia pada awal 2000-an, sekitar tahun 2001. Mobil ini merupakan adaptasi dari Daihatsu Cuore generasi L700, yang juga dipasarkan di berbagai negara dengan nama berbeda seperti Daihatsu Mira.

Saat diluncurkan, Ceria diposisikan sebagai city car entry level, menyasar konsumen perkotaan, keluarga kecil, dan pembeli mobil pertama. Mengusung mesin 1.000 cc 3 silinder, Ceria menawarkan kepraktisan dan efisiensi bahan bakar.

Namun, kiprahnya di pasar nasional tidak berlangsung lama. Pada 2006, Daihatsu resmi menghentikan penjualan Ceria di Indonesia. Minimnya fitur, desain yang mulai tertinggal, serta persaingan ketat di segmen mobil kecil menjadi sejumlah faktor yang membuat Ceria tersingkir dari pasar utama.

Kelebihan Daihatsu Ceria

Meski tergolong mobil lawas, Daihatsu Ceria masih memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap relevan di pasar mobil bekas:

  1. Irit bahan bakar, cocok untuk pemakaian harian dalam kota
  2. Ukuran kompak, mudah bermanuver di jalan sempit dan parkiran terbatas
  3. Biaya perawatan murah, suku cadang relatif mudah didapat
  4. Mesin sederhana dan bandel, minim komponen elektronik rumit
  5. Harga bekas terjangkau, cocok untuk masyarakat dengan anggaran terbatas

Tak heran, Daihatsu Ceria masih sering diburu sebagai mobil belajar, mobil operasional ringan, hingga kendaraan kedua di rumah tangga.

Kekurangan Daihatsu Ceria

Di balik kelebihannya, Ceria juga memiliki sejumlah keterbatasan yang perlu menjadi pertimbangan calon pembeli:

  1. Fitur keselamatan sangat minim, belum dilengkapi standar keselamatan modern
  2. Tenaga mesin terbatas, kurang optimal untuk perjalanan luar kota atau tanjakan panjang
  3. Kabin dan bagasi sempit, kurang nyaman untuk perjalanan jauh
  4. Peredaman kabin minim, suara mesin dan jalan cukup terasa
  5. Desain eksterior dan interior ketinggalan zaman
  6. Kekurangan tersebut menjadi konsekuensi dari usia desain Ceria yang sudah lebih dari dua dekade.

 Tips Merawat Daihatsu Ceria Agar Tetap Prima

Agar Daihatsu Ceria tetap nyaman dan awet digunakan, pemilik disarankan memperhatikan beberapa hal berikut:

  1. Rutin ganti oli mesin setiap 5.000 km
  2. Jaga sistem pendingin, pastikan radiator bersih dan air tidak berkurang
  3. Cek kaki-kaki secara berkala, terutama shockbreaker dan bushing
  4. Gunakan BBM sesuai rekomendasi agar pembakaran optimal
  5. Periksa kelistrikan, mengingat usia mobil yang sudah tidak muda
  6. Waspadai karat pada bodi, terutama di area bawah dan sambungan pintu

Perawatan rutin menjadi kunci agar mobil lawas seperti Ceria tetap layak pakai dan tidak menimbulkan biaya perbaikan besar di kemudian hari.

Kesimpulan

Daihatsu Ceria merupakan city car lawas yang masih punya nilai guna, khususnya untuk kebutuhan mobilitas ringan di perkotaan. Meski minim fitur dan kenyamanan terbatas, keunggulan di sisi efisiensi dan biaya perawatan membuatnya tetap relevan di pasar mobil bekas.

Bagi konsumen yang menginginkan mobil murah, irit, dan praktis, Daihatsu Ceria masih layak dipertimbangkan—selama kondisi unit terjaga dengan baik.


Penulis: Daerobi
Editorial: Redaksi LiputanSBM.com

#Tips #otomotif  #DaihatsuCeria

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)

#buttons=(Ok, Go it!) #days=(20)

Our website uses cookies to enhance your experience. Check Out
Ok, Go it!
To Top