Kalimantan Tengah, LiputanSBM - Konferensi wilayah (Konferwil) XIII, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PW-NU) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan di Aula Jayang Tingang Lt.1 Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Sabtu (14/2/2026) turut dihadiri oleh Ketua PCNU (Tanfidziyah) Kota Palangka Raya, H. Muhammad Syahrun.
Konferwil dihadiri oleh Ketua Besar Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) yang turut didampingi oleh Gubernur Kalteng H. Agustiar Sabran ini mengusung tema Mengawal Indonesia Menuju Peradaban Mulia.
Baca Juga:
Syahrun mengatakan Konferwil merupakan sebuah bentuk konsolidasi organisasi yang selalu rutin dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Konferwil merupakan musyawarah tertinggi dalam pengambilan keputusan di tingkat wilayah, serta menjadi momentum untuk penetapan program kerja strategis PBNU untuk 5 tahun kedepan.
“ Kegiatan ini sekaligus untuk menyampaikan dan memberikan rekomendasi internal dan eksternal, serta yang paling penting adalah pemilihan Rois Syuriah dan kekuatannya beserta pengurus lainnya untuk periode masa bakti 2026-2030,” jelas Syahrun.
Dalam Konferwil ini salah satu agenda pentingnya adalah memilih pemimpin yang baru. Syahrun berharap seluruh peserta yang mengikuti kegiatan dapat mengedepankan asas musyawarah mufakat. Lebih lanjut disampaikan, nantinya pengurus yang dipilih akan meneruskan program yang telah dibuat oleh pemimpin terdahulu.
“ Ada beberapa program prioritas unggulan yang nantinya harus diteruskan oleh pengurus baru, yaitu Institut Teknologi dan Sains Nahdlatul Ulama Kalimantan (ITS NU) yang berada di jalan RTA Milono Palangka Raya, harus menjadi Universitas NU. Kemudian Klinik NU yang terletak dijalan G.Obos Palangka Raya juga harus menjadi Rumah Sakit dan yang ketiga dimana ini menjadi sebuah tempat wadah berkumpul yaitu dibangunnya bangunan Kantor NU yang representatif,” tutur Syahrun.
Selain tiga program prioritas tersebut, ada program lain yang tetap dilaksanakan yakni pembinaan dan koordinasi terhadap Pengurus Cabang NU yang ada di Kalteng, agar lebih memperkuat dan memantapkan sumbangsih NU terhadap pemerintah baik di kabupaten maupun provinsi.
“ Selain itu, sesuai arahan Pak Gubernur, nantinya tenaga pendidik baik di pondok pesantren, maupun di tingkat TPA Umum maupun TPA Qur'an dan guru guru mengaji, termasuk imam masjid dan marbot, akan diberikan tunjangan atau insentif sebagai bentuk kepedulian. NU siap untuk memfasilitasi itu semua,” tutup Syahrun.
Pewarta: Margaretha F

