![]() |
Dalam sambutannya, Darliansyah menegaskan bahwa Gema Pancasila merupakan momentum strategis untuk memperkuat pemahaman, penghayatan, dan pengamalan nilai-nilai Pancasila, khususnya di tengah tantangan era digital yang ditandai derasnya arus informasi dan disinformasi.
Baca Juga:
“Pancasila tidak cukup dipahami secara konseptual, tetapi harus diwujudkan dalam perilaku dan tindakan nyata di lingkungan keluarga, pendidikan, masyarakat, serta ruang digital,” tegas Darliansyah.
Ia menambahkan, penguatan nilai-nilai Pancasila perlu dilakukan secara berkelanjutan sebagai upaya menjaga ketahanan ideologi bangsa di tengah tantangan global dan pesatnya perkembangan teknologi informasi.
“Pancasila sebagai dasar negara dan ideologi bangsa harus terus diperkuat agar tidak tergerus oleh masuknya paham-paham yang bertentangan dengan jati diri bangsa,” tutur Darliansyah.
Lebih lanjut, Darliansyah menyoroti Kalimantan Tengah sebagai daerah yang majemuk dengan kekuatan besar dalam menjaga persatuan dan kerukunan. Keberagaman suku, agama, budaya, serta adat istiadat dinilainya sebagai modal sosial yang harus terus dijaga melalui pengamalan nilai-nilai Pancasila.
“Falsafah Huma Betang dan Belom Bahadat menjadi wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila di Kalimantan Tengah dalam menjaga persatuan dan kerukunan,” pungkas Darliansyah.
Sementara itu, Analis Kebijakan Ahli Pertama Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum (Polpum) Kementerian Dalam Negeri RI, Timoteus Olong, menyampaikan bahwa Gema Pancasila Tahun 2026 dilaksanakan sebagai upaya strategis dalam menjawab tantangan globalisasi, pesatnya perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing terhadap pola pikir dan sikap generasi muda.
“Kegiatan Gema Pancasila adalah upaya untuk menjawab tantangan globalisasi, perkembangan teknologi informasi, serta pengaruh budaya asing yang berdampak pada melemahnya nasionalisme dan pemahaman generasi muda terhadap Pancasila,” jelas Timoteus.
Menurutnya, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat pemahaman serta pengamalan nilai-nilai Pancasila sekaligus membentuk karakter kebangsaan peserta sebagai bagian dari persiapan menuju Indonesia Emas 2045.
“Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan pemahaman nilai-nilai Pancasila sekaligus memperkuat karakter kebangsaan yang menjunjung gotong royong, toleransi, dan cinta tanah air,” ujar Timoteus.
Melalui kegiatan Gema Pancasila Tahun 2026, diharapkan nilai-nilai Pancasila semakin tertanam dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, khususnya di kalangan generasi muda, guna memperkuat persatuan, karakter kebangsaan, serta semangat cinta tanah air di Bumi Tambun Bungai.
Kegiatan ini turut dihadiri Penanggung Jawab Tim Kerja Penghayatan dan Pengamalan Pancasila Direktorat Jenderal Politik dan Pemerintahan Umum Aulia Zuhdi, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Kalteng Muhamad Rusa'n, sejumlah kepala perangkat daerah terkait, serta pelajar dan guru pendamping dari 15 SMA/sederajat di Kota Palangka Raya.
Pewarta : Antonius Sepriyono

