![]() |
Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa pemerintah daerah secara rutin memantau perkembangan harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk dengan melakukan pemantauan langsung ke pasar-pasar tradisional.
Baca Juga:
“Dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok, Pemerintah Kota Palangka Raya terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan. Salah satunya melalui pemantauan langsung ke pasar tradisional,” ujar Fairid, Jumat (30/1/2026).
Menurutnya, pemantauan harga pangan secara intensif menjadi langkah utama untuk mengantisipasi potensi gejolak harga di pasaran. Selain itu, pemerintah juga melakukan identifikasi terhadap kecukupan stok dan ketahanan bahan pangan pada pelaku usaha distribusi, sekaligus mencegah adanya praktik spekulasi.
“Tak kalah penting adalah menyiapkan jalur atau rantai distribusi alternatif apabila terjadi gangguan distribusi yang dapat berdampak pada kenaikan harga,” katanya.
Berdasarkan data perkembangan harga rata-rata per Kamis (29/1/2026), harga bahan pangan di Kota Palangka Raya terpantau relatif stabil. Bahkan, sejumlah komoditas mengalami penurunan harga.
Beberapa komoditas yang tercatat mengalami penurunan antara lain beras Usang (Karang Dukuh) dari Rp20.000 menjadi Rp19.000 per kilogram, bawang merah dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram, serta bawang putih dari Rp40.000 menjadi Rp35.000 per kilogram.
Sementara itu, harga bahan pangan lainnya masih berada pada kondisi stabil, seperti gula pasir Rp18.000 per kilogram, telur ayam Rp30.400 per kilogram, daging ayam Rp40.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp14.000 per liter, cabai rawit Rp40.000 per kilogram, cabai merah keriting Rp40.000 per kilogram, serta daging sapi kualitas satu Rp140.000 per kilogram.
“Pemerintah Kota Palangka Raya akan terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan ketersediaan bahan pangan bagi masyarakat. Hingga saat ini, upaya pengendalian inflasi di Kota Palangka Raya berjalan dengan baik,” pungkasnya
Pewarta : Andy Ariyanto

