Solidaritas Lintas Iman Menguat, Warga Mendawai Tak Sendiri Hadapi Musibah

Antonius Sepriyono
0
PALANGKA RAYA, LIPUTANSBM – Musibah kebakaran yang melanda kawasan Mendawai menyisakan duka mendalam bagi warga terdampak. Di antara puing bangunan yang hangus dan sisa-sisa abu, ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, ada anak-anak yang harus menghadapi hari tanpa kepastian. 


Namun di balik kepedihan itu, tumbuh kekuatan yang menyatukan: solidaritas lintas iman. Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah bergerak cepat menyalurkan bantuan sekaligus memberikan penguatan moril kepada warga. 


Baca Juga:

Kehadiran Kapolda Kalteng, Kombes Pol Iwan Kurniawan, di lokasi terdampak menjadi pesan kuat bahwa negara hadir dan tidak membiarkan masyarakat menghadapi musibah sendirian.


Tak hanya aparat kepolisian, sejumlah Organisasi Kepemudaan (OKP) lintas agama turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan tersebut. 


Di tengah suasana Ramadan yang sarat makna spiritual, kolaborasi ini menghadirkan pemandangan yang menyejukkan. Pemuda dari berbagai latar belakang agama berdiri berdampingan, menyalurkan bantuan dan menyapa warga dengan empati.


Ketua Pemuda Katolik Komda Kalimantan Tengah, Dorothea Sthallhani Jasi, menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat bahwa kemanusiaan harus selalu menjadi titik temu di atas segala perbedaan.


“Musibah ini mengajarkan kita bahwa di atas keberagaman, kita dipersatukan oleh kemanusiaan. Bantuan yang kami bawa mungkin tidak mampu mengganti seluruh kehilangan, tetapi kami ingin memastikan bahwa saudara-saudara kita di Mendawai tidak merasa sendiri,” ujarnya, Jumat (27/2/2026).


Ia juga menambahkan bahwa Ramadan menjadi waktu yang tepat untuk memperkuat nilai-nilai toleransi dan kepedulian sosial.


“Ramadan mengajarkan tentang kasih, empati, dan berbagi. Iman sejati tercermin dalam kepedulian. Ketika keberagaman diarahkan untuk kebaikan bersama, di situlah kekuatan bangsa ini terlihat nyata,” tambahnya.


Bantuan yang disalurkan berupa kebutuhan pokok dan dukungan logistik darurat. Namun lebih dari itu, kehadiran para relawan dan aparat membawa pesan moral yang kuat: di tengah ujian, masyarakat Kalimantan Tengah memilih untuk saling menguatkan.


Peristiwa di Mendawai menjadi cermin bahwa solidaritas bukan sekadar slogan seremonial. Ia hidup dalam tindakan, tumbuh dalam kepedulian, dan nyata dalam kebersamaan. Dari Mendawai, publik belajar bahwa perbedaan bukan penghalang untuk bersatu melainkan fondasi untuk membangun kemanusiaan yang lebih kokoh.


Pewarta : Antonius Sepriyono  

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});