![]() |
| Wakil Ketua DPRD Kalimantan Tengah, Junaidi. |
Menurutnya, geliat usaha peternakan di Kalimantan Tengah menunjukkan perkembangan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Potensi ini, kata dia, tidak boleh dibiarkan berjalan tanpa arah kebijakan yang kuat dan terintegrasi.
Baca Juga:
“Sektor peternakan di Kalteng bagus sekali, sudah banyak yang berkembang. Melihat ini tentu harus direspons dengan baik melalui program strategis,” ujar Junaidi, Selasa (24/2/2026).
Ia menyambut positif rencana program dari pemerintah pusat, seperti pembangunan sistem peternakan unggas terintegrasi hingga peningkatan akses Kredit Usaha Pembibitan (KUP).
Program tersebut dinilai mampu memperkuat fondasi produksi sekaligus meningkatkan daya saing peternak lokal.
Namun demikian, Junaidi menggarisbawahi bahwa persoalan klasik yang masih membayangi pelaku usaha peternakan adalah keterbatasan modal.
Tanpa dukungan pembiayaan yang mudah dan terjangkau, pengembangan kapasitas produksi dinilai sulit tercapai secara maksimal.
“Kadang keterbatasan modal masih menjadi kendala utama dalam meningkatkan kapasitas produksi. Sehingga kalau bicara pengembangan, tentu harus ada dukungan dari sisi kemudahan pembiayaan,” tegasnya.
Ia menilai optimalisasi Program KUP harus dibarengi dengan skema akses yang lebih sederhana dan adaptif terhadap kondisi peternak di daerah.
Dengan akses modal yang lebih inklusif, para peternak diyakini mampu memperluas skala usaha, meningkatkan kualitas hasil produksi, serta mengadopsi teknologi yang lebih efisien dan modern.
Lebih jauh, Junaidi menegaskan bahwa sektor peternakan merupakan bagian dari sektor produktif yang memiliki efek berganda (multiplier effect) terhadap perekonomian daerah.
Tidak hanya menggerakkan roda usaha masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat ketahanan pangan regional.
“Inikan kaitannya dengan sektor produktif, jadi wajib jadi prioritas. Kalau peternakan kita dapat dukungan penuh, ini tidak hanya untuk para pengusaha, tetapi dampaknya untuk ekonomi daerah,” katanya.
Dengan dukungan kebijakan yang terarah, sinergi pemerintah pusat dan daerah, serta kemudahan akses pembiayaan, sektor peternakan Kalimantan Tengah diyakini berpotensi menjadi salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi daerah dalam beberapa tahun ke depan.
Pewarta : Antonius Sepriyono

