Peristiwa itu segera menyita perhatian warga dan pengguna jalan yang melintas. Sejumlah rekaman video yang beredar di media sosial memperlihatkan situasi pasca kejadian. Namun hingga kini, penyebab pasti insiden tersebut masih menunggu hasil penyelidikan pihak berwenang.
Baca Juga:
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban merupakan seorang pemuda berusia 19 tahun warga Kota Palangka Raya. Tim kepolisian bersama keluarga telah melakukan identifikasi dan pengumpulan keterangan guna mengetahui rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Dari hasil penelusuran awal, diketahui korban selama beberapa tahun terakhir menjalani pengobatan dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Keluarga menyebutkan bahwa sejak 2023 korban mendapatkan penanganan medis terkait gangguan kesehatan yang dialaminya, termasuk kontrol berkala di fasilitas kesehatan umum maupun layanan kesehatan jiwa.
Ayah korban menerangkan bahwa pada hari kejadian, putranya baru saja menjalani pemeriksaan rutin di rumah sakit. Menurutnya, korban sempat berada di rumah sebelum akhirnya keluar pada sore hari.
Keterangan serupa disampaikan sang ibu. Ia mengaku terakhir bertemu anaknya sekitar pukul 16.00 WIB. Saat itu korban berpamitan hendak menuju kawasan Menara Masjid Raya Darussalam. Menurut keluarga, lokasi tersebut bukanlah tempat yang asing bagi korban karena sebelumnya ia diketahui beberapa kali berkunjung ke area tersebut.
Informasi yang diperoleh juga mengungkap bahwa pada tahun sebelumnya korban pernah mengalami insiden serupa yang berkaitan dengan keselamatan dirinya. Sejak saat itu, keluarga terus berupaya memberikan pendampingan dan memastikan korban memperoleh penanganan medis yang diperlukan.
Hingga berita ini ditulis, aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap peristiwa tersebut, termasuk bagaimana korban dapat berada di atas menara sebelum akhirnya ditemukan di area bawah bangunan.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, kerabat, dan masyarakat yang mengenal korban. Di balik tragedi tersebut, terselip pengingat penting mengenai perlunya perhatian bersama terhadap isu kesehatan mental yang masih sering dipandang sebelah mata.
Para pemerhati kesehatan jiwa menilai bahwa dukungan keluarga, akses layanan kesehatan yang berkelanjutan, serta kepedulian lingkungan sekitar memiliki peran penting dalam membantu individu yang tengah menghadapi gangguan kesehatan mental. Upaya pencegahan dan pendampingan tidak hanya menjadi tanggung jawab keluarga, tetapi juga membutuhkan dukungan komunitas dan masyarakat secara luas.
Sementara itu, masyarakat diimbau untuk tidak menyebarluaskan foto maupun video korban yang beredar di media sosial. Selain menghormati privasi keluarga yang sedang berduka, langkah tersebut juga merupakan bagian dari praktik bermedia yang beretika dan bertanggung jawab.
Kini, di tengah senja yang kembali menyelimuti Menara Darussalam, tersisa duka yang mendalam. Sebuah peristiwa yang tidak hanya menjadi catatan tragedi, tetapi juga pengingat bahwa perhatian terhadap kesehatan mental, empati, dan kepedulian sosial adalah tanggung jawab bersama. (Red)

