Acara sakral tersebut dipusatkan di Padepokan PSHT Cabang
Palangka Raya, Jalan G. Obos X, Kecamatan Jekan Raya. Ketua PSHT Cabang
Palangka Raya, H. Agustan Saining, mengungkapkan bahwa kegiatan ini merupakan
bagian penting dari roda pengembangan organisasi pencak silat tersebut.
Baca Juga:
"Kegiatan pengesahan warga baru PSHT rutin kita
laksanakan setiap tahunnya sebagai bagian dari pengembangan organisasi.
Alhamdulillah, tahun ini kita bersama-sama dengan Cabang Katingan dan Cabang
Gunung Mas melakukan wisuda bersama. Selain itu, ada juga titipan calon warga
dari Cabang Kapuas dan Pulang Pisau," ujar Agustan saat memberikan
keterangan di lokasi acara.
Pada tahun ini, tercatat sebanyak kurang lebih 182 calon
warga resmi mengikuti prosesi pengesahan di padepokan tersebut. Rangkaian acara
puncaknya dijadwalkan berlangsung khidmat pada tengah malam.
"Insya Allah nanti tepat jam 12 malam akan dilaksanakan prosesi tambahan pengukuhan kepada yang bersangkutan. Jika agenda sore ini masih bersifat terbuka, maka prosesi tengah malam nanti khusus untuk internal," tambahnya.
Agenda yang melibatkan banyak wilayah ini juga dihadiri
langsung oleh perwakilan pengurus pusat PSHT dari Madiun, Jawa Tengah, yakni
Mas Henry Sugeng, S.E. Kehadiran beliau memberikan motivasi tersendiri bagi
para calon warga, mengingat rekam jejaknya yang pernah bertugas di tanah
Kalimantan.
Selain pengurus pusat, sejumlah tokoh penting PSHT di
wilayah Kalimantan Tengah turut hadir memadati Padepokan G. Obos X. Di
antaranya adalah Ketua Cabang Kapuas, Ketua Cabang Pulang Pisau, Ketua Cabang Gunung Mas, Ketua Cabang
Katingan, hingga perwakilan dari Lamandau.
Sebagai organisasi pencak silat yang besar, Agustan juga
menegaskan posisi PSHT yang berada di bawah naungan resmi Ikatan Pencak Silat
Indonesia (IPSI). Saat ini, basis massa PSHT di Kalimantan Tengah tergolong
sangat besar, dengan rincian keanggotaan:
- Cabang
Palangka Raya: ± 3.000 anggota
- Cabang
Katingan: ± 1.000 anggota
- Cabang
Gunung Mas: ± 500 anggota
"Meski tidak semua anggota bisa hadir ke padepokan hari ini, namun sekitar separuh dari total rekan-rekan anggota turut hadir meramaikan dan menyukseskan acara," kata Agustan.
Menjadi warga PSHT bukanlah perkara mudah. Agustan
membeberkan bahwa sebelum mencapai tahap pengesahan malam ini, para calon warga
telah melewati serangkaian ujian yang ketat, di mana tidak semua peserta
dinyatakan lulus.
Lebih lanjut, pada prosesi puncak tengah malam nanti, para
calon warga diwajibkan memenuhi syarat-syarat spiritual yang ketat demi menjaga
kesakralan acara. "Misalnya bagi yang muslim, mereka disyaratkan untuk
tidak boleh batal wudunya sejak awal hingga prosesi terakhir selesai,"
jelasnya.
Menutup keterangannya, H. Agustan Saining berharap agar
warga baru yang disahkan malam ini mampu mengimplementasikan ajaran luhur
organisasi di kehidupan sehari-hari.
"Harapan kita, adik-adik yang disahkan pada malam hari ini bisa menjadi warga yang berguna bagi keluarga, masyarakat, serta bangsa dan negara. Nanti mereka juga akan mengangkat sumpah setia untuk berbakti kepada nusa, bangsa, dan organisasi," pungkasnya.

