![]() |
| Foto: Wakil Wali Kota Palangka Raya Ahmad Zaini saat meberikan paparan di depan peserta Rakor |
LIPUTANSBM.COM, Palangka Raya – Pemerintah Kota
Palangka Raya mendorong peran aktif sektor swasta, khususnya Perusahaan Besar
Swasta (PBS) yang beroperasi di wilayah kota, untuk memperkuat kontribusi
pembangunan melalui program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan atau Corporate
Social Responsibility (CSR).
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Palangka Raya Ahmad
Zaini saat ditemui seusai mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Optimalisasi
PAD Bidang Perkebunan dan Kehutanan Tahun 2025 di Aula Jayang Tingang,
Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Senin (20/10/2025).
“Luasannya kita memang lebih kecil, tapi Alhamdulillah masih
ada beberapa PBS yang bergerak di Kota Palangka Raya, termasuk sektor
kehutanan. Harapannya ini bisa membantu pembangunan di kota melalui tanggung
jawab sosial dan perlindungan lingkungan lewat CSR,” ujarnya.
Ahmad Zaini mengungkapkan, kontribusi CSR di Kota Palangka
Raya saat ini masih tergolong rendah jika dibandingkan dengan kabupaten lain.
Menurutnya, kondisi ini tidak lepas dari perbedaan karakteristik ekonomi antara
kota dan kabupaten.
“Kalau Kota Palangka Raya, skalanya lebih banyak di sektor
jasa dan perdagangan. Sementara di kabupaten, sektor pertanian, perkebunan, dan
pertambangan lebih mendominasi,” jelasnya.
Untuk itu, Pemerintah Kota Palangka Raya terus berupaya
mendorong peningkatan investasi di bidang jasa dan perdagangan. Salah satunya
melalui pengajuan penambahan luasan Areal Penggunaan Lain (APL) agar investor
tidak terkendala lahan. “Kami memberikan ruang sebesar-besarnya bagi para
investor untuk mengembangkan usaha di wilayah kota,” terangnya.
Ahmad Zaini juga menyebut, berbeda dengan kabupaten, Kota
Palangka Raya tidak memiliki sektor pertambangan maupun HPH aktif. “Yang ada
saat ini hanya satu PBS yang aktif, yaitu PT MAPA. Perusahaan ini cukup baik
dalam memenuhi kewajiban CSR dan membantu kota. Walaupun anggarannya masih
rendah, kami berharap ke depan alokasinya bisa ditingkatkan,” katanya.
Ia menambahkan, selain PT MAPA, terdapat sejumlah kebun skala kecil yang dikelola masyarakat. Namun, aktivitas tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap pendapatan daerah. “Banyak kebun kecil dikelola masyarakat, tapi kontribusinya terhadap PAD kota masih minim,” pungkasnya.

