![]() |
| Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran. (ist) |
LIPUTANSBM, PALANGKA RAYA - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Tengah, Tomy Irawan Diran, menyoroti pentingnya sinergi yang kuat antara guru dan orang tua dalam membentuk karakter generasi muda.
Hal ini menjadi semakin relevan di tengah meningkatnya perhatian terhadap kasus perundungan (bullying) di lingkungan pelajar.
Tomy menilai, berbagai upaya sosialisasi terkait bahaya perundungan yang dilakukan Dinas Pendidikan sejatinya telah berjalan dengan baik.
Namun, keberhasilan langkah tersebut tidak bisa disamaratakan, karena sangat bergantung pada kondisi tiap sekolah, budaya yang berkembang di lingkungan pendidikan, serta pola komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua siswa.
“Sosialisasi sudah berjalan, namun tingkat keberhasilannya sangat dipengaruhi oleh kondisi masing-masing sekolah,” ujarnya, Jumat (12/12/2025).
Ia mengungkapkan, dalam praktiknya, guru kerap berada pada posisi dilematis saat menjalankan fungsi pembinaan dan penegakan disiplin. Tidak jarang, langkah edukatif yang diambil guru justru memicu keberatan dari orang tua.
“Guru sekarang sering berada dalam posisi serba salah. Ketika menegur atau mendisiplinkan siswa, sering muncul keberatan dari orang tua,” jelasnya.
Menurut Tomy, pencegahan perundungan tidak bisa dibebankan semata-mata kepada sekolah. Keluarga, sebagai lingkungan pendidikan pertama bagi anak, memegang peran penting dan harus memberikan dukungan penuh terhadap proses pembinaan di sekolah.
Ia menegaskan, komunikasi yang terbuka dan saling memahami antara guru dan orang tua menjadi kunci utama agar pembinaan karakter anak dapat berjalan efektif dan berkesinambungan.
“Jika kedua pihak memiliki pemahaman yang sama, maka pembinaan kepada anak akan berjalan lebih efektif, baik di sekolah maupun di rumah,” lanjutnya.
Lebih jauh, Tomy juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk turut berperan aktif dalam menciptakan iklim pendidikan yang aman, nyaman, dan kondusif, demi tumbuh kembang karakter peserta didik.
“Anak-anak adalah generasi penerus kita. Sudah selayaknya kita memberikan perhatian terbaik agar mereka tumbuh dengan baik, memiliki empati, dan terhindar dari perilaku negatif,” tutupnya.
Pewarta : Antonius Sepriyono

