-->
Theme Original LiputanSBM v4.7 – © 2026 PT Suara Borneo Membangun

27 Januari 2026

Memasuki Pancaroba, BMKG Kalteng Ingatkan Ancaman El Nino dan Karhutla

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiono.
PALANGKA RAYA, LIPUTASBM — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Tengah mencatat tren penurunan curah hujan di sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir. Kondisi cuaca didominasi suhu panas, meskipun hujan ringan masih sempat terjadi di beberapa daerah dan patut disyukuri.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya, Sugiono, menjelaskan bahwa Kalimantan Tengah saat ini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau. Pada fase ini, potensi cuaca panas masih cukup dominan dan perlu diantisipasi bersama.

“Ke depan kita memasuki musim peralihan. Mudah-mudahan tidak terjadi panas yang ekstrem, namun kita tetap harus bersiap dan waspada,” ucapnya, Selasa (27/1/2026).

BMKG Kalimantan Tengah juga terus memantau perkembangan fenomena El Nino yang berpotensi memicu kekeringan di sejumlah wilayah. Sugiono berharap intensitas El Nino tidak terlalu tinggi sehingga dampaknya terhadap Kalimantan Tengah dapat diminimalkan.

“Kami terus memantau perkembangan El Nino. Informasi terbaru nantinya akan kami sampaikan kepada para pemangku kepentingan, pemerintah daerah, serta masyarakat,” tambahnya.

Berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, hujan dengan intensitas ringan masih berpeluang terjadi di beberapa wilayah Kalimantan Tengah. Namun secara umum, kondisi cuaca diperkirakan masih didominasi suhu panas.

Selain itu, BMKG mendeteksi peningkatan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah titik panas tercatat sempat mencapai lebih dari 147 titik, dengan sebaran di sejumlah wilayah, terutama di bagian tengah dan utara, serta beberapa kawasan pinggiran Kalteng bagian timur.

"Selain itu, BMKG telah mendeteksi sejumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kalimantan Tengah. Dalam beberapa hari terakhir, jumlah titik panas sempat mencapai lebih dari 147 titik, dengan sebaran di sejumlah wilayah, terutama di bagian tengah, utara, serta beberapa wilayah pinggiran Kalteng bagian timur," lanjutnya.

Sugiono menjelaskan, sebaran titik panas tersebut bersifat fluktuatif dan dipantau setiap hari. BMKG terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait, seperti BPBD, SAR, dan pemerintah daerah, guna mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

"Dalam hal ini juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan seiring masuknya musim pancaroba menuju kemarau," tuturnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk menghindari aktivitas pembakaran yang tidak perlu serta segera melaporkan atau memadamkan api secara mandiri apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar.

“Partisipasi masyarakat sangat penting dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” ungkapnya.

Pewarta : Antonius Sepriyono

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda
© 2026 PT Suara Borneo Membangun – LiputanSBM. Tema website dilindungi UU Hak Cipta RI No.28 Tahun 2014. SHA-256: 6c814ae5013aef00cfbbab88b48b81ec936685a856f9b7472d928466e27ce533