Palangka Raya, LiputanSBM - Di antara rimbunnya hutan rawa
gambut dan tenangnya aliran Sungai Sebangau, kawasan Wisata Air Hitam Kereng
Bangkirai kembali menjadi ruang perjumpaan antara budaya, alam, dan masyarakat.
Minggu, 12 Juli 2026, kawasan wisata itu dipenuhi warga yang mengikuti
rangkaian Sabangau Fest, sebuah agenda yang menjadi bagian dari peringatan Hari
Jadi ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya, Hari Jadi ke-69 Kota Palangka Raya,
sekaligus menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Senin,
13/07/2026.
Suasana yang semula tenang berubah menjadi semarak. Beragam aktivitas budaya, hiburan rakyat, dan kebersamaan masyarakat menjadi penanda bahwa perayaan hari jadi bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi upaya memperkenalkan potensi wisata sekaligus memperkuat identitas Kota Cantik di mata masyarakat maupun wisatawan.
Baca Juga:
Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini, mengatakan
rangkaian kegiatan Sabangau Fest merupakan bagian dari perayaan hari jadi
Pemerintah Kota Palangka Raya yang ke-61 dan Hari Jadi Kota Palangka Raya yang
ke-69.
"Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam
menyambut Hari Jadi Pemerintah Kota Palangka Raya dan Hari Jadi Kota Palangka
Raya. Kami ingin momentum ini menjadi milik seluruh masyarakat," ujarnya
saat diwawancarai awak media di lokasi kegiatan.
Menurut Ahmad Zaini, pemilihan Wisata Air Hitam Kereng
Bangkirai bukan tanpa alasan. Kawasan tersebut merupakan salah satu destinasi
unggulan yang dimiliki Kota Palangka Raya dengan keunikan ekosistem rawa gambut
serta panorama Sungai Sebangau yang menjadi daya tarik tersendiri.
Ia berharap penyelenggaraan berbagai kegiatan budaya di
lokasi tersebut mampu meningkatkan perhatian masyarakat terhadap potensi wisata
lokal.
"Kami ingin masyarakat semakin mengetahui bahwa Kota
Palangka Raya memiliki destinasi wisata yang indah dan layak dikunjungi. Dengan
adanya kegiatan budaya seperti ini, kami berharap Wisata Air Hitam Kereng
Bangkirai semakin dikenal luas dan mampu menarik lebih banyak wisatawan,"
katanya.
Harapan itu tidak hanya berkaitan dengan meningkatnya jumlah
pengunjung. Di balik penyelenggaraan festival, pemerintah juga ingin
menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar melalui tumbuhnya sektor
pariwisata, usaha mikro, hingga ekonomi kreatif yang berkembang di kawasan
wisata.
Sabangau Fest pun menjadi simbol bahwa pembangunan kota
tidak selalu diukur dari megahnya infrastruktur, tetapi juga dari kemampuan
menjaga warisan alam dan budaya agar tetap hidup di tengah masyarakat. Ketika
warga berkumpul di tepian sungai, menikmati pertunjukan budaya, dan menyaksikan
keindahan hutan rawa gambut, sesungguhnya mereka sedang merayakan identitas
Palangka Raya itu sendiri.
Perayaan hari jadi kali ini menjadi pengingat bahwa kota
yang terus bertumbuh membutuhkan ruang-ruang kebersamaan. Dari Kereng
Bangkirai, semangat itu kembali ditegaskan: merawat alam, melestarikan budaya,
serta menjadikan pariwisata sebagai wajah yang membanggakan bagi Palangka Raya
di masa depan.
Pewarta: Andy ariyanto

