DPRD Kalteng Tekankan Pentingnya Peran Masyarakat dalam Mencegah Karhutla

Antonius Sepriyono
0
Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh. (ist)
PALANGKA RAYA, LIPUTANSBM – Meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau kembali menjadi perhatian DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng). 


Anggota Komisi III DPRD Kalteng, Faridawaty Darland Atjeh, menegaskan bahwa karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata, melainkan ancaman serius yang berdampak terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat, hingga aktivitas sosial dan ekonomi.


Baca Juga:

Menurut Faridawaty, dampak karhutla dapat dirasakan dalam jangka panjang. Selain menyebabkan kerusakan ekosistem, kebakaran hutan dan lahan juga berpotensi menghilangkan sumber mata pencaharian masyarakat, memicu kabut asap, serta mengganggu berbagai aktivitas, termasuk sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan.


"Karhutla bukan sekadar membakar semak atau lahan kosong. Dampaknya bisa merusak hutan, menghilangkan sumber penghidupan masyarakat, menimbulkan kabut asap, bahkan mengganggu aktivitas ekonomi dan pendidikan apabila terus meluas," ujar Faridawaty, Senin (27/7/2026).


Ia menekankan bahwa upaya pencegahan harus menjadi prioritas bersama. Untuk itu, masyarakat diimbau tidak membuka lahan dengan cara membakar, terutama di kawasan gambut yang memiliki tingkat kerawanan tinggi terhadap kebakaran pada musim kemarau.


"Peristiwa karhutla yang mulai terjadi ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas karena kelalaian atau aktivitas pembakaran lahan. Mencegah jauh lebih mudah daripada memadamkan api yang sudah terlanjur membesar," katanya.


Faridawaty juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan dengan segera melaporkan kepada aparat atau instansi terkait apabila menemukan titik api maupun aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran. Menurutnya, respons cepat terhadap potensi kebakaran menjadi langkah penting untuk mencegah meluasnya karhutla.


Selain itu, ia berharap pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat langkah-langkah pencegahan melalui patroli rutin, pengawasan di wilayah rawan, serta edukasi kepada masyarakat mengenai bahaya dan dampak karhutla.


Dengan sinergi seluruh pihak, Faridawaty optimistis risiko kebakaran hutan dan lahan serta dampak kabut asap di Kalimantan Tengah dapat ditekan sehingga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan tetap terjaga. 


Pewarta : Antonius Sepriyono 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top