Kalteng, LiputanSBM – Penutupan Olimpiade
Olahraga Siswa Nasional (O2SN) tingkat Provinsi Kalimantan Tengah di Sylva
Minisoccer, Palangka Raya, Jumat (17/07/2026), bukan sekadar penanda
berakhirnya sebuah kompetisi. Gelaran tahunan ini telah menjelma menjadi
panggung pembuktian komitmen, ruang penyemaian karakter, dan batu loncatan bagi
talenta muda Bumi Tambun Bungai untuk menembus batas kemampuan mereka.
Hadir langsung menutup acara, Gubernur Kalimantan Tengah, H. Agustiar Sabran, membakar semangat para atlet muda dengan visi besar yang melampaui sekat-sekat juara. Bagi beliau, nilai tertinggi dari sebuah kompetisi adalah lahirnya persatuan dan persaudaraan yang kokoh.
Baca Juga:
"Yang paling penting dan utama dari kompetisi yang kita jalankan ini adalah persatuan. Dari sinilah kita membentuk fondasi kebersamaan," tegas Gubernur Agustiar penuh semangat.
Gubernur Agustiar menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ingin setengah-setengah dalam memfasilitasi mimpi anak-anak muda Kalteng. Target besar telah dicanangkan: membawa nama Kalimantan Tengah menggema di kancah global.
"Kita ingin mencetak talenta-talenta muda yang unggul di cabang olahraganya masing-masing. Harapannya, pertandingan ini bukan akhir, melainkan awal. Ujung dari perjuangan mereka harus sampai ke tingkat internasional," ujarnya optimistis.
Lebih dari sekadar mengejar medali, Agustiar melihat olahraga sebagai ruang tempa terbaik untuk membangun manusia seutuhnya.
"Olahraga memiliki kekuatan luar biasa untuk menyatukan. Lewat ruang inilah kita membentuk karakter, mematangkan mindset (pola pikir), dan mengasah attitude (sikap) generasi muda. Di sinilah semua nilai positif bertumpu, termasuk esensi persahabatan yang menjadi identitas asli bangsa kita," jelasnya.
Senada dengan visi Gubernur, Kepala Dinas Pendidikan
(Kadisdik) Provinsi Kalimantan Tengah Reza Prabowo, menyampaikan kekagumannya
atas perjuangan berjenjang yang dilalui para siswa. Dari kompetisi tingkat
kecamatan, kabupaten, hingga provinsi, para atlet telah membuktikan mentalitas
petarung mereka.
Menatap Kejuaraan Nasional (Kejurnas) yang sudah di depan
mata, Kadisdik memberikan formula inspiratif yang ia sebut sebagai tiga pilar
kesibukan positif.
"Anak-anak kita telah menampilkan performa yang luar biasa. Namun, jangan pernah lengah atau cepat berpuas diri. Persaingan di level nasional akan jauh lebih ketat. Pesan saya, sibukkan diri dengan belajar, sibukkan diri dengan berlatih, dan sibukkan diri dengan beribadah. Jika ketiga hal ini berjalan seimbang, tidak ada cita-cita yang mustahil untuk digapai," seru Reza memotivasi.
Inspirasi lain dari O2SN tahun ini adalah keberanian untuk
menyandingkan cabang olahraga modern dengan olahraga tradisional khas Dayak.
Selain tujuh cabang utama seperti renang, atletik, dan panjat tebing, kompetisi
ini juga menyuguhkan permainan legendaris Balogo dan Menyimpet.
Langkah ini diadopsi sebagai pengingat bahwa setinggi apa
pun prestasi yang diraih, akar budaya tidak boleh dilepaskan.
"Kita ingin melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara fisik dan cerdas secara akademis, tetapi juga generasi yang bangga, ingat, dan mau merawat kekayaan budaya leluhur yang kita miliki saat ini," tutur Reza.
Meski bergerak dalam keterbatasan anggaran, Pemprov Kalteng
berkomitmen penuh memberikan dukungan konkret, mulai dari program pelatihan
terpusat (training center) hingga penguatan bagi para pelatih dan wasit.
Reza menegaskan bahwa kehadiran pemerintah adalah bentuk investasi tak ternilai
bagi masa depan daerah.
Menutup momentum penuh semangat tersebut, Reza meyakini
bahwa keberhasilan para siswa dalam merajut mimpi mereka adalah kunci utama
akselerasi kemajuan Kalimantan Tengah.
"Ketika anak-anak kita mampu mencapai cita-citanya melalui disiplin belajar, kerja keras berlatih, dan ketulusan beribadah, mereka akan menjadi motor penggerak utama. Merekalah yang akan membawa Kalimantan Tengah melesat bertumbuh jauh lebih cepat daripada hari kemarin," pungkasnya memungkasi sesi dengan penuh optimisme.

