HAS di Provinsi Kalteng Dirayakan Dengan Vaksinasi Massal - Liputan Sbm

06 December 2021

HAS di Provinsi Kalteng Dirayakan Dengan Vaksinasi Massal




Kalteng - Hari AIDS sedunia (HAS) di Kota Palangka Raya dirayakan dengan kegiatan Sosial antara lain Pemeriksaan HIV gratis, Vaksinasi Massal, dan juga senam bersama. Giat acara tersebut dilaksanakan di Bundaran Besar, Kota Palangka Raya. Minggu, 05/11/2021.


Peringatan Hari AIDS Sedunia Tingkat Prov Kalteng ini dihadiri oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Prov. Kalteng Katma F Dirun


Kegiatan ini diinisiasi oleh Komisi Penanggulangan AIDS Prov. Kalteng bekerjasama dengan Polda Kalteng, Pemerintah Daerah serta Pihak terkait lainnya. Dalam kegiatan ini sebanyak 300 kuota vaksin disediakan untuk dosis 1 dan dosis 2. Sementara, untuk pemeriksaan HIV sebanyak 200 kuota dan pengecekan kesehatan sebanyak 50 kuota.


Saat Katma F Dirun membacakan sambutan tertulis Gubernur H. Sugianto Sabran menyampaikan bahwa, "Hari Aids se-Dunia yang diperingati setiap tahun, bermakna sebagai peringatan atas tingginya kasus HIV-AIDS di Indonesia. Sebagaimana diketahui, di Indonesia, data Epidemi HIV menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun", ucapnya. 


Lebih lanjut dijelaskan Katma dalam sambutannya, "Untuk Provinsi Kalteng, secara kumulatif kasus HIV-AIDS dalam 5 tahun terakhir, HIV-Aids sebanyak 1.501 orang, yang terdiri dari HIV 903 orang, sedangkan AIDS 598 orang. Angka tersebut kecil jika dibandingkan dengan estimasi nasional bahwa di Kalteng ada 4.310 kasus HIV-AIDS. Artinya, baru 34 persen saja kasus HIV-AIDS yang berhasil ditemukan, sedangkan 66 persen lainnya belum ditangani. Dalam upaya meningkatkan pencegahan dan penanggulangan HIV-AIDS ini", paparnya. 


"Kemendagri telah menetapkan Permendagri nomor 100 tahun 2018, tentang Standar Pelayanan Minimum (SPM), dimana di dalamnya diatur jenis pelayanan dasar untuk masyarakat, yaitu Edukasi, Tes/pemeriksaan HIV, dan Merujuk untuk pengobatan lebih lanjut. Tiga hal tersebut harus dipastikan dibiayai secara memadai oleh Pemerintah Daerah sebagai bentuk realisasi konkrit untuk cegah HIV dan akses untuk semua, karena standar pelayanan minimum berlaku untuk semua warga negara, tanpa terkecuali. Daerah tanpa alokasi APBD untuk nomenklatur pelayanan dasar HIV-AIDS akan menjadi perhatian khusus dari Kemendagri", tambahnya lagi. 


Katma berharap, "agar masyarakat membicarakan persoalan-persoalan menyangkut HIV-AIDS dalam keluarga baik formal atau informal dan memprogramkan kegiatan-kegiatan terkait pencegahan dan penanggulangan HIV dan AIDS di Instansi / Badan / Lembaga / Dinas. Melalui, Peringatan Hari Aids Sedunia tahun 2021", harapnya. 


Katma juga meminta Hari AIDS sedunia ini dapat menjadi momentum gerakan masyarakat untuk bersama sama peduli tentang HIV, memahami pentingnya melakukan tes HIV sehingga status HIV dapat segera diketahui dan bila positif dapat segera mendapatkan pengobatan", pungkas Katma dalam sambutannya. #liputansbm


Sumber : MMC Kalteng

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda