LIPUTANSBM.COM, PALANGKA RAYA – Ketua PGRI Kota Palangka Raya, Sujianto, menegaskan pentingnya penguasaan pendekatan Deep Learning bagi para guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Budi Pekerti untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Hal itu disampaikannya usai pembukaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembuatan Modul Ajar PAI dan Budi Pekerti dengan pendekatan Deep Learning, yang digelar Kelompok Kerja Guru (KKG) PAI SD Kota Palangka Raya di Aula Rumah Jabatan Wali Kota, Jalan Diponegoro, Rabu (23/7/2025).
“Modul ajar PAI dan Budi Pekerti adalah perangkat penting
untuk membentuk peserta didik yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, dan
memiliki pemahaman mendalam tentang ajaran Islam serta nilai-nilai budi pekerti
yang luhur,” ujar Sujianto kepada awak media.
Ia menambahkan, penerapan Deep Learning dalam pembelajaran
harus lebih dari sekadar penyampaian materi. “Pendekatan ini harus konsisten
diimplementasikan. Kita perlu mengubah mindset agar guru dan siswa bisa tumbuh
bersama melalui pemikiran terbuka,” katanya.
Sujianto menjelaskan, pendekatan Deep Learning
menitikberatkan pada pembelajaran bermakna, menyenangkan, dan kolaboratif.
“Tujuannya untuk membentuk siswa yang berpikir logis, kritis, serta memiliki
olah pikir dan olah rasa yang matang,” imbuhnya.
Kegiatan Bimtek diikuti oleh 101 guru PAI dari Kota Palangka
Raya serta beberapa peserta dari kabupaten sekitar. Narasumber yang dihadirkan
adalah Achmad Hasim, M.Ag, Penulis ATP & Modul Ajar Kurikulum Merdeka PAI
dari Pusat Kurikulum dan Perbukuan (Puskurjar) Kemendikbudristek RI.
Bimtek ini dibuka oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka
Raya, Jayani, yang hadir mewakili Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin.
Jayani dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada KKG PAI yang telah
menginisiasi kegiatan tersebut sebagai upaya mendukung implementasi Kurikulum
Merdeka
Pewarta: Andy Ariyanto

