Di Balik Kartu BPJS, Ada Harapan: Komitmen Fairid Naparin Menjaga Akses Kesehatan Warga Kurang Mampu

Rizal
0

PALANGKA RAYA, LiputanSBM — Di tengah tekanan ekonomi yang masih dirasakan sebagian masyarakat, akses terhadap layanan kesehatan kerap menjadi kekhawatiran tersendiri. Bagi keluarga dengan penghasilan terbatas, iuran jaminan kesehatan bisa terasa berat, sementara kebutuhan berobat tak bisa ditunda. Dalam situasi inilah kehadiran negara menjadi sangat berarti. Senin 2 maret 2026.

 

Pemerintah Kota Palangka Raya di bawah kepemimpinan Wali Kota Fairid Naparin menegaskan komitmennya untuk memastikan warga kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak melalui optimalisasi program BPJS Kesehatan, khususnya bagi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) desil I hingga V.


Baca Juga:


“Tujuannya agar layanan lebih tepat sasaran dan efisien, sekaligus memastikan warga kurang mampu tetap mendapatkan layanan kesehatan yang layak tanpa hambatan administratif,” tegasnya. (dikutip dari palangkaraya.go.id, Selasa, 23/12/2025)

 

Kebijakan ini bukan sekadar angka dalam laporan tahunan. Hingga kini, lebih dari 21 ribu peserta PBI aktif telah dijamin kepesertaannya oleh Pemkot Palangka Raya. Tak berhenti di situ, pemerintah juga menambah sekitar 6 ribu peserta baru sebagai bentuk perluasan jangkauan perlindungan sosial di sektor kesehatan.

 

Langkah tersebut menjadi jawaban atas realitas di lapangan: masih banyak warga yang rentan secara ekonomi dan membutuhkan kepastian perlindungan kesehatan. Pemerintah pun menyiapkan sekitar 13 ribu kuota kepesertaan cadangan untuk mengantisipasi kebutuhan mendesak masyarakat, sebuah kebijakan yang menunjukkan sensitivitas terhadap dinamika sosial yang terus berubah.

 

Di balik kebijakan itu, ada proses penting yang terus dilakukan: sinkronisasi dan pembaruan data. Pemerintah memastikan bahwa subsidi benar-benar menyasar warga yang berhak. Dengan sistem yang semakin terintegrasi, pelayanan diharapkan tidak hanya cepat dan responsif, tetapi juga berkeadilan.

 

“Dengan sistem yang lebih terintegrasi, diharapkan akses kesehatan masyarakat meningkat seiring dengan hadirnya layanan pemerintah yang semakin responsif dan berkeadilan,” ujarnya dikutip dari palangkaraya.go.id, Selasa (23/12/2025).

 

Program ini menjadi bagian dari visi pembangunan smart society yang diusung Pemerintah Kota Palangka Raya sebuah konsep yang menempatkan kesejahteraan dan kualitas hidup warga sebagai pusat kebijakan. Dalam konteks ini, kartu BPJS bukan hanya selembar identitas kepesertaan, melainkan simbol kehadiran negara di saat warganya membutuhkan pertolongan.

 

Bagi sebagian warga, bantuan iuran dan kemudahan memperoleh kartu BPJS adalah penentu antara menunda pengobatan atau segera mendapatkan perawatan. Kebijakan ini memastikan bahwa pilihan sulit itu tidak lagi harus dihadapi sendirian.

 

Di tengah berbagai tantangan pembangunan, langkah Pemkot Palangka Raya menjadi pengingat bahwa pelayanan publik yang berpihak adalah fondasi utama kepercayaan masyarakat. Ketika akses kesehatan dijaga, yang dirawat bukan hanya tubuh yang sakit, tetapi juga harapan akan masa depan yang lebih pasti. #Fairidnaparin #Liputansbm

Penulis: Andy Ariyanto

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});