Aspirasi Warga Dipotong MC, Respons Publik Menguat Usai Penutupan FBIM

Antonius Sepriyono
0
PALANGKA RAYA, LIPUTANSBM – Sebuah video yang beredar di media sosial usai penutupan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) menjadi sorotan publik. Dalam video tersebut, seorang warga asal Barito Utara menyampaikan harapan kepada pemerintah terkait perbaikan infrastruktur jalan di daerahnya. 


Namun, respons yang diberikan pembawa acara (MC) dinilai sebagian pihak kurang tepat dan memicu berbagai reaksi dari masyarakat.


Baca Juga:

Menanggapi hal itu, Ketua KPPM DUSMALA, Fardoari Reketno, menilai peristiwa tersebut perlu menjadi perhatian karena menyangkut ruang penyampaian aspirasi masyarakat, khususnya terkait persoalan infrastruktur yang selama ini menjadi keluhan warga di wilayah DAS Barito.


“Ini bukan sekadar candaan panggung. Ketika masyarakat berbicara soal jalan rusak, itu berarti ada persoalan nyata yang mereka hadapi dalam kehidupan sehari-hari. Aspirasi seperti itu seharusnya didengar dan dipahami dengan baik,” ujarnya, Sabtu (24/5).


Menurut Fardoari, respons masyarakat yang berkembang saat ini tidak muncul tanpa alasan. Ia menilai persoalan infrastruktur di kawasan DAS Barito memang telah lama menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk anggota DPRD Kalimantan Tengah yang beberapa kali menyoroti kondisi jalan dan jembatan di wilayah tersebut.


Sejumlah ruas jalan, termasuk jalur Ampah–Tamiang Layang di Kabupaten Barito Timur, sebelumnya juga dilaporkan mengalami kerusakan yang berdampak pada aktivitas masyarakat serta mobilitas ekonomi di daerah.


Di sisi lain, pemerintah diketahui tengah mendorong berbagai program pembangunan strategis di kawasan Barito, mulai dari penguatan konektivitas wilayah, pengendalian banjir, hingga pengembangan sektor pertanian dan ekonomi masyarakat.


Meski demikian, Fardoari mengingatkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari konsep maupun program yang dirancang, tetapi juga dari kemampuan mendengar kebutuhan masyarakat di lapangan.


“Jangan alergi terhadap kritik. Apa yang disampaikan masyarakat bukan bentuk kebencian, melainkan gambaran situasi yang mereka hadapi. Jika persoalan jalan rusak masih menjadi keluhan utama warga DAS Barito hingga saat ini, tentu ada pekerjaan rumah yang perlu menjadi perhatian bersama,” katanya.


Ia juga menilai polemik yang muncul menunjukkan pentingnya kehati-hatian dalam menyikapi aspirasi masyarakat di ruang publik agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.


“Ketika sebuah pernyataan memicu reaksi luas di tengah masyarakat, langkah yang bijak adalah membangun komunikasi yang baik agar situasi tetap kondusif,” ujarnya.


Fardoari menegaskan bahwa kritik merupakan bagian penting dalam proses pembangunan daerah karena menunjukkan masyarakat masih memiliki kepedulian terhadap daerahnya.


“Yang perlu dikhawatirkan bukan ketika masyarakat menyampaikan kritik, melainkan ketika mereka merasa suaranya tidak lagi didengar,” tutupnya.


Peristiwa ini pun memunculkan diskusi luas di media sosial mengenai pentingnya ruang dialog yang terbuka dan penghargaan terhadap aspirasi masyarakat dalam setiap momentum publik. (red)

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top