Dari Kuli Panggul Ke Kursi Gubernur: Agustiar Sabran Pasang Badan Untuk Nasib Buruh Kalteng

Rizal
0
Kalteng, LiputanSBM – Ada suasana yang berbeda dalam pertemuan silaturahmi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dengan perwakilan organisasi buruh di Palangka Raya, Jumat (1/5/2026). Di tengah diskusi formal mengenai regulasi, Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, justru membawa suasana menjadi lebih hangat dan personal saat ia mengenang perjalanan hidupnya di hadapan para pekerja.


Gubernur Agustiar secara terbuka menceritakan bahwa isu ketenagakerjaan bukan sekadar tumpukan berkas di mejanya, melainkan bagian dari sejarah hidup yang pernah ia lalui. Ia mengaku sangat memahami getirnya menjadi pekerja lapangan karena pernah berada di posisi yang sama.


Baca Juga:

"Pekerja musiman dan serabutan itu tantangannya sangat besar, dan saya merasakannya sendiri. Dulu saya pernah jualan kue, bahkan jadi buruh angkut atau kuli panggul. Jadi, kalau bicara soal keringat buruh, saya tahu betul rasanya," ujar Agustiar disambut tepuk tangan para peserta yang hadir.


Sikap rendah hati Gubernur ini menuai pujian luas, baik dari tokoh masyarakat maupun kalangan buruh sendiri. Mereka mengapresiasi keberanian dan ketulusan Agustiar yang tidak memberi jarak dengan rakyatnya. Sejak pagi buta, ia telah membuka pintu kediamannya untuk menerima kedatangan para buruh, mendengar keluh kesah mereka secara langsung, hingga menjamu mereka layaknya keluarga sendiri.


"Kami sangat terkesan. Jarang ada pemimpin yang mau 'berhadapan' langsung dan membuka diri dari pagi hingga menjamu kami di kediaman pribadinya. Ini menunjukkan beliau tidak takut mendengar kritik dan aspirasi langsung dari bawah," ungkap Bus Valintino yang juga merupakan ketua pelasanaan May Day.


Pengalaman hidup tersebut bertransformasi menjadi kebijakan nyata. Dalam pertemuan tersebut, Agustiar memaparkan bahwa saat ini kepesertaan BPJS di Kalimantan Tengah telah mencapai angka 51 persen. Meski menunjukkan tren positif, ia menegaskan bahwa angka ini belum membuatnya puas.


Ia menginstruksikan seluruh jajaran di Pemerintah Provinsi (Pemprov), Pemerintah Kabupaten/Kota, hingga dinas terkait untuk tidak "tidur" dalam mengawasi hak-hak pekerja.


"BPS mencatat kepesertaan kita sudah 51 persen. Kami selaku pemerintah pasti memperhatikan ini secara serius. Kami sudah membuat sistem pelaporan yang ketat. Masalah pengawasan ini bukan hanya tugas kami di provinsi, tapi kerja bersama dengan Pemkab dan Pemkot," tegasnya di aula Rumah Jabatan Gubernur.


Mengingat luasnya wilayah Kalimantan Tengah, Agustiar menyoroti tantangan perlindungan bagi buruh di sektor perkebunan dan pekerja musiman yang sering kali terabaikan. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi harga mati agar tidak ada pekerja yang luput dari perlindungan hukum dan jaminan kesehatan.


Ia juga mengapresiasi semakin solidnya organisasi-organisasi buruh di Kalteng. Bagi Agustiar, keberadaan organisasi ini mempermudah pemerintah dalam menyerap aspirasi dan melakukan intervensi kebijakan yang tepat sasaran.


"Melalui pertemuan seperti ini, kita mendengar langsung apa yang menjadi kegelisahan di bawah. Saya ingin memastikan bahwa tidak ada buruh di Kalteng yang merasa berjuang sendirian," pungkasnya.

 

Pewarta: Rizal

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top