![]() |
| Foto: Plt Diskominfo Kalteng Rangga Leslmana saat diwawncarai awak media di Aula Rumah jabatan Gubernur |
Plt. Kepala Dinas Kominfo Kalteng, Rangga Lesmana, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah dalam membantu perekonomian masyarakat. Kendati demikian, ia menekankan bahwa Gubernur Kalimantan Tengah menginstruksikan agar setiap pelaksanaan tetap mengedepankan asas efisiensi.
Baca Juga:
Rangga menjelaskan bahwa salah satu perbedaan signifikan dalam penyelenggaraan kali ini adalah penghematan anggaran yang cukup besar. Dengan memanfaatkan sumber daya dan talenta lokal, biaya operasional dapat ditekan serendah mungkin tanpa mengurangi kemeriahan acara.
"Sejauh ini biaya yang dikeluarkan sangat kecil. Jika di tempat lain kegiatan serupa bisa menghabiskan ratusan juta, di kita mungkin di bawah 50 juta rupiah sudah bisa jalan. Kita utamakan talent lokal agar mereka punya ruang kreasi sekaligus meminimalisir pengeluaran," ujar Rangga di aula rumah Jabatan Gubernur pada Jumat, (01/05).
Selain transaksi konvensional, Huma Betang Night juga
menjadi sarana edukasi keuangan digital bagi masyarakat. Bekerja sama dengan
Bank Kalteng, Pemprov mendorong penggunaan QRIS bagi seluruh pelaku UMKM yang
terlibat.
"Harapan kita semua UMKM bisa bertumbuh menggunakan QRIS. Masyarakat Kalimantan Tengah juga harus semakin familiar dengan pembayaran digital. Ini sekaligus menjadi bagian dari launching beberapa program strategis dan Calendar of Event HUT Kalteng," tambahnya.
Terkait keterlibatan pelaku usaha, Rangga menegaskan bahwa
pemerintah tidak memungut biaya sewa stand bagi para pelaku UMKM. Namun, ia
memberikan catatan bahwa produk yang ditampilkan harus melalui proses kurasi
melalui Dinas UMKM untuk memastikan kualitasnya.
"Gratis, terbuka untuk siapa saja. Tapi barangnya harus dikurasi, tidak sembarangan. Kita ingin ini menjadi kesempatan bagi teman-teman untuk memamerkan produk yang betul-betul berkualitas dan memiliki nilai jual, tidak hanya di pasar lokal," tegas Rangga.
Mengenai keberlanjutan acara, Rangga menyebutkan bahwa pihak
Diskominfosantik akan terus melakukan evaluasi pasca-kegiatan, terutama terkait
kendala teknis dan faktor cuaca, mengingat kegiatan ini dilakukan di area
terbuka (outdoor). Hasil evaluasi tersebut nantinya akan menjadi dasar laporan
kepada Gubernur untuk menentukan jadwal rutin di minggu-minggu selanjutnya.
Pewarta; Rizal

