Bantuan hewan kurban berupa dua ekor sapi tersebut masing-masing diamanahkan kepada FKUB Kota Palangka Raya dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palangka Raya. Langkah ini diambil sebagai wujud nyata pemerintah daerah dalam mempererat tali silaturahmi serta meningkatkan solidaritas antarwarga kota.
Baca Juga:
![]() |
| foto: H. Muhammad Syahrun, S.Ag., |
Ketua FKUB Kota Palangka Raya, H. Muhammad Syahrun, S.Ag., yang juga sekaligus menjabat sebagai Bendahara MUI Kota Palangka Raya, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan penuh dari pemerintah kota. Ia menyebut, inisiatif ini lahir dari komunikasi yang berjalan sangat baik antara organisasi keagamaan dan pihak eksekutif.
"Alhamdulillah, di tahun 2026 ini, FKUB diberikan kesempatan dan bantuan oleh Pak Wali Kota Fairid Naparin untuk berkurban. Tujuannya tidak lain adalah untuk menambah, mempererat kerukunan, serta menumbuhkan solidaritas yang tinggi sesama warga Kota Palangka Raya," ujar H. Muhammad Syahrun saat diwawancarai di lokasi pemotongan yang bertempat di Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo No. 4, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, Kamis (28/05/2026).
Ia menjelaskan bahwa dua ekor sapi bantuan tersebut memiliki
bobot yang bervariasi. Sapi milik FKUB berbobot sekitar 95 kilogram, sementara
sapi yang dialokasikan untuk MUI memiliki bobot sedikit lebih besar, yakni
berkisar di angka 100 kilogram. Proses penyembelihan dilakukan di lokasi yang
sama secara bersama-sama, di mana hewan kurban FKUB disembelih langsung oleh H.
Muhammad Syahrun selaku Ketua FKUB, sedangkan hewan kurban milik MUI disembelih
oleh Ketua MUI Palangka Raya.
Hal yang unik dan mencerminkan tingginya nilai toleransi di
Bumi Tambun Bungai ini adalah target pendistribusiannya. Daging kurban dari
FKUB tidak hanya dibagikan kepada umat Muslim, melainkan menjangkau seluruh
perwakilan lintas agama yang bernaung di bawah FKUB.
"Kami bagikan kepada semua lintas agama yang ada di dalam FKUB; Islam, Kristen, Katolik, Hindu, dan Buddha. Jadi tujuannya adalah bagaimana kerukunan dan berbagi di hari yang spesial ini tidak hanya dirasakan oleh Muslim, tetapi juga untuk saudara-saudara kita yang non-Muslim," tegasnya.
Langkah ini juga sejalan dengan misi FKUB untuk
mempertahankan prestasi Kota Palangka Raya yang pernah dinobatkan sebagai salah
satu dari 10 kota terbaik dalam hal kerukunan umat beragama di luar Pulau Jawa.
"Tugas kami di FKUB adalah menjaga, mempertahankan, dan lebih mengharmoniskan lagi Kota Palangka Raya agar semakin keren," tambah Syahrun.
Terkait teknis pembagian, panitia gabungan awalnya
menyediakan total 240 kupon resmi yang dibagi rata, yaitu 120 kupon untuk FKUB
dan 120 kupon untuk MUI. Namun, setelah dilakukan penimbangan, jumlah paket
daging yang dihasilkan ternyata melebihi estimasi awal. Untuk kurban milik MUI
saja, panitia berhasil mengemas hingga sekitar 190 paket daging siap salur.
Adapun untuk kurban FKUB, paket daging diprioritaskan bagi
warga dan jemaat lintas agama yang tinggal di sekitar lingkungan pengurus FKUB.
Menariknya, pihak panitia memastikan bahwa masyarakat yang datang ke lokasi
tanpa kupon pun akan tetap diupayakan untuk mendapatkan bagian selama
persediaan masih memadai.
"Tidak terkhusus kepada warga, anggota, atau pengurus saja. Kalau ada masyarakat yang datang dan sepanjang bisa kita fasilitasi, pasti kita bantu," jelasnya.
Melalui momentum ini, Syahrun berharap kegiatan berbagi
seperti ini tidak hanya berhenti di hari raya umat Islam saja. FKUB berkomitmen
untuk menjadikan aksi sosial ini sebagai program berkelanjutan di momen-momen
hari besar keagamaan lainnya.
"FKUB itu tidak hanya bergerak di momen (hari raya) Islam saja. Nanti pada momen Natal dan Tahun Baru, kita juga akan berbagi sesuai dengan kemampuan yang ada di FKUB," pungkasnya.
Pewarta: Rizal


