H. Sairullah menyampaikan bahwa Pancasila memiliki keterikatan yang sangat kuat dengan nilai-nilai luhur adat dan budaya lokal masyarakat Dayak, terutama filosofi Huma Betang yang menjunjung tinggi kebersamaan, toleransi, dan gotong royong.
Baca Juga:
"Pancasila adalah karya agung para pendiri bangsa yang digali dari akar kebudayaan nusantara. Bagi kita di Kalimantan Tengah, merawat Pancasila berarti juga menjaga dan mengamalkan falsafah Huma Betang," ujar H. Sairullah.
Lebih lanjut, ia menyoroti peran strategis organisasi kemasyarakatan berbasis adat dalam membentengi generasi muda dari dampak negatif globalisasi. Menurutnya, pemuda Dayak wajib memiliki jati diri kuat yang berlandaskan pada adat istiadat dan ideologi negara.
Melalui DPW Tameng Adat Borneo Kalteng, H. Sairullah berkomitmen mengawal nilai-nilai kebangsaan agar selaras dengan pelestarian hukum adat melalui tiga pilar utama:
- Penguatan Gotong Royong: Menghidupkan kembali semangat solidaritas sosial di tengah masyarakat "Bumi Tambun Bungai".
- Merawat Toleransi: Menjamin harmoni dan rasa saling menghormati antar-seluruh elemen warga di Kalimantan Tengah.
- Edukasi Budaya bagi Pemuda: Mendorong keterlibatan generasi muda dalam seni budaya agar tidak kehilangan identitas daerah.
Menutup pernyataannya, H. Sairullah menegaskan bahwa pihaknya siap berdiri di garda terdepan bersama pemerintah daerah, aparat keamanan, dan tokoh lintas etnis demi menjaga keamanan wilayah.
"Selamat Hari Lahir Pancasila, 1 Juni 2026. Mari kita jadikan momentum ini untuk mempererat tali silaturahmi dan bersama-sama membangun Kalimantan Tengah yang maju, aman, dan penuh berkah dalam bingkai NKRI," pungkasnya.
Pewarta: Rizal

