Baca Juga:
"Mari kita bersama-sama memaknai kembali bahwa Pancasila adalah alat pembebasan, sesuai dengan cita-cita para pendiri bangsa kita, khususnya Presiden Soekarno," ujar Taufik melalui App WhatApp.
Ia mengingatkan kembali menegaskan penekanan sejarah yang
disampaikan oleh Bung Karno. Sejak awal, Pancasila dirumuskan sebagai
Philosofische Grondslag (dasar filsafat) sekaligus Weltanschauung (pandangan
dunia). Kedua konsep besar ini dirancang untuk menuntun jalannya roda
pemerintahan dan kehidupan berbangsa menuju masyarakat yang adil dan makmur.
Taufik menambahkan bahwa tantangan terbesar bangsa saat ini
adalah bagaimana membumikan nilai-nilai tersebut di era modern. Ia menyoroti
isu kesejahteraan sosial yang masih menjadi pekerjaan rumah bersama.
"Ketika ditempatkan dalam konteks modern, Pancasila harus menjadi motor penggerak untuk memutus mata rantai kemiskinan struktural," tegas legislator asal PDI Perjuangan tersebut.
Melalui momentum Hari Kesaktian Pancasila ini, Taufik
berharap seluruh kebijakan publik khususnya di tingkat daerah seperti Barito
Utara—dapat lebih berpihak pada keadilan sosial dan pengentasan kemiskinan demi
mewujudkan cita-cita luhur kemerdekaan.
Pewarta: Margaretha F

