Palangka Raya, LiputanSBM – Menyambut momentum 10
Muharram yang dikenal luas sebagai 'Lebaran Yatim', Pengurus Cabang Nahdlatul
Ulama (PCNU) Kota Palangka Raya menggelar aksi sosial berskala besar pada Jumat
(26/06/2026). Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Jl. Dr. Murjani, Kota Palangka
Raya ini diisi dengan penyaluran santunan serta pembagian bubur asyura (bubur
surau). Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 515 anak yatim dan kaum dhuafa yang
tidak terakomodasi di panti asuhan (non-panti) menjadi sasaran utama aksi
kemanusiaan tersebut.
Acara yang berlangsung khidmat pada siang hari itu dihadiri langsung oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ahmad Zaini, yang hadir mewakili Wali Kota Palangka Raya. Turut hadir memberikan tausiyah keagamaan, Rais Syuriyah PCNU sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palangka Raya, Guru K.H. Zainal Arifin.Paragraf
Baca Juga:
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Palangka Raya, Ahmad
Zaini, menyampaikan apresiasi yang mendalam atas inisiatif konkret yang
digerakkan oleh PCNU Kota Palangka Raya. Ia menekankan bahwa peringatan 10
Muharram harus menjadi pemantik semangat kepedulian yang konsisten, bukan
sekadar agenda seremonial tahunan.
"Intinya kita berharap mudah-mudahan peringatan hari ini tidak hanya sekadar seremonial. Tetapi bagaimana kita membangkitkan semangat bersama untuk peduli dan lebih mengedepankan kegiatan yang bersifat sosial seperti menyantuni anak-anak yatim," ujar Ahmad Zaini usai kegiatan di Jl. Dr. Murjani, Jumat (26/6).
Ahmad Zaini juga mengingatkan luar biasanya pahala
menanggung kehidupan anak yatim sebagaimana yang diajarkan dalam hadis Nabi
Muhammad SAW. Momentum istimewa ini, lanjutnya, diisi dengan pembagian bubur
surau serta penyerahan santunan tunai untuk membawa kegembiraan bagi anak yatim
dan lansia yang hadir.
"Kita ingin menghidupkan kegiatan sosial ini secara terus-menerus. Berkegiatan sosial itu tidak hanya menunggu momen Muharram saja, tetapi di hari-hari yang lain tetap kita laksanakan saling berbagi," tambahnya.
Selain aksi sosial, kegiatan ini juga dirangkai dengan doa
bersama yang dipimpin oleh para ulama. Ahmad Zaini mengajak seluruh elemen
masyarakat untuk mendoakan kemajuan daerah, serta kesehatan dan kemudahan bagi
para pemimpin Kota Palangka Raya dalam menyejahterakan warganya.
Momentum ini terasa kian bermakna karena bertepatan dengan
tonggak sejarah daerah, di mana Pemerintah Kota Palangka Raya kini genap
berusia 61 tahun, sementara Kota Palangka Raya sendiri telah menginjak usia 69
tahun.
"Mudah-mudahan semakin maju. Sinergisitas Pemerintah Kota dengan lembaga-lembaga, baik keagamaan maupun sosial, bisa terjalin dengan baik demi memajukan dan menyejahterakan masyarakat," harap Wakil Wali Kota.
Sementara itu, Ketua PCNU Kota Palangka Raya, H. Muhammad
Syahrun, menegaskan bahwa agenda 10 Muharram merupakan kegiatan rutin
organisasi dalam merawat tradisi Islam Nusantara yang baik sekaligus
manifestasi kepedulian nyata kepada masyarakat yang membutuhkan.
"Nahdlatul Ulama selalu menjaga tradisi-tradisi yang memang patut dikembangkan. Ini sudah berlangsung lama, dan kami sebagai generasi penerus berkewajiban melanjutkan untuk memfasilitasi kaum dhuafa, khususnya anak yatim, agar mendapatkan kebahagiaan," jelas H. Muhammad Syahrun. Untuk menyukseskan gerakan ini, PCNU bersinergi menggandeng para donatur (agnia), pemerintah (umara), dan seluruh lapisan masyarakat.
Beliau memaparkan detail data sebaran penerima manfaat yang
seluruhnya difokuskan pada anak-anak yatim di luar panti asuhan (non-panti)
yang selama ini kerap luput dari bantuan formal.
"Semuanya ini di luar panti. Jadi total 500 an itu tersebar di beberapa tempat. Tadi pagi kami di Pantai Seberang ada 100 anak. Sekarang sisanya yang 400 ini di sini, di daerah Murjani sekitarnya dan Penarung. Kita sasar yang non-panti; mereka yang tidak terkawal di panti asuhan, kita ayomi," pungkas H. Muhammad Syahrun menutup wawancara.
Pewarta: Rizal

