Palangka Raya, LiputanSBM – Di balik puing-puing sisa
kebakaran yang menyisakan duka di Gang Sari 45, Jalan Murjadi, hadir secercah
kehangatan yang meneduhkan hati warga. Ketua Tameng Adat Borneo (TAB), H.
Sairullah, turut mendampingi Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin,
dalam kunjungan kasih untuk menemui langsung para korban di posko pengungsian
pada Selasa (14/7/2026).
Kehadiran H. Sairullah bersama orang nomor satu di Palangka Raya ini menjadi wujud nyata sinergi kepedulian. Pasca-musibah yang terjadi pada Minggu (12/7/2026) lalu, kehadiran para tokoh ini bukan sekadar peninjauan formal, melainkan momen untuk hadir sebagai keluarga yang siap merangkul dan memulihkan duka yang dialami warga.
Baca Juga:
Dalam aksi kemanusiaan ini, H. Sairullah bersama jajaran
kader Tameng Adat Borneo berfokus penuh pada pemberian dukungan moril untuk
memulihkan mental dan psikologis para korban yang tengah terguncang. TAB
mengutamakan pendekatan yang tulus dan meneduhkan dengan merangkul erat warga,
mendengarkan keluh kesah mereka secara mendalam, serta membangkitkan kembali
rasa optimisme di tengah kedukaan. Dukungan spiritual dan motivasi terus
dialirkan, khususnya kepada para lansia dan anak-anak di pengungsian, guna meyakinkan
mereka bahwa musibah ini dihadapi bersama-sama dan harapan baru akan selalu
ada.
Saat diwawancarai oleh awak media di sela-sela kunjungan,
H. Sairullah mengungkapkan bahwa fokus utama Tameng Adat Borneo saat ini adalah
menyuntikkan energi positif dan kekuatan moril agar mental masyarakat tidak
jatuh pasca-bencana.
"Musibah ini sungguh berat bagi kita semua. Namun, kehadiran kami di sini bersama Bapak Wali Kota adalah untuk meyakinkan Bapak, Ibu, dan anak-anakku sekalian bahwa kalian tidak berjalan sendirian. Kami memberikan dukungan moril sepenuhnya. Kami hadir sebagai keluarga yang siap menemani, memeluk, dan menguatkan hati bapak-ibu sekalian melewati masa sulit ini dengan penuh kesabaran," ujar H. Sairullah saat diwawancarai.
Beliau juga menambahkan bahwa proses pendampingan ini tidak
akan berhenti dalam satu hari saja, melainkan akan terus dikawal bersama
pemerintah daerah hingga kondisi psikososial masyarakat benar-benar stabil.
"Harta benda boleh hilang, tetapi semangat dan harapan kita tidak boleh padam. Mari kita saling menjaga, saling mendoakan, dan melangkah bersama menuju hari esok yang lebih baik," pungkas H. Sairullah dengan nada sejuk, menutup wawancaranya.
Pewarta: Rizal

