![]() |
| Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Sutik. |
Menurut Sutik, pupuk bersubsidi memiliki peran strategis dalam mendukung produktivitas sektor pertanian. Oleh karena itu, pemerintah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memastikan ketersediaan pupuk tetap aman, mudah diakses, dan disalurkan kepada petani yang berhak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Baca Juga:
"Semua pihak harus saling mengawasi, baik pemerintah, aparat penegak hukum, maupun masyarakat. Dengan begitu, ketika petani membutuhkan pupuk, barangnya tersedia dan tidak sulit diperoleh," ujar Sutik, Sabtu (25/7).
Ia menegaskan bahwa pengawasan distribusi pupuk bersubsidi tidak dapat hanya dibebankan kepada pemerintah daerah. Menurutnya, keterlibatan aparat penegak hukum, kelompok tani, hingga masyarakat di tingkat desa sangat penting untuk mempersempit peluang terjadinya penyelewengan dalam proses penyaluran.
Sutik juga menyoroti dugaan penyalahgunaan pupuk bersubsidi yang terjadi di Kabupaten Kotawaringin Timur sebagai pembelajaran bagi seluruh pihak. Ia menilai lemahnya pengawasan dapat dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk memperoleh keuntungan pribadi dengan menyalurkan pupuk bersubsidi kepada pihak yang tidak berhak.
"Syukurnya sudah ada pelaku yang diamankan. Hal itu menunjukkan bahwa pengawasan dari masyarakat memiliki peran penting sehingga dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi dapat terungkap," katanya.
Selain memperkuat pengawasan, Sutik mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan sosialisasi kepada petani, kelompok tani, serta kios penyalur mengenai mekanisme distribusi pupuk bersubsidi. Langkah tersebut dinilai penting agar seluruh pihak memahami hak, kewajiban, serta prosedur penyaluran yang sesuai dengan aturan.
Ia berharap sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, kelompok tani, dan masyarakat terus diperkuat sehingga distribusi pupuk bersubsidi dapat berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan berkelanjutan. Dengan demikian, pupuk bersubsidi benar-benar dapat mendukung peningkatan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat ketahanan pangan di Kalimantan Tengah.
Pewarta : Antonius Sepriyono

