![]() |
Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan perkembangan program budidaya udang vaname yang menjadi salah satu proyek strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.
Baca Juga:
Dalam peninjauan itu, Edy Pratowo berkeliling melihat kondisi tambak sekaligus berdialog dengan para pegawai dan pekerja yang mengelola kawasan budidaya udang berskala besar tersebut.
Ia menyampaikan optimismenya bahwa keberadaan Shrimp Estate mampu menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi, khususnya bagi masyarakat di wilayah pesisir.
Menurutnya, pengembangan tambak udang modern tidak hanya berpotensi meningkatkan produksi perikanan, tetapi juga memberikan dampak sosial dan ekonomi yang luas, mulai dari membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
"Shrimp Estate ini bisa memberi dampak sosial ekonomi pada masyarakat dan dapat meningkatkan pendapatan daerah, serta menjadi role model dan pemicu tumbuh dan berkembangnya tambak di pesisir lainnya," ujar Edy Pratowo.
Shrimp Estate Sukamara memiliki luas sekitar 40,17 hektare dan merupakan salah satu program strategis Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dalam mengembangkan budidaya udang vaname secara modern dan ramah lingkungan.
Program ini didukung melalui pembiayaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalimantan Tengah serta dilaksanakan melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
Pemerintah Provinsi berharap keberhasilan pengelolaan Shrimp Estate dapat menjadi contoh bagi pengembangan kawasan budidaya udang di daerah pesisir lainnya, sehingga mampu memperkuat sektor perikanan budidaya sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Kalimantan Tengah.
Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Bupati Sukamara, Masduki. Sebelum meninjau Shrimp Estate, Edy Pratowo terlebih dahulu bertindak sebagai Inspektur Upacara pada peringatan Hari Jadi ke-24 Kabupaten Sukamara.
Pewarta : Antonius Sepriyono

