Ketua Bakormad Kalteng, Cornelis Nalau, menyampaikan bahwa kehadiran Bakormad untuk lima tahun ke depan bukan untuk menciptakan sekat atau perbedaan, melainkan menjadi wadah pemersatu yang siap berdampingan dengan organisasi lain demi menjaga keharmonisan daerah.
Baca Juga:
"Harapan saya, dengan resmi dilantiknya Bakormad di Kalteng ini, kita bisa bergabung dan bekerja sama dengan organisasi-organisasi yang lain. Tidak ada lagi perbedaan visi," ujar Cornelis seusai prosesi pelantikan tersebut.
Cornelis menegaskan, seluruh pergerakan dan program kerja Bakormad Kalteng periode 2026–2031 akan tegak lurus mengamankan instruksi dan visi yang diturunkan oleh Majelis Adat Dayak Nasional (MADN) serta Dewan Adat Dayak (DAD). Hal ini merespons arahan yang sebelumnya disampaikan oleh Gubernur Kalteng dan Presiden MADN dalam acara pelantikan.
Terkait program prioritas ke depan, Cornelis menggarisbawahi bahwa Bakormad merupakan garis depan yang dibentuk langsung secara struktural oleh lembaga adat, bukan atas kemauan sepihak sekelompok masyarakat. Oleh karena itu, penyusunan program kerja terkait adat, budaya, dan pertahanan tatanan Dayak akan selalu melibatkan MADN dan DAD.
"Program prioritas utama kita adalah mengamankan apa yang diprogramkan dan direncanakan oleh MADN bersama DAD. Kita satu komando. Bakormad ini berdiri berdasarkan ketetapan lembaga MADN selaku pimpinan tertinggi kami yang memiliki pasukan," tegasnya.
Selain pengurus tingkat provinsi, rangkaian agenda ini juga mengukuhkan jajaran pengurus Bakormad di tingkat kabupaten untuk masa bakti yang sama. Kepada jajarannya di daerah, Cornelis memberikan pesan kuat agar selalu mengedepankan kesetaraan dan menghindari sikap arogan antar-lembaga.
Ia meminta seluruh kader Bakormad di semua tingkatan untuk aktif menjalin komunikasi yang baik dengan DAD, lembaga adat, serta ormas-ormas lain di Kalimantan Tengah.
"Pesan saya, Bakormad kabupaten dan provinsi harus bekerja sama dengan Bakormad nasional, DAD, dan seluruh lembaga adat serta organisasi yang ada di Kalteng. Jangan ada ego sentris, jangan ada kata-kata 'saya yang paling tinggi'. Semua sama rata," kata Cornelis mengingatkan.
Menutup keterangannya, ia meminta seluruh pengurus dan anggota untuk tetap solid dan waspada terhadap segala bentuk upaya memecah belah yang dapat merusak persatuan di Kalimantan Tengah.
"Kita harus sama-sama menjaga kekompakan. Jangan mau diadu domba oleh pihak lain," pungkasnya.
Pewarta: Margaretha F

