Palangka Raya, LiputanSBM – Di tengah meningkatnya suhu
perkotaan dan semakin berkurangnya ruang hijau, Pemerintah Kota Palangka Raya
melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengambil langkah sederhana namun
berdampak besar bagi masa depan kota. Sejumlah ruas jalan yang selama ini terlihat
gersang dan minim pepohonan akan kembali dihijaukan melalui program penanaman
berbagai jenis pohon pelindung. Senin, 22/06/2026.
Langkah ini tidak hanya ditujukan untuk mempercantik wajah Kota Palangka Raya, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas lingkungan hidup serta menciptakan ruang kota yang lebih nyaman bagi masyarakat.
Baca Juga:
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota
Palangka Raya, Untung Sutrisno, mengatakan salah satu jenis pohon yang akan
menjadi prioritas penanaman adalah pohon asam jawa (Tamarindus indica).
Pemilihan jenis tanaman tersebut bukan tanpa alasan. Selain memiliki daya tahan
tinggi, pohon asam jawa dinilai memiliki banyak manfaat ekologis bagi
lingkungan perkotaan.
“Pohon asam jawa memang sangat cocok ditanam di kawasan pinggir jalan. Selain memberikan keteduhan, pohon ini juga mampu menyerap emisi karbon, menahan angin, dan membantu memperbaiki kondisi tanah, namun penanaman ini belum bisa dilaksanakan tahun ini karena keterbatasan anggaran, mudah-mudahan tahun depan dapat dilaksanakan ” ujarnya pada sabtu, (13/06)
lalu.
Di tengah ancaman fenomena Urban Heat Island atau pulau
panas perkotaan, keberadaan pepohonan menjadi salah satu solusi alami yang
efektif. Tajuk pohon asam jawa yang lebar dan rimbun mampu menciptakan
keteduhan sehingga suhu di sekitarnya menjadi lebih sejuk. Bagi para pengguna
jalan, keberadaan pohon-pohon tersebut kelak akan memberikan kenyamanan
sekaligus perlindungan dari terik matahari.
Tak hanya berfungsi sebagai peneduh, pohon asam jawa juga
memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam. Karakteristik ini membuatnya
efektif sebagai penahan erosi, terutama pada area yang rentan mengalami
pengikisan tanah. Akar yang kokoh membantu menjaga struktur tanah tetap stabil
dan mampu mendukung proses pemulihan lahan yang tandus.
Kemampuan lainnya yang tidak kalah penting adalah sebagai
pembersih udara alami. Daun dan batang pohon asam jawa berperan dalam menyerap
karbon dioksida dan menangkap partikel-partikel polutan yang berasal dari
aktivitas kendaraan bermotor. Dengan demikian, kualitas udara di kawasan
perkotaan dapat terjaga lebih baik.
Selain itu, pohon yang dikenal tahan terhadap berbagai
kondisi tanah dan iklim tersebut juga berfungsi sebagai pemecah angin alami.
Batangnya yang besar dan kokoh mampu mengurangi kecepatan angin, sehingga
memberikan perlindungan bagi tanaman lain maupun kawasan permukiman di
sekitarnya.
Lebih dari sekadar penghijauan, penanaman pohon di sepanjang
jalan kota juga memiliki fungsi sebagai pembatas alami, peredam kebisingan,
hingga penunjuk arah bagi para pengguna jalan. Kehadiran vegetasi yang tertata
rapi diharapkan mampu menghadirkan wajah Palangka Raya yang lebih asri, sehat,
dan ramah lingkungan.
Di tengah laju pembangunan yang terus berkembang,
pohon-pohon yang akan ditanam ini sesungguhnya merupakan investasi jangka
panjang bagi generasi mendatang. Sebab, kota yang maju bukan hanya diukur dari
tingginya gedung dan ramainya lalu lintas, tetapi juga dari sejauh mana ruang
hidup yang nyaman dan sehat dapat diwariskan kepada masyarakatnya.
Dengan memilih pohon asam jawa sebagai salah satu penghuni
baru di tepian jalan Kota Palangka Raya, pemerintah tidak sekadar menanam
batang dan daun, tetapi juga menanam harapan akan hadirnya kota yang lebih
teduh, lebih hijau, dan lebih bersahabat dengan lingkungan.
Pewarta: Andy Ariyanto

