Faridawaty Darland Atjeh Ajak Semua Pihak Perkuat Antisipasi Karhutla di Kalteng

Antonius Sepriyono
0
Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh. (ist)
PALANGKA RAYA, LIPUTANSBM – Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng), Faridawaty Darland Atjeh, mengingatkan seluruh pihak untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring meningkatnya intensitas musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah.


Menurut Faridawaty, munculnya sejumlah titik panas (hotspot) dalam beberapa waktu terakhir harus menjadi peringatan bagi pemerintah, aparat, dan masyarakat untuk memperkuat langkah-langkah pencegahan. 


Baca Juga:

Ia menilai upaya antisipasi sejak dini jauh lebih efektif dibandingkan penanganan setelah kebakaran meluas.


"Peristiwa karhutla yang mulai terjadi saat ini harus menjadi peringatan bagi kita semua. Jangan sampai kebakaran semakin meluas akibat kelalaian atau aktivitas pembukaan lahan secara sembarangan," ujar Faridawaty, Jumat (17/7/2026).


Politisi Partai NasDem tersebut mengatakan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa keterlambatan penanganan sering kali menyebabkan api cepat membesar, terutama di kawasan lahan gambut yang banyak terdapat di Kalimantan Tengah. 


Kondisi tersebut tidak hanya menyulitkan proses pemadaman, tetapi juga berpotensi menimbulkan kabut asap yang berdampak terhadap kesehatan masyarakat, aktivitas ekonomi, dan transportasi.


Karena itu, ia menegaskan bahwa penanggulangan karhutla tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah daerah maupun petugas pemadam kebakaran. 


Menurutnya, diperlukan sinergi seluruh pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga masyarakat yang berada di kawasan rawan karhutla.


Faridawaty juga mendorong agar patroli rutin dan pemantauan di wilayah rawan terus ditingkatkan. Dengan deteksi dini dan respons yang cepat, setiap titik api diharapkan dapat segera ditangani sebelum berkembang menjadi kebakaran berskala besar.


"Sinergi semua pihak adalah kunci utama. Patroli harus diperkuat, pemantauan wilayah rawan terus dilakukan secara berkala, dan setiap titik api harus segera dipadamkan sebelum berkembang menjadi kebakaran skala besar yang sulit dijinakkan," tegasnya.


Selain memperkuat upaya penanganan, ia mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Menurutnya, praktik tersebut masih menjadi salah satu faktor utama penyebab terjadinya karhutla di Kalimantan Tengah.


"Kesadaran masyarakat merupakan garda terdepan dalam mencegah karhutla. Jika melihat atau menemukan titik api, segera laporkan kepada petugas terdekat agar bisa langsung ditangani sebelum meluas," katanya.


Faridawaty berharap pemerintah daerah terus menggencarkan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini masuk kategori rawan karhutla. 


Dengan meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat, ia optimistis upaya pencegahan dapat berjalan lebih efektif sehingga risiko bencana karhutla selama musim kemarau dapat diminimalkan. 


Pewarta : Antonius Sepriyono

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top