![]() |
Berdasarkan hasil pemantauan di empat kabupaten/kota Indeks Harga Konsumen (IHK), nilai IHK Kalimantan Tengah meningkat dari 112,35 pada Mei 2026 menjadi 112,61 pada Juni 2026.
Baca Juga:
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Maria Wahyu Utami, mengatakan kelompok transportasi menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi bulanan dengan andil sebesar 0,25 persen.
"Komoditas utama penyumbang inflasi month-to-month yaitu bensin sebesar 0,24 persen, diikuti bawang merah 0,07 persen, minyak goreng 0,06 persen, serta ikan patin dan pelumas atau oli mesin yang masing-masing memberikan andil sebesar 0,03 persen," ujar Maria.
Sementara itu, secara kumulatif sejak awal tahun (year-to-date), inflasi di Kalimantan Tengah mencapai 2,39 persen.
Maria menjelaskan, inflasi tahunan sebesar 4,47 persen didominasi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil terbesar, yakni 2,37 persen.
Adapun sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi signifikan terhadap inflasi tahunan antara lain beras dengan andil 0,67 persen, emas perhiasan 0,58 persen, bensin 0,25 persen, ikan nila 0,24 persen, serta minyak goreng sebesar 0,21 persen.
"Hasil pemantauan BPS pada keempat kabupaten/kota IHK di Kalimantan Tengah menunjukkan bahwa secara month-to-month maupun year-on-year, seluruh kabupaten/kota mengalami inflasi," kata Maria.
Menurut BPS, salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan inflasi pada Juni 2026 adalah adanya penyesuaian tarif bahan bakar minyak (BBM) oleh Pertamina yang dilakukan sebanyak dua kali sepanjang bulan tersebut. Penyesuaian harga BBM tersebut turut mendorong kenaikan biaya transportasi serta memengaruhi harga sejumlah komoditas lainnya.
BPS akan terus memantau perkembangan harga barang dan jasa sebagai dasar penyusunan data inflasi yang menjadi salah satu indikator penting dalam melihat kondisi perekonomian daerah.
Pewarta : Antonius Sepriyono

