Palangka Raya Masih Menjadi Daerah dengan Inflasi Tertinggi Kedua di Kalteng, Tekanan Harga Belum Sepenuhnya Mereda

Rizal
0

Palangka Raya, LiputanSBM – Laju inflasi di Kota Palangka Raya masih menunjukkan tekanan yang cukup tinggi. Meski tidak lagi menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah, ibu kota provinsi ini tetap menempati posisi kedua berdasarkan perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) pada Juni 2026.


Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan (year-on-year/y-on-y) Kota Palangka Raya mencapai 4,46 persen. Angka tersebut berada di bawah Kabupaten Kapuas yang mencatat inflasi sebesar 5,01 persen, sekaligus menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah. Sementara itu, Sampit mencatat inflasi 4,27 persen dan Sukamara sebesar 4,12 persen.


Baca Juga:

Posisi tersebut menunjukkan bahwa tekanan kenaikan harga di Palangka Raya masih relatif tinggi dibandingkan sebagian besar wilayah penghitungan inflasi di Kalimantan Tengah. Meskipun telah mengalami penurunan dibandingkan beberapa bulan sebelumnya, laju inflasi di kota ini tetap menjadi perhatian karena berpengaruh langsung terhadap daya beli masyarakat.


Sepanjang awal 2026, Palangka Raya bahkan sempat menjadi daerah dengan inflasi tertinggi di Kalimantan Tengah. Namun, memasuki pertengahan tahun, posisi tersebut bergeser ke Kabupaten Kapuas. Kendati demikian, selisih inflasi yang tidak terlalu jauh menunjukkan bahwa tantangan menjaga stabilitas harga di Palangka Raya masih belum sepenuhnya teratasi.


Tingginya inflasi menjadi indikator bahwa harga sejumlah komoditas kebutuhan masyarakat masih mengalami kenaikan. Kondisi ini menuntut penguatan koordinasi antara pemerintah daerah, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID), serta para pemangku kepentingan untuk memastikan pasokan tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan gejolak harga dapat dikendalikan.


Sebagai pusat pemerintahan dan aktivitas ekonomi di Kalimantan Tengah, stabilitas harga di Kota Palangka Raya memiliki peran strategis. Upaya pengendalian inflasi tidak hanya penting untuk menjaga daya beli masyarakat, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya iklim ekonomi daerah yang sehat dan berkelanjutan.


Pewarta: Andy Ariyanto

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});