Pemprov Kalteng Perkuat Ekosistem Industri Obat Bahan Alam, Dorong Produk Lokal Berdaya Saing

Antonius Sepriyono
0
KALTENG, LIPUTANSBM - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat pengembangan industri obat bahan alam dengan membangun ekosistem yang mendukung pertumbuhan usaha, mulai dari penguatan regulasi, pembinaan pelaku usaha, hingga kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. 


Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan daya saing produk lokal sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan kekayaan hayati yang dimiliki daerah.


Baca Juga:

Komitmen tersebut disampaikan Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah, Sunarti, saat mewakili Gubernur Kalimantan Tengah memberikan sambutan pada kegiatan Penyerahan Sertifikat Pelaku Usaha Obat Bahan Alam Provinsi Kalimantan Tengah yang berlangsung di Aula Tjilik Riwut, Lantai II Kantor Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Palangka Raya, Rabu (15/7/2026).


Dalam sambutannya, Sunarti mengatakan Kalimantan Tengah memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu sentra industri obat bahan alam di Indonesia. 


Potensi tersebut didukung oleh kekayaan hutan tropis serta keanekaragaman hayati yang melimpah, termasuk berbagai tanaman obat khas daerah seperti Pasak Bumi, Bajakah, dan Tabat Barito yang memiliki prospek untuk dikembangkan menjadi produk yang aman, bermutu, berkhasiat, serta memiliki nilai ekonomi.


"Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong terciptanya ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri obat bahan alam melalui kolaborasi lintas sektor, pembinaan pelaku usaha, serta penguatan regulasi yang memberikan kepastian berusaha sekaligus melindungi masyarakat. Kami meyakini bahwa regulasi yang baik bukanlah hambatan, melainkan landasan untuk membangun kepercayaan dan daya saing," ujar Sunarti.


Ia menegaskan, sinergi antara BPOM, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci dalam mempercepat pengembangan industri obat bahan alam di Kalimantan Tengah sehingga mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.


Pada kesempatan tersebut, Pemprov Kalimantan Tengah bersama BBPOM Palangka Raya juga menyerahkan sertifikat kepada sejumlah pelaku usaha obat bahan alam yang telah memenuhi persyaratan sesuai ketentuan. 


Sertifikat tersebut menjadi bentuk pengakuan atas komitmen pelaku usaha dalam menjaga kualitas, keamanan, dan mutu produk yang dihasilkan.


Kegiatan juga dirangkaikan dengan Gerakan Minum Jamu Bersama sebagai upaya mengajak masyarakat kembali membudayakan konsumsi jamu sebagai warisan budaya bangsa sekaligus bagian dari pola hidup sehat. 


Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diimbau untuk memilih produk jamu yang telah memiliki izin edar dan memenuhi standar keamanan serta mutu yang ditetapkan BPOM.


Menutup sambutannya, Sunarti berharap kolaborasi seluruh pihak dalam mengembangkan potensi tanaman obat lokal dapat terus diperkuat. 


Menurutnya, pengelolaan yang berkelanjutan akan mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus memperkuat daya saing Kalimantan Tengah di sektor obat bahan alam.


Kegiatan tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Pengawasan Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan Kosmetik BPOM RI Mohamad Kashuri, Kepala Balai BPOM di Palangka Raya Ali Yudhi Hartanto beserta jajaran, kepala perangkat daerah di lingkungan Pemprov Kalimantan Tengah, perwakilan instansi vertikal, serta kepala unit BPOM se-Kalimantan Tengah.


Pewarta : Antonius Sepriyono 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top