Siswa SMAN 2 Palangka Raya Harumkan Indonesia, Borong Lima Medali di BISF 2026

Antonius Sepriyono
0
PALANGKA RAYA, LIPUTANSBM – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan siswa SMAN 2 Palangka Raya di tingkat internasional. Pada ajang Bali International Science Fair (BISF) 2026 yang digelar di Denpasar, Bali, pada 19–23 Juni 2026, para siswa berhasil membawa pulang tiga medali emas dan dua medali perak melalui berbagai karya penelitian ilmiah.


Tak hanya berprestasi di bidang riset, delegasi SMAN 2 Palangka Raya juga mendapat kehormatan tampil pada acara pembukaan sebagai satu-satunya peserta yang dipercaya menampilkan seni budaya daerah. Tiga siswi, yakni Raisya Arina Zaidan, Cut Nadia Putri Raya, dan May Salamah Dara Pirlia Bagan, membawakan Tari Bahalai, tarian khas Dayak Kalimantan Tengah, di hadapan peserta dari berbagai daerah dan negara.


Baca Juga:

Penampilan tersebut mendapat apresiasi karena turut memperkenalkan kekayaan budaya Kalimantan Tengah di forum internasional.


Pada kategori Social Science, satu tim berhasil meraih medali emas melalui penelitian berjudul Do Dayaknese People Prefer Traditional Medicine Over Generic Drugs for First Aid? A Mixed-Method Study in Central Kalimantan yang disusun oleh Azzula Haramain Alfajari, Mikayla Klarisa, dan Evellyna Imawan Nathalia.


Sementara itu, dua medali perak diraih melalui penelitian Is “Life After Graduate” Phenomenon Real for High School Student? A Descriptive Study yang melibatkan Raisya Arina Zaidan, Cut Nadia Putri Raya, May Salamah Dara Pirlia Bagan, John Albert L.P., dan Gilang Natanael T., serta penelitian Fear of Missing Out in Girl VS Boy yang dikerjakan Meisy Pancuanita, Rendi Falentino, dan Florencia Indira Christiani.


Di kategori Life Science, dua tim penelitian berhasil menyumbangkan medali emas melalui inovasi berbasis potensi alam lokal. Penelitian berjudul Zingio Mipuca: The Effectiveness of Natural Mouthwash Made from a Combination of Red Ginger and Mimosa Pudica Leaf Extract Against Oral Candidiasis serta Vitex Sandoricum Tea: Combination of Stem Bark Extracts of Kalapapa (Vitex pinnata L.) and Kecapi (Sandoricum koetjape) as a Natural Remedy for Hemorrhoids dinilai memiliki nilai inovasi yang tinggi sekaligus berpotensi memberikan manfaat bagi masyarakat.


Kepala SMAN 2 Palangka Raya, M. Rifani, mengaku bangga atas pencapaian para siswanya yang kembali mengharumkan nama sekolah, Kalimantan Tengah, dan Indonesia di tingkat internasional.


Menurutnya, prestasi tersebut menjadi bukti bahwa peserta didik dari Kalimantan Tengah mampu bersaing dalam bidang riset dan inovasi dengan peserta dari berbagai negara.


"Prestasi ini merupakan hasil kerja keras siswa, guru pembina, dukungan orang tua, dan seluruh keluarga besar sekolah. Kami berharap capaian ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus berprestasi, berani berkompetisi, dan mengembangkan kemampuan akademik maupun nonakademik hingga ke tingkat internasional," ujarnya.


Guru pembina, Sintania TT Asang, mengatakan keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kesungguhan para siswa menjalani setiap tahapan penelitian, mulai dari penyusunan ide, pengumpulan data, hingga mempresentasikan hasil riset di hadapan dewan juri.


Ia berharap budaya riset yang telah tumbuh di lingkungan sekolah dapat terus berkembang dan melahirkan inovasi yang berangkat dari potensi daerah.


"Kami selalu mendorong siswa untuk melihat berbagai persoalan dan potensi di sekitar mereka sebagai sumber penelitian. Kalimantan Tengah memiliki kekayaan alam, budaya, dan kearifan lokal yang sangat besar untuk dikaji secara ilmiah. Dari situlah lahir penelitian yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat," katanya.


Sementara itu, guru pembina Helita mengingatkan para siswa agar tidak cepat berpuas diri atas prestasi yang telah diraih. Menurutnya, keberhasilan tersebut harus menjadi motivasi untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.


"Saya harap anak-anak tetap rendah hati dan mampu mempertahankan prestasi yang telah dicapai. Teruslah mengeksplorasi kearifan lokal, baik dari sisi sains maupun sosial budaya. Lakukan penelitian dengan jujur sesuai kaidah ilmiah dan karakteristik sebuah penelitian. Yang terpenting, teruslah belajar untuk memperoleh pengalaman belajar yang bermakna sebagai bekal menuju jenjang pendidikan yang lebih tinggi," tegasnya.


Keberhasilan meraih tiga medali emas dan dua medali perak, sekaligus memperkenalkan budaya Dayak melalui Tari Bahalai di ajang internasional, menjadi bukti kualitas pendidikan, pembinaan riset, serta pengembangan karakter peserta didik di SMAN 2 Palangka Raya.


Prestasi tersebut diharapkan semakin memperkuat tradisi akademik, budaya riset, dan semangat berprestasi di lingkungan sekolah, sekaligus menginspirasi generasi muda Kalimantan Tengah untuk terus berkarya dan berkompetisi di tingkat global.


Pewarta : Antonius Sepriyono 

Posting Komentar

0 Komentar
Posting Komentar (0)
block1/Nasional News
To Top
// Memaksa semua gambar di postingan menggunakan loading='lazy' document.querySelectorAll('.post-body img').forEach(img => { img.setAttribute('loading', 'lazy'); // Mengubah resolusi gambar Blogger ke format WebP otomatis let src = img.getAttribute('src'); if (src.includes('s1600') || src.includes('s640')) { img.setAttribute('src', src.replace(/\/s(1600|640)\//, '/s1200-rw/')); } }); let timeout = null; window.addEventListener('scroll', () => { clearTimeout(timeout); timeout = setTimeout(() => { // Jalankan tracker hanya setelah user berhenti scroll selama 200ms trackUserInterest(); }, 200); }, {passive: true});