Program Pemulihan Ekonomi Nasional UMKM di Kalteng - Liputan Sbm

28 November 2020

Program Pemulihan Ekonomi Nasional UMKM di Kalteng


KALTENG - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah (Kalteng) saat ini tengah mengupayakan berbagai program untuk mengatasi dampak dari pandemi COVID-19 bagi masyarakat. Munculnya COVID-19 di awal tahun 2020 yang lalu telah mengancam berlangsungnya roda perekonomian yang ada di Kalteng. Sejak mulai dibatasinya kegiatan masyarakat, dampak dari pandemi COVID-19 ini pun mulai nampak ditengah masyarakat. Tidak hanya menurunnya tingkat produksi masyarakat, keterbatasan bahan-bahan pokok dasar pun sempat terjadi. Ini karena adanya pembatasan transportasi yang keluar masuk daerah Kalteng sehingga distribusi bahan baku produk dari daerah lain juga terpaksa dihentikan sementara. (28/11/20)

Akibatnya, bahan baku di Kalteng menjadi terbatas dan banyak masyarakat yang terpaksa gulung tikar atau menutup usahanya.

Hal tersebut menjadi hal yang sangat diperhatikan oleh Pemprov Kalteng sekarang ini. Pada saat ini, perekonomian sudah mulai kembali pulih. Pemerintah juga telah melaksanakan berbagai program dalam rangka pemulihan ekonomi nasional (PEN). Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) ini diadakan guna mempersiapkan pemulihan kegiatan ekonomi yang ada di Indonesia yakni melalui UMKM setelah terjadinya penurunan bidang perekonomian yang sangat signifikan dampak dari pandemi COVID-19 beberapa bulan ini. Program PEN sebagai upaya pemerintah menopang UMKM agar dapat tetap bertahan di masa COVID-19 ini.

Baca juga : Inovasi Pelaku UMKM Saat Pandemi Covid-19 


Disampaikan langsung oleh Kadis Koperasi dan UMKM Prov. Kalteng, Ati Mulyati, S.E bahwa program PEN tersebut sangat bermanfaat bagi UMKM. “Program tersebut bertujuan untuk mendorong pertumbuhan UMKM ditengah kondisi COVID-19, memberikan perlindungan, pertahanan dan meningkatkan kemampuan ekonomi para pelaku usaha dalam menjalankan usahanya ditengah pandemi COVID-19 yakni sebagai respon atas penurunan aktivitas pelaku usaha dalam sektor ekonomi yang terdampak COVID-19” jelasnya saat menjadi narasumber dalam acara webinar di Gedung Smart Province, Kamis (26/11/2020).

Hal ini juga berkaitan dengan banyak masyarakat yang menutup usahanya. Para pelaku UMKM adalah masyarakat yang merasakan langsung dampak dari masa pandemi ini. Adanya keterbatasan bahan baku serta terjadinya kenaikan harga yang sangat drastis sungguh-sungguh menghambat aktivitas perekonomian masyarakat. 

“Program PEN ini membantu pelaku usaha untuk tetap menjalankan usahanya ditengah pandemi, membantu pelaku usaha untuk melunasi kewajibannya ke pihak perbankan akibat pandemi COVID-19, menumbuhkan perluasan usaha UMKM secara inovatif dan kreatif dan pelaku usaha diberikan subsidi bunga dengan kriteria tertentu” tambahnya. Pemulihan ekonomi ini tidak hanya ditujukan kepada usaha masyarakat saja tetapi juga kepada para pelaku usaha yang menjalankan UMKM tersebut. Berbagai manfaat ini juga ditujukan langsung kepada para pelaku UMKM. 

Hingga saat ini, sudah banyak program yang telah dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM yang ada di Kalimantan Tengah dalam rangka pemulihan ekonomi tersebut. Sebagai contoh, setiap pelaku usaha mikro telah mendapat dana bantuan sebanyak 2,4 juta dari program Banpres Produktif UMKM yang ditujukan dari Presiden langsung kepada para pelaku UMKM. Bantuan tersebut bertujuan agar dana tersebut menjadi tambahan modal bagi pelaku usaha mikro agar tetap berjalan. 

Selain itu, Kadis Koperasi dan UMKM ini juga menerangkan bahwa Pemprov Kalimantan Tengah telah melaksanakan beberapa bantuan sosial. Bantuan Sosial terhadap pelaku UMKM yang usahanya terdampak COVID-19. Pada tahap I, tercatat sebanyak 2.172 pelaku usaha di Kalimantan Tengah telah menerima bantuan tersebut. 

Baca juga : Inovasi Pelaku UMKM Saat Pandemi Covid-19 


Sedangkan, pada tahap ke II sebanyak 494 penerima. Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Tengah kepada pelaku usaha mikro. Selanjutnya, para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) di daerah Kalimantan Tengah juga telah mendapatkan program Bantuan Modal Kerja dari Kementerian Koperasi dan UKM RI serta program Stimulus Ekonomi Pelaku UMKM dari Dana Insentif Daerah (DID) Provinsi Kalimantan Tengah yang dilaksanakan secara bertahap, yakni tahap I dan II. Pada tahap pertama, disalurkan kepada kurang lebih 350 pelaku usaha dan pada tahap kedua diberikan kepada 3000 pelaku UMKM se-Kalimantan Tengah.

Pemprov Kalimantan Tengah juga mendukung program PEN dengan melakukan pengembangan UMKM naik kelas. Pemprov telah berupaya dengan mengajak masyarakat dan pelaku UMKM agar membentuk koperasi yang berbasis komunitas guna mengembangkan UMKM yang ada di Kalimantan Tengah agar naik kelas. Salah satunya adalah melaksanakan penyuluhan perkoperasian bagi komunitas UMKM produktif di Kelurahahan Jelapat Kabupaten Barito Selatan. 

Kemudian, Pemprov juga telah membentuk suatu wadah yang dinamakan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT)-KUMKM untuk memasarkan hasil produk pelaku UMKM serta mendampingi pelaku UMKM untuk mempermudah dalam proses mendapatkan ijin usaha. 

Berbagai upaya tersebut sebagai bentuk dari upaya Pemprov Kalimantan Tengah mendorong peningkatan kemajuan UMKM khususnya yang berada di seluruh daerah Kalimantan Tengah serta turut serta dalam memulihkan perekonomian nasional melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) tersebut. #liputansbm

Artikel&Foto: KPCPEN/diskominfosantikkalteng

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda