![]() |
| Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. |
Angka tersebut merujuk pada hasil Survei Litbang Kompas yang menilai dampak kebijakan pendidikan daerah terhadap masyarakat.
Menurut Bambang, capaian itu menjadi indikator kuat bahwa transformasi pendidikan yang dijalankan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah menyentuh kebutuhan nyata masyarakat, terutama peserta didik dan tenaga pendidik.
“Capaian ini menunjukkan arah kebijakan sudah tepat dan manfaatnya dirasakan langsung oleh publik,” ujar Bambang, Senin (12/1/2026).
Ia menilai Program Pendidikan Huma Betang mampu menjawab persoalan dasar dunia pendidikan di Kalimantan Tengah, mulai dari peningkatan akses hingga kualitas layanan pendidikan yang lebih merata.
Meski demikian, Bambang mengingatkan agar capaian tersebut tidak membuat pemerintah daerah berpuas diri. Ia menekankan pentingnya penguatan infrastruktur pendukung, khususnya di wilayah pelosok yang masih menghadapi keterbatasan akses.
“Tantangan seperti jaringan internet dan ketersediaan listrik masih menjadi pekerjaan rumah. Transformasi digital tidak akan berjalan optimal tanpa infrastruktur yang memadai,” katanya.
Bambang mendorong pemerintah daerah untuk memastikan pemerataan akses listrik dan internet agar Program Pendidikan Huma Betang benar-benar inklusif dan dapat dinikmati seluruh lapisan masyarakat.
Selain itu, ia juga menekankan perlunya sinergi lintas sektor, termasuk dengan dunia usaha serta penyedia layanan telekomunikasi, guna mempercepat pemerataan fasilitas pendidikan berbasis digital.
“Dengan dukungan semua pihak, saya optimistis Program Pendidikan Huma Betang dapat menjadi fondasi yang kuat dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Kalimantan Tengah ke depan,” pungkasnya.
Pewarta : Antonius Sepriyono



