Theme Original LiputanSBM v4.3 – © 2026 PT Suara Borneo Membangun

12 Januari 2026

Sorotan Proyek Puskesmas Kuala Jelai, Rendy Lesmana Tegaskan Tuduhan Tak Berdasar dan Sarat Muatan Politik



KALTENG, LIPUTANSBM.COM – Proyek pembangunan gedung baru Puskesmas Kuala Jelai, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, tengah menjadi sorotan publik menyusul beredarnya sebuah video di media sosial TikTok yang kemudian turut diangkat oleh sejumlah media daring daerah. Video tersebut memuat dugaan keterlibatan pejabat daerah dalam proyek bernilai miliaran rupiah, yang memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Rendy Lesmana, salah satu pihak yang namanya disebut dalam pemberitaan, dengan tegas membantah tuduhan yang beredar. Ia menyatakan bahwa informasi tersebut tidak hanya keliru, tetapi juga berpotensi mencemarkan nama baiknya.

Dalam keterangan tertulis yang disampaikan melalui pesan WhatsApp kepada awak media Liputan SBM, Rendy mengaku kecewa terhadap pemberitaan yang menurutnya tidak mengedepankan prinsip dasar jurnalistik, khususnya asas konfirmasi dan keberimbangan.

“Ini jelas pencemaran nama baik. Sampai berita itu ditayangkan, tidak ada upaya konfirmasi kepada saya. Tuduhan yang disampaikan adalah fitnah yang tidak berdasar,” tegas Rendy, Senin (12/01/2026).

Ia menilai, apabila media ingin mengangkat dugaan persoalan dalam proyek tersebut, seharusnya klarifikasi dilakukan terlebih dahulu kepada pihak yang berwenang, bukan dengan membangun narasi sepihak yang berpotensi menggiring opini publik.

“Kalau ingin tahu duduk persoalannya, silakan konfirmasi langsung ke Kejaksaan Negeri Sukamara. Bahkan, persoalan ini sebelumnya pernah dilaporkan oleh bupati terpilih,” ujarnya.

Lebih lanjut, Rendy menyebut bahwa tudingan yang diarahkan kepadanya telah melampaui batas kritik dan mengarah pada upaya sistematis untuk merusak reputasi pribadi atau character assassination. Ia juga menegaskan bahwa program pembangunan Puskesmas Kuala Jelai telah direncanakan jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Penjabat Bupati Sukamara.

“Sejak saya menjabat sebagai Pj Bupati, saya merasakan adanya ketakutan dari sebagian pejabat atau elit politik. Berita seperti ini saya nilai sebagai pembunuhan karakter,” katanya.

Rendy juga mencurigai bahwa isu Puskesmas Kuala Jelai sengaja dimunculkan sebagai bentuk pengalihan perhatian publik. Menurutnya, saat ini justru terdapat sejumlah proyek lain di Kabupaten Sukamara yang sedang menjadi sorotan media karena diduga bermasalah.

“Saya melihat ini bisa saja pengalihan isu. Saat ini ada banyak proyek di Sukamara yang sedang diberitakan bermasalah,” ungkapnya.

Ia pun mempertanyakan rasionalitas tudingan yang beredar, khususnya terkait nilai proyek dan dugaan aliran dana yang dinilainya tidak masuk akal.

“Masa proyek senilai Rp8 miliar disebut-sebut ada fee sampai Rp5 miliar? Secara logika, itu tidak rasional,” ucapnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari Kejaksaan Negeri Sukamara maupun instansi teknis terkait untuk menanggapi dugaan yang beredar di media sosial. Kasus ini kembali menegaskan pentingnya kehati-hatian dalam menyampaikan informasi di ruang publik, terutama di era digital, agar fungsi kontrol sosial tetap berjalan tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah dan etika jurnalistik.

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda
Memuatkan Berita Terkini...
© 2026 PT Suara Borneo Membangun – LiputanSBM. Tema website dilindungi UU Hak Cipta RI No.28 Tahun 2014. SHA-256: 6c814ae5013aef00cfbbab88b48b81ec936685a856f9b7472d928466e27ce533