Disiplin Pemakaian Masker Dapat Memutus Rantai Penularan Covid-19 - Liputan Sbm

11 November 2020

Disiplin Pemakaian Masker Dapat Memutus Rantai Penularan Covid-19



Jakarta - Peringatan Hari Pahlawan kali ini terasa sangat istimewa. Melalui Gerakan Disiplin Pakai Masker yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) dan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), kaum perempuan di seluruh Indonesia ikut maju ke depan membantu bangsa dalam mengatasi dan mengendalikan pandemi Covid-19. Pemakaian masker merupakan salah satu cara yang ampuh untuk memutus rantai penularan Covid-19. Oleh karenanya, perempuan sebagai manajer keluarga memiliki kemampuan membawa perubahan, salah satunya dalam mengajak keluarga dan masyarakat agar disiplin memakai masker. Rabu, 11/11/2020


“Gerakan 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan rajin mencuci tangan) merupakan kunci kesuksesan untuk mengakhiri pandemi Covid-19, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di seluruh dunia. Sejak awal pandemi Covid-19, pemerintah telah menggalakkan himbauan untuk selalu memakai masker. Walaupun demikian, persebaran Covid-19 masih belum dapat dikendalikan dengan maksimal. Oleh karenanya, penggunaan masker secara disiplin dan sesuai dengan ketentuan dan imbauan pemerintah perlu ditekankan,” ujar Menteri PPPA, Bintang Puspayoga pada Launching Gerakan Disiplin Pakai Masker yang diselenggarakan secara virtual dan merupakan salah satu acara rangkaian Peringatan Hari Ibu (PHI) Tahun 2020.  


Presiden Joko Widodo juga telah memberikan arahan kepada jajaran Kemen PPPA untuk melakukan berbagai upaya pencegahan dan penanganan Covid-19 pada klaster keluarga, dengan melibatkan perempuan sebagai tokoh yang berperan kuat dalam kehidupan keluarga. Presiden Joko Widodo melihat kekuatan para perempuan Indonesia sebagai sosok yang dapat memberikan perubahan besar, dimulai dari tingkat keluarga, masyarakat, hingga negara.


“Dalam kehidupan sehari-hari, tidak dapat dipungkiri peran perempuan menjadi kunci dalam kehidupan keluarga Indonesia secara umum. Sebagai seorang ibu dan istri, perempuan seringkali berperan sebagai manajer keluarga, yang memastikan seluruh anggota keluarganya dalam keadaan yang baik dan sehat. Sementara, dalam kehidupan bermasyarakat, perempuan juga banyak berperan dalam berbagai organisasi perempuan yang dapat membawa perubahan,” lanjut Menteri Bintang.


Ketua Umum KOWANI, Giwo Rubianto Wiyogo juga menganggap bahwa disiplin memakai masker merupakan salah satu cara paling ampuh dalam mencegah penularan Covid-19. Oleh karenanya, dengan jumlah anggota lebih dari 87 juta perempuan Indonesia, KOWANI merasa penting membangun sinergitas dengan organisasi lainnya dan menjadi pionir di nusantara untuk disiplin memakai masker.


“Pandemi Covid-19 mengharuskan kita berjuang dan beradaptasi, hal ini termasuk adaptasi interaksi sosial, pendidikan, dan aktivitas lainnya. Dalam adaptasi tersebut lahirlah sebuah kebiasaan baru yang merupakan kunci pencegahan dan pemutusan mata rantai Covid-19, yaitu dengan 3M. Kebiasaan 3M harus membudaya agar kita mampu memenangkan pertarungan melawan Covid-19. Oleh karenanya, KOWANI mengajak seluruh keluarga Indonesia untuk melakukan gerakan disiplin pakai masker yang merupakan salah satu cara paling ampuh dalam mencegah penularan Covid-19,” tutur Giwo.


Ketua Umum Gerakan Pakai Masker (GPM), Sigit Pramono mengatakan bahwa peran kaum perempuan sangat penting untuk membawa perubahan, salah satunya mengajak masyarakat agar disiplin memakai masker. 


“Jika setiap anggota KOWANI yang berjumlah lebih dari 87 juta di seluruh Indonesia melakukan ajakan kepada 2 orang agar disiplin memakai masker, hal ini berarti kita sudah mampu mengajak sekitar 261 juta orang, atau hampir seluruh masyarakat Indonesia untuk memakai masker,” ujar Sigit.


Sigit mengungkapkan jika kita memakai masker dengan benar, maka kita akan menurunkan risiko penularan Covid-19 hingga 75 persen, dan 25 persen lainnya adalah dengan cara menjaga jarak dan mencuci tangan. Jadi, memakai masker sangat penting kontribusinya dalam mengendalikan Covid-19. Langkah selanjutnya yang diharapkan adalah agar kaum perempuan, utamanya yang berada di bawah naungan KOWANI untuk memberdayakan keluarga agar mampu melakukan swasembada masker, yakni agar keluarga mampu membuat maskernya sendiri.


Pengurus Komite Kampanye Publik Gerakan Pakai Masker, dr. Grace Hananta juga menceritakan pentingnya pemakaian masker dengan benar dalam mencegah penularan Covid-19.


“Jika ada orang yang positif Covid-19 atau Orang Tanpa Gejala (OTG) tidak memakai masker dan lawan bicaranya juga tidak memakai masker, maka akan terjadi penularan Covid-19 terhadap lawan bicaranya. Penularan Covid-19 pun akan terjadi jika orang yang positif Covid-19 memakai masker dan lawan bicaranya tidak memakai masker. Oleh karenanya, memakai masker dengan benar, yakni menutup rapat area hidung, mulut, dan dagu sangatlah penting,” ungkap dr. Grace.


Dalam kesempatan ini, dr. Grace juga memberi tips agar kita memakai masker sesuai dengan ukuran wajah, hindari menyentuh area tengah masker, pakailah masker bersih dan ganti setiap 4 jam atau bahkan diganti kurang dari 4 jam apabila sudah lembab, serta membuang masker bekas pakai di wadah khusus dan tertutup (sampah infeksius). #liputansbm


Editor : Rizaldi 

Sumber : Kemen PPPA


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda