Pembelajaran Sains Berbasis Wisata Edu Herbal Di Desa Bukit Bamba Kabupaten Pulang Pisau - Liputan Sbm

11 November 2020

Pembelajaran Sains Berbasis Wisata Edu Herbal Di Desa Bukit Bamba Kabupaten Pulang Pisau

 Pengembangan Metode Pembelajaran Sains Berbasis Wisata Edu Herbal Di Desa Bukit Bamba Dalam Meningkatkan Minat Belajar Siswa Di Masa Pandemi Covid -19

Oleh :
Yusnani  dewi sus S.Pd
Guru mata pelajaran kimia SMAN 7 Palangka Raya


Kalimantan Tengah  memiliki segudang tumbuhan obat atau herbal, tumbuhan-tumbuhan tersebut bermanfaat bagi kehidupan, sehingga mendapat sebutan live laboratory. Itulah alasan nenek moyang tidak asing menggunakan bahan alam sebagai obat, misalnya tanaman sarang semut, jerangau, pasak bumi, daun sungkai, dll 

Generasi sekarang ini jarang sekali mengetahui dan menyukai tanaman herbal, untuk itu ruang lingkup pendidikan perlu memperkenalkan jenis tanaman herbal dan khasiatnya. Pilihan untuk belajar kimia cenderung di kelas dan laboratorium, dan minim pilihan untuk belajar di alam yang merupakan live laboratory atau laboratorium yang sesungguhnya,  melalui observasi langsung  atau wisata lokal edu herbal  peserta didik  diajak untuk mengenal bau, warna, kegunaan dan mengenal jenis tanaman sehingga bahan-bahan alam ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. 

Desa Bukit Bamba kecamatan Kahayan Tengah kabupaten Pulang Pisau  terkenal dengan daerah wisatanya yang kaya akan sumber herbal dan ditetapkan menjadi hutan lestari oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Republik Indonesia  untuk konservasi wilayah hutan termasuk tanaman obat, dan desa ini untuk pariwisatanya memperhatikan protokoler kesehatan dengan ketat. Metode penelitian ini menggunakan analisis kualitatif dengan cara deskripsi, pengumpulan data utama menggunakan pengamatan, wawancara atau penelaahan dokumen, dengan menggunakan analisis data secara induktif, berdasarkan hasil penelitian peserta didik yang diajak berwisata lokal mengalami kenaikan terhadap minat belajar.

Baca juga : PENDIDIKAN BERBASIS KEBUDAYAAN DI KALIMANTAN TENGAH 

Panjangnya masa belajar di rumah akibat pandemi memiliki efek beruntun tidak hanya proses pembelajaran yang terkendala karena dilakukan secara daring, tapi peserta didik juga diserang rasa bosan, peserta didik  mengaku rindu suasana sekolah dan bertemu dengan guru, atau berinteraksi  dengan teman sebayanya. Untuk itu perlu adanya metode selain home visit agar anak tidak merasa bosan dan memiliki minat untuk belajar terutama pelajaran sains. 

Fungsi metode mengajar tidak dapat diabaikan karena metode mengajar menentukan berhasil tidaknya suatu proses belajar mengajar dan merupakan bagian penting  dalam suatu sistem pengajaran. Makin tepat metode yang digunakan oleh guru dalam mengajar, diharapkan makin efektif pula pencapaian tujuan pembelajaran.  Dalam proses belajar mengajar banyak sekali metode yang dapat digunakan diantaranya yaitu metode karyawisata, di masa pandemi ini yang paling memungkinkan  untuk metode karya wisata adalah belajar dalam kelompok kecil. 

Penelitian ini didasarkan pada bosannya peserta didik dalam metode belajar daring selama masa pandemi covid-19 dan kurangnya minat terhadap pembelajaran sains, selama ini serta peserta didik kurang mengetahui dengan baik wisata lokal yang ada di Kalimantan Tengah terutama edu herbal yaitu wisata pendidikan mempelajari tentang obat-obatan herbal. Padahal wisata lokal di desa Bukit Bamba tersebut banyak terdapat kekayaan alam berupa tanaman obat-obatan. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menghasilkan model pembelajaran berbasis wisata edu herbal di desa Bukit Bamba dalam meningkatkan minat belajar peserta didik. Subjek dari penelitian ini adalah peserta didik  kelas X IPS SMAN  Negeri 7 Palangka Raya  yang berjumlah 3 (tiga) orang dengan kriteria masing-masing peserta didik dengan tingkat pemahaman atas, menengah dan bawah. 


Baca juga : Peran Pemerintah Desa Dalam Melestarikan Ritual Miwit Abeh, Desa Dayu Kecamatan Karusen Janang Kabupaten Barito Timur 

 

Metode Pembelajaran Karyawisata

Sedangkan penjelasan secara mendalam Wisata Edukasi adalah suatu perjalanan wisata yang memiliki nilai tambah edukasi, tidak sekadar berwisata, tetapi juga memiliki tujuan untuk menambah nilai-nilai edukasi atau pendidikan bagi wisatawan. Wisata edukasi sebuah kegiatan yang umumnya dilakukan oleh institusi pendidikan, seperti sekolah-sekolah maupun institusi pendidikan lainnya.

Metode karyawisata adalah cara mengajar yang dilaksanakan dengan membawa peserta didik ke suatu tempat atau objek di luar kelas atau objek di luar sekolah yang dilaksanakan sebagai bagian integral dari pengajaran dengan cara siswa mengamati langsung objek yang akan dipelajari, sehingga mendapatkan pengalaman belajar dengan mengadakan penelitian dan penyelidikan terhadap sumber-sumber belajar yang nyata di bawah bimbingan guru dalam rangka mencapai tujuan pendidikan.

Pelaksanaan karyawisata harus memperhatikan langkah-langkah sebagai berikut: Persiapan dalam merencanakan tujuan karyawisata, guru perlu menetapkan tujuan pembelajaran dengan jelas, mempertimbangkan pemilihan teknik, menghubungi pemimpin objek yang akan dikunjungi untuk merundingkan segala sesuatunya, penyusunan rencana yang masak, membagi tugas-tugas, mempersiapkan sarana, pembagian siswa dalam kelompok, serta mengirim utusan. Sebelum menetapkan tujuan karyawisata ditunjuk suatu panitia dibawah bimbingan guru, untuk mengadakan survei ke obyek yang dituju serta melibatkan tour leader dalam kegiatan ini.  Dalam kunjungan pendahuluan ini sudah harus diperoleh data tentang objek antara lain tentang lokasi, aspek-aspek yang dipelajari, jalan yang ditempuh, penginapan, makan dan biaya transportasi, bila objek yang dituju jauh.   

Gambar Pemandangan Wisata Danau Baru Pada Pagi dan Sore hari

Minat belajar peserta didik

Minat yang dimiliki seseorang dapat muncul dengan sendirinya, orang tua atau lingkungan hanya dapat memberi stimulus agar minat seseorang dapat tumbuh berkembang. Minat sangat bersifat pribadi dan minat berbeda antara satu orang dengan lainnya.

Belajar merupakan suatu proses atau aktivitas seseorang untuk memperoleh perubahan tingkah laku, pengetahuan, meningkatkan keterampilan sehingga menjadi lebih baik dari sebelumnya (Slameto, 2003). Berdasarkan pengertian-pengertian di atas maka minat belajar adalah kecenderungan dan perhatian dalam belajar. Minat belajar adalah aspek psikologi seseorang yang menampakkan diri dalam beberapa gejala, seperti gairah, kemauan, perasaan suka untuk melakukan proses perubahan tingkah laku melalui berbagai kegiatan yang meliputi mencari pengetahuan dan pengalaman. Minat belajar mempunyai ketergantungan pada faktor internal seseorang (peserta didik) seperti perhatian, kemauan dan kebutuhan terhadap belajar yang ditunjukkan melalui keantusiasan, partisipasi dan keaktifan dalam belajar. Dalam kegiatan belajar, peserta didik membutuhkan minat untuk mengikuti proses belajar dengan baik, dalam hal ini ada dua faktor yang mempengaruhi minat belajar peserta didik yaitu faktor intern dan ekstern. Dalam meningkatkan minat belajar peserta didik tentunya membutuhkan adanya upaya layanan bimbingan dan konseling terhadap minat belajar peserta didik.

 

Desa Bukit Bamba 

Desa Bukit Bamba  Kecamatan Kahayan Tengah merupakan desa yang berada di wilayah utara kota Kabupaten Pulang Pisau, dalam kondisi dan letak geografisnya,  Desa Bukit Bamba  Kecamatan Kahayan Tengah mempunyai potensi yang sudah dikenal banyak orang, terlebih Desa Bukit Bamba  Kecamatan Kahayan Tengah   mempunyai wisata hutan khas Kalimantan Tengah  yang banyak didatangi warga yang datang dari luar kabupaten Pulang Pisau oleh karena mempunyai wisata berupa titian rasau dan wisata budaya.

Secara umum masyarakat Desa Bukit Bamba Kecamatan Kahayan Tengah bermata pencaharian pencari ikan  dan petani rotan, keseragaman potensi mata pencaharian masyarakat menarik untuk dikembangkan pada wisata budaya. Desa Bukit Bamba  mengarahkan desa nya menjadi desa wisata dengan konsep Recreation, Education, and Conservation. Desa wisata muncul karena desa itu memiliki potensi atau kekayaan yang dapat atau layak untuk dijual oleh masyarakatnya sendiri, salah satu sektor yang sedang dikontribusikan untuk peningkatan ekonomi daerah adalah pariwisata dan salah satu destinasi wisata di desa Bukit Bamba adalah edukasi  budidaya ikan lokal secara konvensional (perikanan), dan desa ini memiliki hutan lestari yang kaya akan obat-obatan herbal dan belum di ekspos.

 Gambar site plan alur wisata Desa Bukit Bamba

Selama masa pandemi covid desa wisata ini pada mula nya di tutup dan mulai dibuka kembali agustus 2020 dengan memperhatikan protokoler kesehatan yang ketat seperti :

  1. Memastikan diri dalam kondisi sehat sebelum melakukan kunjungan ke lokasi daya tarik wisata, jika mengalami gejala seperti demam, batuk ,pilek nyeri tenggorokan, dam atau sesak nafas tetap di rumah dan periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan apabila berlanjut,

  2. Selalu menggunakan masker selama berada di lokasi daya tarik wisata,

  3. Menjaga kebersihan tangan dengan sering mencuci tangan pakai sabun dengan air mengalir atau menggunakan hand sanitizer,

  4. Hindari menyentuh area wajah seperti mata, hidung, dan mulut,

  5. Tetap memperhatikan jaga jarak minimal 1 meter

  6. Saat tiba di rumah, segera mandi dan berganti pakaian sebelum kontak dengan anggota keluarga di rumah,

  7. Bersihkan handphone, kacamata, tas dan barang lainnya dengan cairan desinfektan

Metode Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan cara deskripsi pengumpulan data utama menggunakan pengamatan, wawancara, atau penelaahan dokumen, menggunakan analisis data secara induktif. Penelitian dilaksanakan terhadap peserta didik kelas  X IPS, sekolah SMA Negeri 7 Palangka Raya, subjek penelitian ini adalah anak yang memiliki kemampuan atas, menengah  dan bawah. Peneliti juga melihat waktu dan tempat yang sesuai agar wawancara berlangsung dengan baik tanpa ada halangan.


Prosedur 

Peneliti  melakukan wawancara dengan subjek penelitian untuk  memperoleh data mengenai penerapan metode karyawisata berbasis wisata edu herbal di desa Bukit Bamba, terhadap minat belajar peserta didik  dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi terhadap aktivitas peserta didik  selama kegiatan karyawisata. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan instrumen, membuat kesimpulan atas semuanya, dengan menggunakan panduan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian kualitatif lebih banyak pada observasi berperan serta, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Aktivitas dalam analisis data, yaitu: (1) data collection, kegiatan pengumpulan data diperoleh dari berbagai sumber seperti panduan observasi, panduan wawancara dan dokumentasi, (2) reduksi data, (3) penyajian data disajikan dalam bentuk teks yang bersifat naratif, dan (4) conclusion drawing/verification. Temuan dapat berupa deskripsi atau gambaran suatu objek yang sebelumnya masih remang-remang atau gelap sehingga setelah diteliti menjadi jelas.  

Baca juga ; HUTAN NEGARA, HUTAN HAK DAN HUTAN ADAT 

 

Adapun hasil pembahasan dari penelitian adalah sebagai berikut: 

1. Cara guru merancang pembelajaran metode karyawisata terhadap Pengembangan metode  pembelajaran sains berbasis wisata edu herbal di desa bukit bamba dalam meningkatkan minat belajar siswa. Dalam merancang pembelajaran metode karyawisata yaitu adalah membuat program pembelajaran karyawisata, menetapkan tujuan karyawisata sesuai dengan tema, membuat surat izin kunjungan dan mengantar surat izin kunjungan pada tempat tujuan karyawisata yang telah ditetapkan, menetapkan waktu pelaksanaan karyawisata, menginformasikan tentang kegiatan karyawisata kepada orang tua anak didik serta seluruh peserta didik, dan rapat bersama untuk menyiapkan bahan dan alat apa saja yang perlu dipersiapkan dalam proses kegiatan karya wisata  termasuk menghubungi pihak  desa untuk menyiapkan atraksi wisatanya  dan tour leader yang akan memandu kegiatan edu herbal tourism. Sebelum berangkat menuju tempat karyawisata guru menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan untuk kegiatan karyawisata yang telah dirancang sebelumnya, guru menginformasikan tentang peraturan selama kegiatan karyawisata, membagi kelompok anak dengan pembimbingnya, membaca doa sebelum berangkat menuju tempat karyawisata dan guru selalu menginformasikan pada anak didik secara berulang tentang tujuan dari kegiatan karya wisata, guru selalu berusaha agar kegiatan karyawisata dapat terlaksana sesuai dengan harapan.

2. Pengembangan metode  pembelajaran sains berbasis wisata edu herbal di desa bukit bamba dalam meningkatkan minat belajar siswa selama masa pandemi covid-19 Hasil wawancara dengan para peserta didik yaitu sebagai berikut :

  1. Antusias siswa kelas X dalam mengikuti proses belajar di kelas yang bersemangat, ditandai dengan tidak malunya siswa bertanya dan berperan aktif dalam sesi tanya jawab,

  2. siswa mencatat hal-hal yang dianggap penting,

  3. siswa mengerjakan tugas dan mengumpulkan tugas tepat waktu

biasaya nya bila dalam kelompok ada siswa yang berminat dan ada yang tidak berminat, akan tetapi dalam kelompok kecil partisipasi siswa merata selama prose pembelajaran

3. Siswa tertarik mempelajari tentang obat-obatan herbal yang ada di desa bukit bamba

Sehingga dapat disimpulkan dari penelitian :

  1. Metode karya wisata dapat dijadikan solusi untuk mengatasi kebosanan peserta didik selama belajar dengan metode daring

  2. Kelompok kecil dapat dijadikan solusi untuk mengajak siswa melakukan metode karyawisata agar sesuai dengan protokoler kesehatan

 


sumber :

Dimyati, & Mudjiono. (2009). Belajar Dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.

Hamalik, O. (2007). Dasar-dasar pengembangan kurikulum. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.

https://sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id/laman/?r=tpost/xview&id=4077


berdasarkan penelitian 2020


Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda