Sukamara Berjuang Dapatkah Adipura | Liputan SBM - Liputan Sbm

31 October 2018

Sukamara Berjuang Dapatkah Adipura | Liputan SBM

Sukamara - Kebersihan lingkungan sekitar Kantor Pemerintah, Kantor pelayanan umum milik swasta, fasilitas umum pemerintah, lingkungan pemukiman padat penduduk bahkan Pasar Inpres dan Pasar Saik menjadi hal utama untuk tetap dijaga kebersihannya, demikian ditegaskan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukamara Rendy Lesmana, pada Selasa, (30/10/2018).

Kadis menegaskan kembali jika Bumi Gawi Barinjam sebutan lain Kabupaten Sukamara ingin meraih penghargaan Adipura yang belum pernah diperoleh, ya wajiblah hukumnya melibatkan semua lapisan masyarakat, sektor swasta dan Pemerintah bersinergi untuk sama sama menjaga dan mengelola kebersihan secara bersama pula.

"Pengelolaan kebersihan di wilayah Kabupaten Sukamara bukan hanya menjadi tanggungjawab Dinas LH saja, melainkan semua pihak wajib terlibat dan bisa bersinergi untuk berbagai tujuan salah satunya utk mendapat penghargaan Adipura," ungkap Rendi.

Terkait sarana dan prasarana,TPA, TPS dan juga petugas kebersihan sudah di siapkan oleh Pemda selama ini, untuk menjaga kebersihan, dibeberapa titik ruas jalan sesuai tugasnya, hal yang tidak dikerjakan pada zona nya Pemerintah, silahkan saja masyarakat berkreasi untuk tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Namun walaupun dibeberapa sudut Kota Sukamara dan sekitarnya ini sudah ada bak sampah, bahkan kedepannya akan ada penambahan bak sampah, namun akan menjadi sia-sia jika kesadaran seluruh masyarakat akan menjaga kebersihan di lingkungan nya sendiri tidak di lakukan.

Semisalnya lokasi pasar yang ada terutama pasar SAIK Sukamara saat ini menjadi persoalan akan tingkat kesadaran untuk menjaga kebersihan justru datang dari para pedagang itu sendiri.

Hal ini terbukti dengan Kegiatan Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Dengan Aksi Gerakan Indonesia Bersih Sampah 2018 Dalam Rangka Peringatan Hari Habitat Dunia, dilaksanakan pada hari ini Jumat (5/10/2018).

terlihat jika sampah hasil jualan tidak tertumpuk di bak sampah justru di depannya, kesan jorok dan buang sampah sembarangan mengambarkan pekerjaan rumah yang harus bisa di carikan jalan keluarnya.

Jika demikian kondisi dan kejadiannya jangan pernah berharap Kota Sukamara mendapatkan penghargaan Adipura sebagai simbol kota yang mampu menjaga pengelolaan persampahan dan lingkungan yg asri.

Rendy kembali menegaskan, kebersihan lingkungan sekitar pasar menjadi penting, sebab pasar salah satu yg memiliki nilai tinggi dalam penghargaan Kota Adipura.

"Harus ada komitmen bersama, Pemkab sudah memberikan contoh dengan gotong royong untuk menjaga kebersihan begitu juga fasilitas dan tenaga kebersihan sudah tersedia, peran masyarakatlah yang ditunggu sekarang," pungkas Rendy kepada Media SBM. (eko/red)

Bagikan artikel ini

Silakan tulis komentar Anda